OPINI-RANAKANEWS.com- Dunia sekarang ini sedang bertarung dengan sebuah permasalahan besar dimana mengharuskan banyak orang untuk beradaptasi. Hal-hal atau kebiasaan yang dulu dilakukan kini di rubah sebab ada banyak kebijakan-kebijakan baru yang harus dilaksanakan salah satunya di dunia pendidikan .Dunia pendidikan saat ini sedang mengupayakan suatu proses pendidikan yang efektif di tengah wabah covid-19.Covid-19 datang melanda seluruh negara di dunia, kehadirannya membawakan dampak yang baru pula bagi seluruh masyarakat, proses pembelajaran yang dulu dilakukan secara tatap muka kini berubah menjadi proses belajar Online dalam hal ini memanfaatkan aplikasi sebagai penunjang agar proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif dan tetap berjalan seperti sediakala.
Kehadiran covid-19 mengharuskan adanya perubahan di setiap aspek kehidupan, kemahiran dalam berteknologi pun menjadi hal dasar untuk tetap bertahan serta dapat melakukan segala kegiatan yang sebelumnya agar tidak tertunda. Pandemi Covid 19 yang sedang terjadi saat ini, mewajibkan setiap orang untuk membatasi segala aktivitas/ interaksi secara langsung dalam semua aspek kehidupan termasuk aspek Pendidikan. Pandemi Covid 19 ini menyebabkan proses pembelajaran tidak dapat berlangsung seperti konsep ideal dalam sebuah proses pembelajaran. Belajar merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan antara peserta didik dengan guru dan sumber belajarnya pada suatu lingkungan belajar (Abidin,2016).
Konsep ideal pembelajaran tidak dapat diterapkan. Pembatasan interaksi menyebabkan pembelajaran yang dilakukan secara tidak langsung dengan peserta didik sebagaimana yang biasa terjadi di sekolah. Keadaan ini mengharuskan para guru menyesuaikan diri dengan keadaan dan materi yang akan di sampaikann. Kementrian pendidikan dan kebudayaan (Ke Mendikbud) mengeluarkan surat Edaran No.4 Tahun2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan Dalam Masa Darurat penyebaran covid-19 dimana proses pembelajaran dalam masa pandemi covid-19, dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh, ini merupakan bentuk modifikasi proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah namun dilaksanakan di rumah agar mengurangi interaksi antar guru dan peserta didik serta mengurangi penularan covid-19.
Proses pembelajaran ini bertujuan untuk tetap memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik serta difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup mengenai pandemi covid-19. (Yanti et al., 2020). Proses pembelajaran daring memanfaatkan kemajuan teknologi seperti teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks Online animasi, vidoe streaming Online dan email.
Berdasarkan pengalaman yang kita lihat selama ini pembelajaran daring berbasis aplikasi dilakukan dengan dua model yaitu dilakukan dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik dan yang kedua guru memberikan video penjelasan materi disertai juga dengan tugas yang terstruktur. Saat kondisi penuh keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan, aplikasi menjadi tolak ukur untuk menyelamatkan dunia pendidikan sekarang .Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, aplikasi menjadi media yang memungkin guru dan siswa melakukan kan proses belajar mengajar tanpa bertatap muka secara langsung. Secara tidak langsung covid 19 membuat para pendidik dan siswa mengandalkan aplikasi dalam proses belajar mengajar. Pada awalnya, penggunaan aplikasi mungkin akan membutuhkan proses pembiasaan dikarenakan proses belajar daring menjadi sesuatu yang baru di dunia pendidikan indonesia. Tapi jika dilihat dari sisi lain, aplikasi telah menjadi penolong media pembelajaran tanpa ada batas
Pemanfaatan aplikasi di tengah proses belajar daring saat ini diharapkan mampu meminimaliskan kegiatan yang mengharuskan kita untuk bertemu banyak orang. Meski ada kejenuan yang timbul karena hal ini tapi apa boleh buat, ini menjadi salah satu ujian untuk dunia pendidikan indonesia. Akan tetapi masih ditemukan keresahan dalam pemanfaatan aplikasi khususnya untuk mengakses pembelajaran yaitu adanya ketidakefektifan.Di tengah situasi ini pemerintah terpaksa mengeluarkan aturan-aturan baru salah satunya adalah memanfaatkan aplikasi, khususnya di dunia pendidikan .Untuk meningkatkan mutu pendidikan masyarakat harus menerima perubahan-perubahan tersebut. Dengan demikian, penunjang kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara aktif.
Dalam proses belajar memanfaatkan aplikasi ini, ditemukan beberapa kasus di antaranya sebagai berikut: jaringan internet yang lemot, kuota internet terbatas, KBM tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi adalah kebutuhan yang memiliki peranan penting dalam keseharian kita. Kemudahan cara kerja aplikasi menjadikan aplikasi sebagai solusi, untuk melakukan sebuah pekerjaan ataupun mengakses pembelajaran seperti yang terjadi sekarang ini.
Oleh: Draisabela Diana Tamur, Prodi PGSD, Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng
