34 SMK di Sikka dan Ende Terapkan Modul Soft Skill, Siapkan Siswa Lebih Kompetitif

Keterangan Foto: Penandatangan PKS Integrasi Soft Skill 18 SMK di Sikka oleh Yayasan FREN di Kabupaten Sikka, Sabtu (9/3/2025). (Dok: A.M.S).

MAUMERE, RANAKANEWS.com – Sebanyak 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sikka dan 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ende resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Flores Children Development (FREN) untuk mengintegrasikan modul soft skill ke dalam kurikulum SMK.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Integrasi Soft Skill ke dalam Kurikulum SMK yang telah dilakukan pada bulan Februari 2025 yang bertujuan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Penandatanganan PKS ini berlangsung pada hari Jumat, 7 Maret 2025 di Aula SMK Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka dan Sabtu, 8 Maret 2025 di Aula SMK Negeri 1 Ende, Kabupaten Ende dihadiri oleh KABID DIKMEN secara virtual,  Kepala Sekolah, Koordinator Pengawas dan Pengawas Pendamping, dan Ketua MKKS masing-masing wilayah.

Dalam kerja sama ini, memuat kolaborasi antar Yayasan FREN dan Pihak Sekolah Kejuruan untuk menerapkan modul soft skill kedalam pembelajaran sekolah yang didukung oleh ChildFund International di Indonesia.

“Dengan terbangunnya kerja sama ini maka diharapkan pihak-pihak terkait dan guru SMK secara serius untuk mensinergikan soft skill ke dalam mata pelajaran yang diajarkan sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik dan keterampilan tapi di stimulus dgn vitamin soft skill yang mumpuni,” ujar Bona Kowan Kornelis, Ketua Yayasan FREN.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ayub Sanam, S.Pd., inisiasi yang dilakukan oleh ChildFund International di Indonesia dan mitranya di NTT, terkhusus Yayasan FREN di Flores yang telah melihat pentingnya Penerapan Soft Skill bagi anak-anak di SMK.

Harapannya Penandatangan PKS yang dilakukan bukan sekedar simbolis atau seremonial belaka tetapi para Kepala Sekolah harus bisa memastikan hingga anak-anak didik mendapatkan penguatan soft skill.

Selain itu, program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap bersaing di pasar kerja maupun berwirausaha secara mandiri.

“Pak Gubernur NTT, saat ini menetapkan 22 SMK yang akan menjadi Pusat Keunggulan Daerah dan Kabupaten Ende menjadi bagian dari salah satu sekolah yang bisa menjadi contoh bagi semua,” ujar Ayub Sanam, saat memberikan penguatan secara daring.

“Dengan adanya kerja sama ini, SMK di Sikka dan Ende diharapkan dapat melahirkan lulusan yang lebih unggul, tidak hanya dalam aspek keahlian teknis (hard skill) tetapi juga dalam keterampilan sosial (soft skill) yang dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya. (*/Red)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version