6 Kali Kerja Tanpa Eksavator, Warga Guling Batu Besar di Kali Duang-Waimuring

Warga berhasil guling batu besar dibawa banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi di jalan Boru- Duang- Desa Nawakote Kecamatan Wulanggitang Sabtu, 8 Februari 2025 pagi: Foto (PI/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Kegiatan bakti sosial warga 5 desa di Pantai Selatan Kecamatan Wulanggitang yakni Nawakote, Waiula, Hewa, Pantai Oa dan Odjandetun untuk membersihkan badan jalan di Kali Duang dan Waimuring, Sabtu 8 Februari 2025 pagi berhasil menggulingkan batu berukuran besar yang selama ini menghalangi sebagian badan jalan, yang cukup menyulitkan kendaraan roda PP empat maupun roda enam saat melintasi.

Kendatipun, warga kerja dengan peralatan seadanya.

Tanpa Eksavator atau jenis alat berat lainnya.

“Iyah, Kami turun kerja bakti lagi hari Sabtu 8 Februari 2025.

Terhitung, ini ke 6 kalinya Kami berinisiatif gotong royong membersihkan badan jalan demi kelancaran ekonomi Kami, juga akses untuk pendidikan, kesehatan dan keperluan lainnya.

Kami kerja menggunakan peralatan seadanya.

Kan, kalau Kami orang kecil yang bodoh ini, Kami mau harap apalagi.

Upaya dari Pemdes untuk berkonsultasi saja tidak ada jawaban, maka dengan spontanitas Kami mengambil inisiatif ini.

Kami berkomitmen untuk selalu siap bekerja bergotong royong walaupun dengan tenaga dan peralatan terbatas, Kami siap bekerja kapan saja ketika jalur ini bermasalah,”tegas Paskalis Ipir, salah satu warga dari Desa Hewa, yang selalu bersemangat dan menggerakkan saudara-saudara warga sekitarnya.

Menurutnya, prinsip mereka kerja supaya bisa hidup, karena jalur ini satu-satunya yang paling diandalkan.

Ditanya Wartawan selama 6 kali turun kerja bakti apakah dari pemerintah kecamatan Wulanggitang dan Pemkab Flotim, terutama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim turun memantau dan sama-sama kerja bakti?

Pemilik Dump Truk dari Desa Hewa yang sempat mengungsi di Poslap Eputobi, dan Dump Truknya 6 kali dipakai tapi belum dibayar hingga saat ini, mengakui jika hingga 6 kali kerja tidak pernah sekalipun pejabat atau staf dari Pemerintah Kecamatan Wulanggitang maupun Pemda Flotim yang turun ke lokasi terdampak bencana ini.

“Prinsip Kami, Kami kerja supaya Kami bisa lewat. Kita mau salahkan siapa?

Ini alam jadi dengan ikhlas dan semangat untuk berkorban demi kakak adik semua,”ujar Paskalis Ipir, dengan polos penuh semangat.

Pria berbadan kekar ini juga mengaku senang sekali dengan hasil kerja keras Hari Sabtu (8/2/2025) karena bersama warga lainnya mampu memindahkan batu besar dari Gunung Lewotobi yang selama ini menutup sebagian badan jalan sehingga sulit dilewati mobil dengan lancar.

Warga yang turun kerja, sebut Paskalis Ipir, lebih dari 40 orang.

“Biasanya selalu banyak orang yang turun kerja, setiap kali ada kerja bakti seperti ini.

Semua bergotong royong karena sadar kalau jalan ini milik semua dan setiap hari dilintasi,”pungkasnya.

Dibagian lainnya, Warga Desa Waiula Anton Dopi Liwu juga mengaku jika sampai saat ini, belum ada pejabat dari Pemerintah Kecamatan Wulanggitang dan Pemda Flotim yang turun meninjau langsung kondisi Kali Waimuring dan Duang yang sudah rusak parah sejak dilanda banjir lahar dingin Gunung Lewotobi beberapa waktu lalu.

“Ini kali ke 6 Kami warga 5 desa di Pantai Selatan Kecamatan Wulanggitang, juga 2 desa dari Kecamatan Ile Bura yakni Riangbura dan Lewoawang yang ikut bakti sosial pembersihan badan jalan.

Kami berencana dalam waktu dekat ke Pemda Flotim dalam hal ini Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid untuk berdialog terkait apa perhatian Pemda Flotim untuk kondisi jalan Duang-Waimuring yang semakin rusak parah.

Sepertinya sudah tidak ada perhatian lagi dari Pemda Flotim dan Pemerintah Kecamatan Wulanggitang terhadap kondisi masyarakat di 5 desa pantai selatan yang semakin terisolasi jikalau jalan ini putus total kedepan,”pungkasnya.

Pihaknya, sebut Tonce Liwu sedang berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat dari 5 desa untuk ke Larantuka.

Besar harapan, semoga warga bisa bertemu Penjabat Bupati Flotim,”katanya.

Sebagaimana yang dirilis Tribunnews Flotim beberapa waktu lalu, dalam rapat dengar pendapat antara DPRD dan Pemda Flotim, terkait kondisi penanganan wilayah terdampak erupsi dan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi seperti kondisi jalan Duang-Waimuring di Desa Nawakote-Waiula Kecamatan Wulanggitang, Kepala Dinas PUPR Flotim Saul Hekin, ST.,M.Si dalam menjawab desakan 2 Anggota DPRD Flotim asal Wulanggitang, Juven Hikon dari Partai Gerindra dan Abdon Julius,SH dari Partai NasDem, menjelaskan, pihak menunggu cuaca membaik, agar mobilisasi alat berat ke lokasi terdampak bisa dilakukan.

Baik Juven Hikon maupun Abdon Julius mendesak Pemda Flotim dalam hal Dinas teknis agar segera turun tangan bersama warga memperbaiki akses jalan Boru-Nawakote-Waiula-Hewa yang terdampak erupsi dan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi.

Pasalnya, kondisi jalan kian mengkhawatirkan dan mengancam aktivitas perekonomian warga, juga pendidikan dan kesehatan jika tak segera ditangani dengan baik.

Dua politisi muda di Gedung Bale Gelekat Lewotanah Flotim yang cukup vokal ini, secara terang sampaikan yang dibutuhkan saat ini yakni alat berat seperti Eksavator atau Greder untuk bersihkan material diatas badan jalan. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version