
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –Hujan deras disertai kilat guntur di puncak Gunung Api Lewotobi Perempuan dan Laki-laki, Rabu 12 Maret 2025 siang, yang mengirim banjir lahar dingin menerjang jalur jalan Boru-Waiula Kecamatan Wulanggitang, menimbulkan tumpukan material lahar, batu, lumpur dan pasir di jalur Waimuring, membuat jalur transportasi darat di wilayah itu terancam putus total, jika tak lekas ditangani.
Selain partisipasi gotong royong warga pengguna jalan dari 5 desa di Pantai Selatan Wulanggitang yakni Desa Waiula, Hewa, Odjandetun, Pantai Oa dan Nawakote, serta Desa Riangbura dan Lewoawang Kecamatan Ile Bura, untuk turun kerja bakti bersama, Pemda Flotim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim agar segera turun tangan, sebelum terjadi hal-hal yang lebih buruk,”ujar Anton Dopi Liwu, SH, salah satu Tokoh Muda Desa Waiula, yang ikut menggerakkan warga selalu sigap turun membersihkan badan jalan Duang dan Waimuring selama ini.
Pihaknya, sebut Dopi Liwu, berencana dalam waktu dekat bersama warga dan tokoh masyarakat ke Larantuka bertemu Bupati-Wakil Bupati Flotim Anton Doni-Ignas Uran untuk menyampaikan kondisi keprihatinan terhadap kondisi jalan Boru-Waiula, terutama di jalur Duang-Waimuring yang selama ini tak pernah diperhatikan oleh Dinas PUPR dan BPBD Flotim.
“Besok Kamis 13 Maret 2025 mulai pukul 06.00 WITA akan dilakukan bakti bersama oleh seluruh masyarakat pemanfaat jalan trans Waiula-Boru, membersihkan tumpukan material lahar dingin, batu, kayu, pasir di Kali Waimuring dan Duang yang mulai menimbun badan jalan.
Tumpukan material itu membuat arus lalu lintas sangat terhambat dan rawan bahaya ancam keselamatan warga pengguna jalan.
Sehingga musti segera dibersihkan, karena jalur ini satu-satunya jalur transportasi yang paling diandalkan masyarakat untuk memenuhi berbagai aktivitas sehari-hari,”sambungnya.
Dikatakannya, selama ini bersama warga selalu kerja bakti pembersihan material setiap kali ada banjir lahar dingin Gunung Lewotobi.
Hanya saja, karena kerja secara manual dengan peralatan seadanya sehingga sangat menyulitkan untuk dibuat jalur banjir biar jalan lebih aman.
“Beberapa kali Kami sampaikan ke Dinas PUPR Flotim dan BPBD Flotim namun tak ada respons sampai hari ini,”timpal Tonce Liwu, pedas.
Ia menambahkan, sesuai informasi yang telah dibagikan, pembersihan material yang menimbun badan jalan, tetap dilakukan Kamis (13/3/2025) pagi.
Warga diminta sarapan pagi secukupnya, membawa peralatan kerja cangkul, sekop, linggis, dodos dan lainnya.
“Pemilik kendaraan roda 2,4, dan 6 wajib hadir dan mengajak semua tenaga kerja untuk terlibat.
Pasalnya, jalur ini satu-satunya menjadi andalan seluruh masyarakat di Pantai Selatan Wulanggitang dan Ile Bura,”ketusnya, lagi.
Dia juga berharap dukungan seluruh Kepala Desa untuk menggerakkan masyarakatnya.
Juven Hikon: Kami Segera Panggil Dinas PUPR dan BPBD Flotim Sikapi
Dibagian lainnya, Anggota DPRD Flotim, yang juga Sekretaris Komisi 2 Juven Hikon, yang turun langsung ke lokasi Jalur Boru-Waiula, memantau jalur Duang-Waimuring, Rabu (12/3/2025) siang bersama Ketua Komisi 2 Theodorus Wungubelen, Anggota Abdon Yulius, Budi Sucipto dan Lego Ola, kepada Wartawan menjelaskan, kondisi jalur Duang-Waimuring ini memang dalam waktu temporer ini mesti bisa disikapi dulu.
“Paling tidak, dengan pembersihan material sepanjang ruas jalan menuju ke Duang-Waimuring-Waiula-Hewa dan seterusnya.
Supaya permudah akses jalan untuk transportasi baik roda 2, 4 dan 6 yang melintasi setiap hari.
Kami akan segera panggil Dinas PUPR dan BPBD Flotim untuk segera ambil langkah konkrit,”tegas Juven Hikon, yang mengakui Tim Komisi 2 DPRD Flotim pun hampir terjebak banjir lahar dingin saat melintasi karena buruknya akses jalan.
Ia pun mengapresiasi gerakan spontanitas dan sukarela warga 5 desa Pantai Selatan Wulanggitang dan juga Desa Riangbura-Lewoawang Ile Bura yang sigap turun tangan setiap kali ada banjir lahar dingin.
“Memang, jalur ini sangat rawan sehingga mesti disikapi secepatnya.
Apalagi, menjadi jalur andalan perekonomian, kesehatan, pendidikan dan berbagai aktivitas warga lainnya,”tutup Juven Hikon. (OLA)