Genangan Banjir Lumpur Gunung Lewotobi Dekat TPI Nurabelen Bisa Tutup Badan Jalan ke Laut

LARANTUKA, RANAKANEWS.com- Kondisi jalan trans Nobo-Wutun di titik 100 meter sebelum Plat Deker Nurabelen dekat gudang pabrik tepung ikan, kini terancam endapan lumpur tebal yang dibawa banjir lahar dingin Gunung Lewotobi, dan berpotensi melumpuhkan arus transportasi hingga sulit dilalui kendaraan.

Pasalnya, jalur aliran banjir yang sebelumnya cukup dalam dan hanya menjadi timbunan pasir yang dibawa banjir, kini mulai penuh dan mencapai badan jalan setelah hujan beberapa waktu lalu dan Rabu, 12 November 2025, pukul 15.00 WITA.

Jarak aman antara genangan lumpur tebal dan badan jalan yang sebelumnya sekitar 1 meter pun, praktis meluap ke badan jalan saat hujan Rabu (12/11/2025) siang.

Kendatipun masih bisa dilalui kendaraan pada Kamis (13/11/2025) pagi, namun dikhawatirkan jika terjadi hujan lagi dan membawa material banjir lumpur lahar dingin maka ruas jalan ini bisa tertimbun total hingga ke laut.

Apalagi, jarak antara badan jalan dan air laut saat kondisi pasang naik pun sangat dekat, yakni tak kurang dari 10 meter.

Sebagaimana pantauan Wartawan, saat melintasi jalur ini Rabu (12/11/2025) malam, terlihat jelas genangan banjir lumpur tebal memenuhi seluruh badan jalan hingga puluhan meter akibat terhalang mulut gorong-gorong Plat Deker.

Sementara sebagian material lumpur basah bercampur banjir sudah tembus di sebelah badan jalan menuju ke arah laut.

Warga yang melintas, baik dengan sepeda motor maupun mobil sangat kesulitan karena genangan air berlumpur setinggi betis orang dewasa.

Para pengendara sepeda motor dan mobil diingatkan agar selalu waspada dan hati-hati melintas saat sedang turun hujan.

“Iyah, ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga yang melintas, apalagi saat sedang turun hujan.

Sebaiknya tidak boleh melintas jika sedang hujan, apalagi saat sudah malam hari, karena bisa saja terjebak banjir lumpur lahar dingin,”ujar beberapa warga yang sedang ikut melintas di jalur ini dengan sepeda motor, Rabu (12/11/2025) malam, dan berhenti karena kondisi genangan lumpur tebal banjir lahar dingin Gunung Lewotobi tersebut.

Warga berharap, dalam beberapa hari kedepan kondisi lumpur lekas kering dan bisa diambil materialnya untuk mengantisipasi genangan banjir lumpur yang lebih besar dan menutup badan jalan, jika terjadi hujan lagi.

Pejabat Pelaksana Tugas Camat Ile Bura, Silvester Lein,S.Sos yang dikonfirmasi Wartawan, beberapa waktu lalu nyatakan terus berkoordinasi dan meminta pemerintah desa Nurabelen dan juga warga terdekat bisa gotong royong membersihkan timbunan material lumpur tersebut, agar tidak meluap ke badan jalan dan menganggu arus transportasi saat hujan.

“Ini memang kondisi alam dan perlu disikapi bersama supaya ada langkah antisipatif yang baik terhadap berbagai kemungkinan terburuk.

Kalau berkenaan, Pemdes Nurabelen, Tokoh Masyarakat dan Warga yang punya areal itu bisa atur untuk dikeruk dan diambil materialnya dengan Truk supaya jangan ada genangan timbunan lumpur tebal seperti itu,”ujarnya.

Ia juga menghimbau warga agar selalu memantau perkembangan cuaca maupun kondisi Gunung Lewotobi yang masih berpotensi erupsi , supaya lebih berhati-hati saat melintasi jalur pantai selatan Nobo-Nurebelen Kecamatan Ile Bura.

“Sebaiknya jangan melintas saat malam hari, apalagi saat sedang hujan karena sangat rawan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi,”tutupnya. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version