KUPANG, RANAKANEWS.com– Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Yayasan Puteri Indonesia menggelar Pemilihan Puteri Cilik dan Remaja NTT Tahun 2021, Rabu- Jumat (25- 27/ 8/2021).
Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, kegiatan hari ini adalah hari ketiga ajang pemilihan Puteri Cilik dan Remaja Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021.
“Tahun lalu (2020) sudah ada perwakilan kita dari NTT tetapi karena tahun lalu kita tidak sempat untuk bikin acaranya jadi tahun ini karena sudah ada pengalaman kita sudah bisa membuat ajang ini. Dan ajang ini secara nasionalnya ada dua kategori Puteri Cilik dan Puteri Remaja,” tutur Bunda Julie.

“Pada seleksi hari kedua dan hari ini para peserta akan memakai busana modifikasi tenun ikat NTT. Hari ini mereka memakai Gaun karena syarat dari panitia nasional. Tapi pada penampilan kedua hari kemarin menggunakan busana motif tenun ikat NTT malah panitia pusat menyatakan kekaguman mereka bahwa penampilan peserta tahun ini benar-benar luar biasa. Dengan motif tenun berbeda tiap kabupaten orang pusat yang awalnya tidak mengerti mereka jadi mengerti dan mengenal ragam motif tenun ikat NTT dari setiap kabupaten berbeda,” jelas Bunda Julie yang didampingi Ketua Yayasan Puteri Cilik dan Puteri Remaja Indonesia, Dery Dahlan dan Puteri Remaja 2020, Alfonsa Maria Theoloka Feka (Fasti), saat Konferensi Pers bersama awak media di Aula Sasando, Jl. RA. Kartini, No.1, Kelapa Lima, Kupang. Jumat (27/8/2021).
Lebih lanjut Bunda Julie mengatakan garis besarnya kalau pemilihan pageon apapun Dekranasda yang melaksanakannya dari 2019.
“Saya alami sejak 2019 sejak ada pemilihan puteri saya melihat antusiasnya makin tambah karena mungkin setelah adakan ajang ini ada kesempatan mereka menjadi tahu dan mereka punya harapan karena ada panggung- panggung yang oleh kami Dekranasda entah diajang nasional maupun internasional,
Sasaran yang ingin dicapai oleh Dekranasda bukan hanya menang kalahnya, tapi lebih melalui mereka yang hebat-hebat ini mereka menjadi contoh dan motivator untuk membangkitkan semangat anak-anak kita di seluruh NTT,” harap Bunda Julie.
Diakuinya dari peserta Puteri Cilik saja mereka sudah menunjukan tarian daerah yang luar biasa. Jadi itu kan sesuai visi misi Dekranasda.
“Karena kita tahu budaya kita sangat kaya, dan yang saya mau jual adalah bahwa nilai budaya kita yang tinggi. Jadi harus ada anak-anak kita yang meneruskan. Jadi kemarin termasuk saya terkejut sekali bahwa anak-anak sekarang masih tidak melupakan budaya kita,
Jadi saya merasa bukan hanya sekedar harapan, tapi kita sudah mencapai semestinya. Jadi saya berharap sampai 2023 masa tugas saya akan berakhir, paling tidak mereka-mereka ini walau saya sudah tidak ada mereka –mereka inilah yang akan lewat ikon-ikon, mereka akan meneruskan mempromosikan kekayaan budaya NTT,” harapnya.

“Kemarin kita dengan panitia anak-anak milenial Bintang Timur bekerja sama dengan Dekranasda membuka kesempatan bagi seluruh puteri di seluruh NTT. Dan pendaftar sangat antusias. Ada puluhan. Jadi terakhir ada 30 yang daftar untuk remaja puteri dan cilik ada 11,
Yang cilik karena hanya 11 kita tidak pilih lagi lewat virtual karena prokes PPKM. Kita ngadain acara tidak boleh lebih dari 46 orang termasuk panitia. Jadi kita ikutin prokes tersebut. Sehingga minggu kemarin kita lakukan pemilihan dari 30 finalis yang remaja sudah kami pilih 10. Jadi hari ini yang hadir dibelakang kita ini 10 puteri remaja dan 11 puteri cilik,” sambung Bunda Julie.
Lebih lanjut Politisi Nasdem yang kini anggota Komisi IV DPR RI ini menambahkan, peserta yang ikut pada sesi puncak yaitu pemilihan yang akan memilih masing-masing seorang puteri untuk kedua kategori (Remaja dan Cilik) hari ini pesertanya menggunakan dua busana berbahan bebas dan bahan tenun ikat NTT dirancang oleh Desaigner Tami Nugroho. Sponsor acara ini yaitu Vivo Smart Phone ,LT Pro, Dekranasda NTT dan Instagram.
“Pada awal pendaftaran, peserta pemilihan dengan dua kategori ini diikuti oleh 11 peserta puteri cilik berusia 9-14 tahun dan peserta remaja berusia 15-18 tahun sebanyak 10 orang. Setelah dilakukan seleksi untuk kelas remaja, berhasil lolos hingga tahap pemilihan sebanyak 10 orang hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puteri Cilik dan Puteri Remaja Indonesia, Dery Dahlan yang juga sebagai salah satu juri menjelaskan bahwa ajang pemilihan Puteri tahun 2021 ada dua kategori yaitu remaja dan cilik.
“Puteri Cilik dari usia 9-12 tahun dan Remaja dari usia 13- 18 tahun. Mereka masih sekolah. Mereka harus bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, cinta tanah air, memiliki kemampuan intelektual. Karena ada 4 aspek yang akan kita nilai yaitu, Pertama, Smart (cerdas), berpikir cerdas, bukan hanya pintar tetapi mereka cerdas. Kedua, behavior (keperibadian), yang karena pandemi sekarang agak berkurang. Jadi kita ingin kembalikan lagi kepribadian Indonesia kepada anak-anak kita. Ketiga, beauty bukan hanya cantik tapi bisa memanage dirinya untuk terlihat menarik. Keempat, inspiring artinya anak-anak yang terpilih ini kita harapkan dia menjadi inspirasi bagi remaja dan anak-anak lain,” jelas Dery.
“Bagi Puteri yang terpilih di tingkat Provinsi NTT dari kedua kategori ini akan diikutsertakan ditingkat nasional. Karena syarat dari nasional pendiri yayasan harus buat pemilihan ditingkat Provinsi dan saya memberi kesempatan dengan membuka untuk tingkat Kabupaten karena potensi ada disana dan akan ada juara 1,2,3 yang akan mewakili NTT untuk audisi ditingkat nasional dan disana akan dipilih untuk Puteri masing-masing kategori mewakili NTT. Pemilihannya pada akhir bulan Oktober di Jakarta,” tambahnya.
Puteri Remaja NTT 2020, Alfonsa Maria Feka yang juga sebagai juri pada Ajang Pemilihan Puteri Cilik dan Remaja NTT 2021 mengatakan puji Tuhan saat ini ketingkat nasional dan mendapatkan gelar sebagai Puteri Remaja Pariwisata Indonesia tahun 2020.
“Sangat bahagia karena dipercaya untuk membawa nama besar NTT dan sangat berterima kasih kepada orang- orang yang sudah mendukung saya,” ungkap Festi.
Festi berpesan kepada para peserta Puteri Cilik dan Remaja NTT 2021, semoga menjadi semakin semangat dan apa yang mereka impikan bisa terwujud.
Puteri Cilik NTT 2020, Liliani Gratia Imanuela Rondo mengatakan rasa bangga, saya bisa dapat jabatan sebagai Puteri Cilik NTT 2020.
Lanjut Bunda Julie mengatakan, Dekranasda selalu mempersiapkan peserta pemilihan apapun yang akan ke ajang nasional minimal 5-6 bulan sebelumnya.
‘Untuk ke ajang nasional mereka, kami akan persiapkan mereka publik speaking, les bahasa Inggris, belajar catwalk, make up. Dan mereka dari lintas dinas pariwisata akan bekali mereka dengan pengetahuan dan data pariwisata dan budaya, untuk mempersiapkan mereka bisa tampil di ajang nasional,” kata Bunda Julie. (MD)












