Daerah  

Bupati Paulus S.K.Limu: 1.015 KKM Difokuskan Mendapat Program Pemberdayaan Untuk Pengetasan Kemiskinan

WAIBAKUL, RANAKANEWS.com- Upaya percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem sudah menjadi agenda prioritas pemerintah, diantaranya melalui program pemberdayaan guna meningkatkan produktivitas dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Hal ini dikatakan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu dalam Musrenbang Kecamatan Katiku Tana, Kamis (17/2/2022) yang dihadiri Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola, Wakil Ketua I DPRD Umbu Neka Lelung, Wakil Ketua DPRD Drs. Umbu Neka Jarawoli, para Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah Dapil I, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat Katiku Tana, para Kepala Desa se-Kecamatan Katiku Tana serta peserta lainnya.

“Pengurangan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi semua pihak. Untuk itu perlu ada kemitraan yang kuat antar lembaga, baik antar pemerintah maupun non pemerintah,” ujarnya.

Bupati Paulus mengatakan upaya untuk menurunkan kemiskinan salah satunya adalah menciptakan lapangan kerja dan usaha.

Menurut Bupati untuk mewujudkannya, program pemberdayaan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonominya.

Bupati Paulus menilai sektor pertanian, hortikultura dan sektor perikanan sangat penting untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga bisa berkelanjutan.

Bupati Paulus menambahkan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI kembali mengalokasikan bantuan Alsintan berupa Traktor sebanyak 100 unit baik roda 2 dan roda 4 serta dryer atau mesin pengering dan mesin penggiling sebanyak 10 unit. Ini diberikan untuk mendukung pelaksanaan program Food Estate yang akan terus berlanjut hingga tahun 2024.

Menyadari begitu banyak bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian, Orang nomor satu di Kabupaten Sumba Tengah itu memerintahkan agar setiap Kepala Desa menyediakan lahan seluas 1 Ha ditiap desa untuk dikelola menjadi lahan hortikultura

“Bapak Desa wajib siapkan lahan minimal 1 hektar di tiap Desa untuk pengembangan hortikultura, kami akan siapkan alsintannya, benih, pupuk dan pendamping yang cakap dan handal dari Panah Merah. Tidak saja itu, dari sektor perikanan harus dibuatkan juga 100 hingga 200 kolam ikan. Kedua sektor diatas yang dikelola mampu menurunkan angka stunting dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdampak kemiskinan ekstrem di masa pandemi covid-19,” imbuhnya.

Karenanya, 1.015 KKM, stunting sebanyak 40 kasus, ibu hamil KEK sebanyak 17 kasus dan gizi buruk sebanyak 1 kasus yang menjadi penekanan dan prioritas utama yang dibahas untuk dituntaskan dalam forum musrenbang oleh semua pemangku kepentingan di wilayah kecamatan Katiku Tana.

Diakhir sambutannya, Bupati Paulus mengingatkan agar Camat dan Kepala Desa mempercepat vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan kepada masyarakat dalam setiap aktifitas.

“Saat ini ada varian baru omicron dengan tingkat penyebarannya 5 kali lebih cepat dari varian sebelumnya. Oleh karena itu, perketat kembali protokol kesehatan dan percepat vaksinasi terlebih bagi lansia dan anak-anak serta harus punya target berapa orang yang belum vaksin dan sudah divaksin, berapa lansia yang belum vaksin dan berapa anak-anak yang belum vaksin,” tutup Bupati.

Reporter: YB
Editor: Just. Darmoyuwono/RN)

error: Konten dilindungi!