KUPANG, RANAKANEWS.com- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU NTT), Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU NTT), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), untuk melakukan sosialisasi kebijakan penyelenggara pemilu kepada para Ketua DPC PKB se-NTT dan para kader dalam rangkaian Mukerwil dan Rakor LPP.

Demikian disampaikan Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, SE kepada media disela-sela kegiatan Mukerwil ke-3 dan Rakor LPP yang diselenggarakan di Aula Lantai Satu Hotel Kristal Kupang pada Sabtu (17/09/2022.
“Dengan hadirnya KPU, BAWASLU dan Kesbangpol NTT ini guna memberikan pemahaman yang lebih terhadap teman-teman yang bakal Caleg maupun jajaran pengurus untuk mengikuti aturan tahapannya,” jelas Ketua DPW PKB NTT.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada prinsipnya PKB itu sangat peduli dengan para penyelenggara pemilu, karena pentingnya dalam Partai politik itu harus bisa menjadi bagian kesuksesan Pemilu di Tahun 2024.
“Oleh karena itu, hari ini kita Partai Kebangkitan Bangsa dari 22 Kabupaten dan di tingkat Provinsi sama-sama menghadirkan Bawaslu, KPU dan Kesbangpol guna mendengar dan mencermati apa yang disampaikan oleh para penyelenggara tersebut,” kata Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTT itu.
“Maka dengan adanya sosialisasi ini kita berharap agar apa yang disampaikan ini bisa dapat memberikan pemahaman yang lebih terhadap teman-teman yang bakal Caleg maupun jajaran pengurus sehingga akan mengikuti aturan tahapan dalam proses nantinya,” tuturnya.
Sementara untuk penambahan perolehan kursi di setiap daerah maupun Provinsi itu adalah keinginan setiap Partai politik. “Namun perolehan itu harus selaras dengan aturan tatacara yang ada. Jangan sampai semangat untuk penambahan kursi lalu keluar dari aturan yang ada, itu tidak boleh,” tegas Aloisyus Malo Ladi.

Pada kesempatan yang sama perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Fransiskus Vincent Diaz, menurutnya bahwa pentingnya koordinasi antara peserta Pemilu dan penyelenggaraan KPU maupun Bawaslu.
“Hari ini punya nuansa baru sesuai tugas kami untuk bagaimana bisa mensosialisasikan informasi-informasi kepada stakeholder pemilihan. Pada Intinya kata Fransiskus, KPU hari ini hadir dengan tidak membeda-bedakan antar partai politik, namun hari ini kita hadir untuk mensosialisasikan apa yang menjadi tugas kami,” ujar Vincent disela-sela kegiatan. (TD)












