KUPANG, RANAKANEWS.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengeluarkan himbauan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi (JNS) kepada seluruh pemerintah Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga dalam menghadapi cuaca extrem.


Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisilia Q.Parera, Kepala BMKG Stasiun El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi, Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka, saat jumpa pers di Lantai 1 Kantor Gubernur NTT, Kamis (29/12/2022).

“Dalam menghadapi situasi extrem tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan selalu siap siaga terkhususnya masyarakat yang berdomisili di lereng gunung, pinggir sungai, dan daerah dataran rendah di sekitar aliran sungai, bila hujan berlebihan segera untuk mengevakuasi diri dan mencari titik aman. Sehingga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” kata Ambrosius.
Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kupang, Agung Sudiono Abadi, mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi mengalami cuaca extrem atau buruk dalam sepekan, Masyarakat tetap waspada. Juga menghimbau kepada Operator Laut seperti, ASDP, Garda Maritim, PT Flobamor, Pelni, Kapal Perintis.

“Berdasarkan perkiraan kondisi Global oleh BMKG, potensi hujan lebat dan hujan ringan akan melanda wilayah NTT dalam sepekan,” kata Agung Sudiono Abadi.
“Karena hampir seluruh wilayah NTT mengalami cuaca extrem sepekan kedepan, maka kita dari BMKG telah mengeluarkan himbauan dini kepada masyarakat, dan untuk mencegah cuaca extrem tersebut, kita dari BMKG biasanya mengeluarkan peringatan dini dari 7 hari, 31 hari serta 3 Jam, atau untuk 7 hari biasanya,” jelasnya.
“Namun, selain hujan, Agung juga menjelaskan bahwa, masyarakat juga perlu waspada terkait Angin, karena dalam Satu Minggu kedepan ini, kecepatan angin di perkirakan bisa mencapai 10-25 knot atau 10-45 kilo meter per jam,” ujar Agung.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka, juga menghimbau kepada Operator Laut seperti, ASDP, Garda Maritim, PT. Flobamor, Pelni, Kapal Perintis serta Driver Bus untuk tetap waspada.
“Karena daerah NTT ini, masuk dalam prediksi cuaca extrem, maka harapan kita, agar masyarakat tetap waspada. baik itu di Darat, Laut, maupun Udara untuk tetap waspada, terkhususnya bagi yang ingin berlibur Natal dan Tahun Baru.” pungkasnya. (TD)













