20 Siswa SDN Sikumana 2 Terima Bantuan Sembako dari Dosen Dr.Lanny Koroh

Dosen IAKN Kupang Dr.Lanny I.D.Koroh, M.Hum foto bersama Kepala Sekolah, Guru dan 2o siswa SDN Sikumana 2 saat menerima bantuan sembako di halaman sekolah di Jl.Oebon III, RT 023 RW 009, KM 8, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang-NTT. (Foto: Istimewa).

KUPANG, RANAKANEWS.com– Sebanyak 20 orang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sikumana 2 yang kategori kurang mampu menerima bantuan paket sembako. Bantuan itu berasal dari sumbangan sukarela keluarga Dosen Dr. Lanny I.D. Koroh,M.Hum.

Penyerahan bantuan sembako diserahkan langsung  Dr. Lanny  L.D. Koroh, Jumat (20/1/2023) pagi  di halaman sekolah tersebut di bilangan Jl. Oebon III, RT 023 RW 009 KM 8, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Jumat (20/1/2023)

Bantuan yang diberikan diterima langsung oleh siswa 20 orang, didampingi kepala sekolah dan guru-guru dengan penuh sukacita.

Ke Lima dari kanan Dosen IAKN Kupang, Dr.Lanny I.D.Koroh, M.Hum foto bersama guru-guru usai menyerahkan bantuan sembako kepada 20 orang siswa.

Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang ini mengatakatan, “Bantuan ini murni dari kita sendiri, dari keluarga saya; suami dan anak-anak. Sebenarnya sudah lama mau kesini itu dari tahun lalu, tapi karena belum ada kesempatan yang pas akhirnya kemarin ketemu ibu Yeni, saya langsung bilang Ibu Yeni ada sedikit berkat. Kayaknya ketong (kita) bawa ke Sikumana. Ya sudah putuskan hari ini,” tutur Dr.Lanny.

“Saya merasa terpanggil untuk membantu keluarga siswa kurang mampu memenuhi kebutuhan pokok hariannya.Tidak banyak 20 paket sembako yakni ada beras, ikan kaleng, minyak goreng, supermi,” sebut Dosen IAKN Kupang.

Lebih lanjut Lanny mengisahkan, “Tadi dapat kesempatan bercerita bertemu adik-adik secara langsung ya terharu juga, karena  ada yang keluarganya cacat, masih kelas 3 SD tapi dia sudah harus masak, di rumah, karena mamanya itu tidak bisa buat apa-apa. Dia harus memasak, dia harus mencuci pakaian, jadi potret kehidupan ya kayak-kayak  gini tuh dekat sekali dengan kita. Padahal kan kita bisa melihat bahwa pertumbuhan  ekonomi di Kota Kupang itu sepertinya menanjak sekali. Tapi  ternyata, ini masih wilayah Kota Kupang dan masih ada potret seperti itu. Masih butuh perhatian lebih dari pemerintah,” ungkap Lanny penuh haru.

“Kalau dilihat dari kondisi sekolahnya saya juga kaget. Oh kasian sekali mereka kondisinya  seperti ini. Fasilitas juga saya rasa masih sangat kurang. Saya berharap ada perhatian juga dari pemerintah, khususnya dari dinas pendidikan di Kota Kupang, bisa memperhatikan sekolah ini. Kasian anak-anak memiliki cita-cita yang luar biasa, mereka  punya harapan yang tinggi. Waktu saya tanya,  hobi apa? hobi baca. Tapi ya dilihat. Tadi saya main di perpustakaan juga buku -bukunya juga  masih sangat terbatas, nah bagaimana kita hadir,

“Saya  akademisi tentu memberikan perhatian serius  untuk pendidikan. Bagaimana kita melihat anak-anak  ini. Ini generasi emasnya Kota Kupang, generasi emasnya NTT. Kalau mereka dibiarkan bertumbuh dalam dunia pendidikan yang kurang baik, tentu anak-anak kita ini akan keterbelakangan dalam pendidikan, maka itu saya sangat berharap sekali yang pertama, pemerintah memberikan perhatian serius kepada sekolah ini di sini. Ini perbatasan kota. Kita liat akses masuk kesini saja sudah lumayan rumit. Nah saya berharap sekali pemerintah dapat  mensupport  sumber daya manusia untuk guru, juga fasilitas,” pinta Lanny.

       Wajah guru-guru yang gajinya sebulan Rp250.000.

Harapan untuk guru, tetap semangat mendidik, walaupun hanya dibayar Rp250 perbulan, dari dana BOS.

“Saya berharap mereka  (guru,red) tidak patah semangat, tetap semangat mendidik anak-anak yang luar biasa yang dititipkan di sekolah ini, “ ungkap Lanny didampingi  anak Omas Ardian Payong Dore, anak mantu Linda, 2 orang Dosen IAKN  Kupang ibu Ona Koordinator Prodi PAK, dan Ibu Yeny.

                  Kepala SDN Sikumana 2, Martha Linda Mbau,S.Pd.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sikumana 2, Martha Linda Mbau, S.Pd mengatakan, sekolah  ini mempunyai 4 ruang belajar, dengan jumlah  siswanya 261 orang. “Sehingga  pada semester ini sistem pembelajaran kita pakai shif-shifan jadi pagi dan siang hari karena ruang kelas terbatas,” kata Linda.

Mantan Kepala SDI  Naikoten 1 ini menambahkan, untuk guru-guru ASN ini  guru kelas VI, yang baru lolos P3K ini  2 orang guru, juga guru titipan dari Rote. Jadi yang lain itu, guru honor.

“Awalnya guru honor itu, dia punya gaji sebelum saya datang ini, gajinya Rp250.000  karena 30 persen. Jadi baru-baru ini kami rapat untuk dana BOS ini kita naikkan 40 persen, sehingga naik Rp400-Rp500 seperti itu,” tutur Linda.

Terkait fasilitas sekolah kata Linda, banyak yang belum ada antaralain: wc, ruang kelas, meja, kursi, ruang UKS, ruang Perpustakaan, komputer, dan untuk fasilitas umum seperti jalan, dan jaringan internet.

“Selama ini kami menggunakan WC hanya satu, untuk guru dan siswa. Padahal kami yang begini banyak orang, dan itu pun wc yang dibangun pakai uang pribadi kepala sekolah yang terdahulu Ibu Maria Bella Dappa, S.Pd,” akui istri pensiunan Tentara itu.

Martha  Linda Mbau yang juga Fasilitator Sekolah Ramah Anak Kota Kupang ini meminta kepada pemerintah agar memperhatian fasilitas sekolah, akses jalan, jaringan internet.

     Jalan berlubang tergenang air.

“Akses jalan kesini itu susah ibu, jaringan internet juga susah….sekarang ini semua pembelajaran menggunakan internet. Kami mau kirim data ke dinas harus lari cari warnet baru bisa akses. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah, tolong memperhatikan ini. Sebelumnya saya selaku kepala sekolah dan guru-guru juga siswa menyampaikan limpah terima kasih,” ungkap Linda kepada wartawan ranakanews.com, Jumat (20/1).

             Tampak depan.

Terlihat sekolah di tengah hutan, jalan penuh lubang dan berbatu.

Ia menambahkan, terkait bantuan sembako yang diberikan Dr Lanni Koroh, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih.

“Kami sangat berterima kasih, saya tidak membayangkan kemarin itu ditelp,Tuhan yang menggerakkan ibu Lanni memberi, dan ini pasti dengan suka cita dan kami menerima dengan penuh ucapan syukur,” ucap Linda.

“Kiranya Tuhan memberkati ibu Lanny  dalam tugas panggilannya sebagai Dosen dan juga didalam rumah tangga. Setiap langkah, setiap apa  yang diperbuat Tuhan memberkati,” ucap Linda mata berkaca-kaca. (TD)

error: Konten dilindungi!