Strategi dan Kebijakan Pemda Dalam Penanganan Bencana Cuaca Ekstrem

Kegiatan Geladi Ruang TTX di Lantai 5 Hotel Sylvia Kupang, NTT, Kamis (23/11/2023). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambros Kodo, S.Sos., M.Si mengatakan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mengantisipasi pencegahan Risiko Bencana di Kota Kupang.

Plt. Kepala BPBD Provinsi NTT, Ambros Kodo, S.Sos.,M.Si. (Dok: TD/ ranakanews.com).

Hal ini dikatakannya pada kegiatan Geladi Ruang (Table Top Exercise/TTX Rencana Kontijensi Cuaca ekstrem Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Sylvia Kupang, Kamis (23/11/2023).

Kegiatan Geladi Ruang (TTX)  dan Simulasi Posko (CPX) selama 2 hari  Kamis dan Jumat (23-24 November 2023) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah lembaga, mulai dari usur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akdemisi dan media massa ini dilaksanakan untuk membangun kolaborasi pentahelix dan memastikan agar setiap helix terlibat secara maksimal dalam rangka mewujudkan Kota Kupang yang tangguh bencana serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

75 orang dari Lembaga yang hadir pada kegiatan tersebut, Koordinator SIAP SIAGA, Pimpinan Yayasan Masyarakat Cita Madani Mitra ChildFund yang diwakili, Perwakilan Kepala BMKG NTT, Perwakilan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi, Stasiun Maritim, Perwakilan Kepala Basarnas Kantor Sar Kupang, Perwakilan Kapolres Kupang Kota, Perwakilan Dandim 1604 Kupang, BUMN, Akademisi, Lembaga Agama, LSM, Media baik Cetak, Elektronik maupun Online serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Plt Kepala BPBD NTT, Ambros Kodo mengungkapkan tentang pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mengantisipasi pencegahan Risiko Bencana di Kota Kupang.

Ia berharap melalui kolaborasi pentahelix ini, kerja-kerja untuk penguatan ketangguhan komunitas dapat ditingkatkan, sehingga Kota Kupang semakin tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

“NTT ini kan termasuk daerah yang rawan terhadap bencana cuaca ektrem, sebagaimana di dokumen kajian resiko bencana kita itu semua wilayah di NTT itu ancaman bencananya kelas tinggi. Oleh karena itu pada level Provinsi untuk koordinasi dan dukungan terhadap Kabupaten/Kota, itu sudah mempunyai rencana kontijensi cuaca ektrem dan sudah diuji dengan geladi ruang maupun geladi  posko,” ujar Ambros disela-sela kegiatan.

“Apresiasi untuk Pemerintah Kota Kupang, sebuah kolaborasi yang luar biasa, dimana, ada keterlibatan Forum Pencegahan Risiko Bencana Kota Kupang, ada keterlibatan SIAP SIAGA, keterlibatan ChildFund, dan juga BPBD Kota Kupang mereka menyusun rencana kontijensi cuaca ektrem kemudian hari ini menguji dengan geladi ruangan dan besok dengan geladi posko. Saya kira ini memang  mesti dilakukan juga oleh kabupaten yang lain karena seluruh wilayah NTT itu rawan terhadap bencana cuaca ektrem.

Nah dengan geladi simulasi ini artinya di dalam fase manajemen penanggulangan bencana ini dari pra bencana; Pencegahan dan Mitigasi, Kesiapsiagaan dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada tahap ini alam menunjukkan tanda atau signal bahwa bencana akan segera terjadi. Maka pada tahapan ini seluruh elemen terutama masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut. Kemudian tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkap Ambros.

Lanjut Ambros mengatakan, Untuk penyusunan dokumen RPB didukung oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana Adaptasi Berpraktik  Ilmu (FRB-API) Kota Kupang dibantu oleh SIAP SIAGA dan dananya dari BPBD Kota Kupang. Pendanaan Geladi Ruang TTX ini bersumber dari mitra SIAP SIAGA.  Geladi Posko bersumber dari ChildFund.

“Apresiasi atas kemitraan pentahelix yang terjadi sehingga kegiatan bisa berjalan terutama atas kontribusi besar mereka dalam membangun ketangguhan bencana di Kota Kupang,” tutup Ambros.

Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Jemmy D.Didoek, S.Pd., M.Si  dengan judul Materi ” Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Penanganan Bencana Cuaca Ekstrem’.

Dikatakan, belajar dari pengalaman Penanganan Cuaca Ekstrem dalam bentuk bencana Siklon Tropis Seroja tahun 2021 yang tumpang tindih, gagal dan terkesan tidak siap.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang merasa perlu adanya pembagian peran sebelum bencana tersebut kembali berulang. Pembagian peran untuk semua OPD/Instansi/Lembaga bahkan unsur masyarakat, dunia usaha, media dan akademisi karena bencana adalah urusan bersama. Pembagian peran tersebut tertuang dalam Dokumen Rencana Kontijensi Cuaca Ekstrim.

“Dokumen Rencana Kontijensi Cuaca Ekstrem saat ini dalam tahapan finalisasi. Strategi untuk dokumen ini menjadi dokumen hidup yang tidak hanya tersimpan di lemari adalah harus dilakukan Simulasi untuk melatih peran-peran yang tertuang dalam dokumen dimaksud sehingga pada saat terjadi bencana cuaca ekstrem, semua kita sudah mengetahui tugas dan tanggung jawab kita di mana; hari ini dan besok, akan dilaksanakan simulasi dokumen rencana kontijensi dalam bentuk Simulasi Ruang /Table  Top Exercise (TTX) dan Simulasi Posko /Command Post Exercise (CPX),” tandas Jemmy.

Salah satu strategi pemerintah Kota Kupang untuk tersedianya dokumen Rencana Kontijensi Cuaca Ekstrem serta terlaksananya kegiatan Simulasi adalah dengan ‘Berkolaborasi’ karena sesungguhnya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri.

“Kegiatan hari ini dan besok merupakan kolaborasi antara beberapa pihak yakni SIAP SIAGA, dan ChilFund Internasional melalui mitranya Yayasan Masyarakat Cita Madani serta support SDM dari Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Kota Kupang,” terang Jemmy.

Ucapan terima kasih disampaikannya kepada Program SIAP SIAGA ChilFund Internasional, Yayasan Masyarakat Cita Madani, Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Kota Kupang untuk semua dukungan, baik dana maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Terima Kasih juga ia sampaikan kepada Tim Penyusun dan Tim Penulis yang telah menyusun dan menulis dokumen Bencana Kontijensi Cuaca Ekstrim Kota Kupang serta Tim Teknis dari masing-masing OPD/Instansi /Lembaga yang telah mendukung dengan memberikan data-data yang dibutuhkan. (TD)


error: Konten dilindungi!