LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang naik level III (Siaga) sejak Senin, (01/01/2024) pukul 04.00 WITA, telah mencapai 860 jiwa dan berada di Pos Penanganan Kecamatan Wulanggitang, Desa Boru, langsung dikunjungi Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si, Dandim 1624 Flotim, Letkol.Inf.M.N.Simanjuntak,S.Ag.,M.I.P., dan Kapolres Flotim AKBP. I Nyoman Putra Sandita,S.H.,S.I.K.,M.H telah mendapat pasokan makanan dan minuman, Senin (01/01/2024) pukul 12.00 WITA.
Pasokan bantuan makanan dan minuman dari Pemda Flotim ini juga sekaligus memperkuat logistik dapur umum Pos Penanganan Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Boru, yang mulai bergerak.
Tiba dengan iringan mobil pembawa logistik beras, mie, minyak goreng, air minum, langsung diarahkan ke dalam halaman Kantor Camat Wulanggitang.
Penjabat Bupati Doris Rihi bersama Dandim 1624/Flotim Letkol.Inf.M.N.Simanjuntak, dan Kapolres Flotim AKBP.I Nyoman Putra Sandita, pun langsung mengunjungi warga korban yang berada di tenda, dan meninjau kegiatan beberapa ibu di dapur umum.
Kemudian, menuju meja pelayanan kesehatan dari Puskesmas Boru guna berdialog terkait kesiapan pelayanan kesehatan bagi para korban erupsi, sebelum melakukan rapat koordinasi bersama di ruang kerja Camat Wulanggitang.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri lengkap semua pihak terkait, termasuk Kepala Desa dari 5 desa terdampak, yakni Klatanlo, Hokeng Jaya, Nawakote, Boru dan Hewa.
Juga pihak Pos Pengamatan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Herman Yoseph.
Penjabat Bupati Doris Rihi dalam kesempatan itu menegaskan, agar data korban erupsi dan berbagai kebutuhannya agar akurat, dan terus diperhatikan dengan serius, supaya bisa ditangani dengan baik.
Informasi kepada masyarakat juga harus disampaikan dengan benar, dimana sumber data harus sesuai kewenangan.
Data harus akurat, tenda/tempat pengungsi lebih jelas.
Dapur umum yang saat ini sudah jalan, bisa ditambahkan lagi.
Kemudian, situasi saat ini di Kantor Camat berada di pinggir jalan negara, sehingga tolong dikawal agar setiap orang yang melintas tidak boleh terganggu.
Terutama korban erupsi yang rentan, seperti Ibu Hamil, Balita, Anak-Anak, Lansia, Berkebutuhan khusus dan orang sakit.
“Tolong semua pihak bergerak lebih sigap.
Pak Plt.Kasatlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, Kadinsos Flotim, Camat Wulanggitang, Kepala Puskesmas Boru, Para Kades dan semua pihak terkait, agar lebih mantapkan kerja lapangan,”tegas Doris Rihi.
Sembari menambahkan, prinsipnya Kita semua ingin ringankan dan pulihkan keadaan agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.
“Semua kebutuhan sesuai permintaan, saat ini sudah di lokasi seperti alas tidur, tenda, beras, air bersih, mie, minyak goreng, gula pasir, obat-obatan, masker.
Tinggal koordinasi terus supaya tidak jadi masalah dalam pelayanan kepada warga korban.
“Sekali lagi, data jumlah korban dan masalah harus akurat, agar kerja lebih fokus.
Karena data ini sangat dibutuhkan tidak hanya Pemda, tapi Gubernur hingga Presiden dan para menterinya.
Termasuk Kapolda NTT dan Korem 161/Wirasakti Kupang untuk diteruskan ke Kapolri dan Panglima TNI,”timpalnya.
Kapolres Flotim AKBP.I Nyoman Putra Sandita juga meminta agar langkah-langkah penanganan korban harus mulai lebih sigap , dengan satu garis komando.
Termasuk menyiapkan data akurat serta informasi yang benar terkait status Level III (Siaga) kepada masyarakat agar betul-betul paham.
“Saya juga ingatkan pengaturan jaga di Posko mulai ditingkatkan, agar bisa dilakukan juga patroli dengan pengeras suara kepada masyarakat dan pastikan informasi sampai ke masyarakat, terutama pada jalur merah.
Kita juga akan lakukan penebalan personil dari Polres Flotim dan Kodim 1624 Flotim.
Hal-hal yang belum maksimal akan dimaksimalkan.
Misalnya, terkait mengantisipasi berapa lama erupsi terjadi dan warga korban berada di tempat pengungsian,”ujarnya, serius.
Dandim Letkol.Inf.M.N.Simanjuntak juga mengingatkan, kesiapan dan kecepatan penanganan harus lebih ditingkatkan agar tiba waktunya yakni level IV, semuanya bisa diantisipasi.
Usai Rakor penanganan erupsi, Penjabat Bupati Doris Rihi, Dandim M.N..Simanjuntak, Kapolres AKBP. I Nyoman Putra Sandita meninjau korban erupsi yang berada di SMPN 1 Wulanggitang, SDI Kemiri, sebelum balik ke Larantuka.
Rekaman lapangan saat ini terdata, 860 warga korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki saat ini berada di Kantor Camat Wulanggitang, Mapolsek Wulanggitang, SMPN 1 Wulanggitang, SDI Kemiri dan Gedung Kopdit Remaja Hokeng Boru.
Mulai dari Ibu dan Balita, Anak-Anak, Remaja, Orang Dewasa dan Lansia.
Sebelumnya, Penjabat Bupati Doris Rihi bersama Dandim 1624/Flotim Letkol.Inf.M.N.Simanjuntak dan Kapolres Flotim AKBP. I Nyoman Putra Sandita juga menggelar Rakor Penanganan Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Pos Penanganan Korban Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Ile Bura, di Desa Dulipali. (OLA)










