Usut Tuntas Dana Bantuan Erupsi Lewotobi Rp150 juta Penjabat Gubernur NTT  & BNPB RI Tahap 2 Rp250 juta

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake sedang menyerahkan donasi dana siap pakai operasional penanganan pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki saat berkunjung ke tenda pengungsian Desa Konga: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake sedang menyerahkan donasi dana siap pakai operasional penanganan pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki saat berkunjung ke tenda pengungsian Desa Konga: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Relawan kemanusiaan untuk pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki hingga kini terus mempertanyakan dan meminta berbagai pihak mengusut tuntas keberadaan dana bantuan Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake senilai Rp150 juta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahap 2 sebesar Rp250 juta, yang sampai dengan saat ini belum dibuka ke publik, pasca Plt.Kalak BPBD Flotim Ahmad Duli,SE nyatakan Dana Siap Pakai Operasional yang masuk Rp250 juta dari BNPB Republik Indonesia.

Pernyataan tegas ini dilontarkan Bung Sila, Relawan Kemanusiaan Pancasila Sakti belum lama ini, sekaligus yang meminta Pemda Flotim harus membuka ke publik bantuan dana Pemprov NTT melalui Penjabat Gubernur Ayodhia G.L.Kalake senilai Rp150 juta dan BNPB Republik Indonesia tahap 2 senilai Rp250 juta, termasuk bantuan dari Open Donasi melalui rekening Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si, beserta seluruh penggunaannya agar bisa diketahui publik.

Menurutnya, selaku pegiat Relawan. kemanusiaan siap mengawal penggunaan dana tersebut, dan berharap dilakukan audit masuk keluarnya dana tersebut dengan benar.

“Saya kira, Pemda Flotim harus menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur secara terbuka melalui Media, dengan melampirkan nama, sumber bantuan, besarnya jumlah bantuan, hingga penggunaan seluruh bantuan tersebut.

Ini merupakan pertanggungjawaban moril yang mesti dibuat Pemda Flotim secara jujur dan terbuka kepada publik, agar para donatur bisa mempercayai bahwa bantuan yang diberikan bagi para pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, telah jelas dan benar digunakan untuk membantu para korban erupsi yang mengungsi,”terang Bung Sila, mengingatkan.

Pejabat dari BNPB Republik Indonesia saat menyerahkan bantuan dana siap pakai operasional tahap 1 senilai Rp250 kita kepada Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si di tenda pengungsian korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Konga: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Pejabat dari BNPB Republik Indonesia saat menyerahkan bantuan dana siap pakai operasional tahap 1 senilai Rp250 kita kepada Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si di tenda pengungsian korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Konga: Foto (OLA/Ranakanews.com)

Ia menambahkan, hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik kedepannya, jika ada bencana lagi masih bisa dipercaya bahwa manajemen penanganan korban bencana berjalan baik.

“Kita akan kawal dan tunggu Pemda Flotim mengumumkan publik, seluruh dana yang masuk, termasuk Bantuan Pemprov NTT Rp150 juta, BNPB Republik Indonesia tahap 2 Rp250 juta, serta penggunaannya,”pungkas Bung Sila.

Dikatakannya, menjadi aneh tapi lucu manakala bantuan dana siap pakai operasional bantuan Penjabat Gubernur NTT dan open donasi masyarakat ke rekening Penjabat Bupati Flotim sebesar Rp72 juta lebih tersebut, justru dimasukan sebagai pendapatan mendahului perubahan APBD Flotim tahun anggaran 2024, sebagaimana informasi yang beredar saat Rapat Kerja DPRD Flotim dan Pemda Flotim, Senin (04/03/2024).

“Kami sedang konsolidasi untuk advokasi dana bantuan siap pakai operasional Penjabat Gubernur NTT, BNPB Republik Indonesia tahap 2 dan open donasi melalui rekening Penjabat Bupati Flotim.

Ini harus diusut tuntas sehingga jikalau ada yang bermain-main dengan dana bantuan kepada pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, harus diproses hukum,”pungkasnya, saat bincang-bincang dengan Wartawan belum lama ini.

Diketahui, dana siap pakai operasional bantuan Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake Rp150 juta ini diserahkan langsung kepada Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi saat kunjungan kerja perdana ke tenda pengungsian Konga dan Boru.

Demikian pula, dengan dana bantuan dari Kepala BNPB Republik Indonesia senilai Rp250 juta, saat tiba dengan Helikopter di Konga bertemu para korban pengungsian. (OLA)

error: Konten dilindungi!