KUPANG, RANAKANEWS.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT), melalui Bidang Pengabdian Masyarakat (P2M) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan “Soft Skill” tingkat SMA/SMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2024 hari kedua.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Bidang (Koorbid) Program Pengapdian Masyarakat (P2M) BNNP NTT, Lia Novika Ulya, S.KM tersebut diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta yang terdiri dari para guru Bimbingan Konseling (BK) di 10 (sepuluh) sekolah tingkat SMA/SMK yang menjadi “pilot project” kegiatan.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 20 dan 21 Juni 2024.
Pada hari kedua pelaksanaan, kegiatan diisi dengan materi Praktek Pengembangan “Soft Skill” melalui BK yang dipandu oleh fasilitator yaitu Ketua dan Wakil Ketua Forum GenRe NTT.
Para peserta mendapatkan “Training of Trainer” untuk membawakan modul ketahanan diri remaja anti narkoba kelak di lingkungan sekolah masing-masing.
Praktek modul berfokus pada 3 aspek/dimensi ketahanan diri remaja anti narkoba, yaitu perilaku asertif, regulasi diri, dan “reaching out”.
Terlihat para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan.
“Melalui materi tersebut, diharapkan para peserta memahami dan memiliki kapasitas untuk melaksanakan secara mandiri program “soft skill” anti narkoba di lingkungan masing-masing untuk meningkatkan daya tangkal remaja terhadap penyalahgunaan narkoba,” tandas Lia.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengisian rencana aksi program “soft skill,” evaluasi kegiatan, dan “post test” yang dipandu oleh Penyuluh Narkoba BNNP NTT, Anom Guritno, S.Sos.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan berjalan dengan baik.
#IndonesiaDrugFree
#IndonesiaBersinar. (TD)












