Ditengah Hujan Pasir Lewotobi, Tim Tionghoa Larantuka & Hamba Allah Surabaya Datangi 536 Korban Erupsi di Nelekenohing


Truk milik Toko Sumber Murni Keluarga Besar Tionghoa Larantuka sedang bongkar bantuan korban erupsi di Desa Nelekenohing Kecamatan Wulanggitang yang dikirim Keluarga Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya, Sabtu (9/11/2024) sore: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Ditengah hujan api pasir vulkanis Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Sabtu 9 November 2024 pukul 16.00 WITA, yang tak henti menebar teror, 4 Anggota Tim Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya, akhirnya tiba dengan selamat di Desa Nilekenohing Kecamatan Wulanggitang untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi 536 korban letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.

Sebanyak 30 dos Air mineral, 30 karung beras ukuran 5 Kg, 1 karung beras 50 Kg, 5 karung 20 Kg, Telur 1 ikat, 1 dos pakaian, 1 dos minyak goreng Lovina, Gula, Garam, Penyedap Rasa, Susu Kaleng, dan beberapa barang kebutuhan lainnya, diserahkan langsung perwakilan Tim Relawan Koko Thomas Arif Wijaya kepada Kepala Desa Nilekenohing Andreas Danga, usai lapor diri.

Melewati jalur zona merah Nobo-Dulipali-Klatanlo-Hokeng Jaya ke Pululera, dan menaklukan jalan bebatuan sepanjang lebih dari 5 Km dari Pululera ke Nelekenohing, Koko Arif Wijaya yang juga menyetir Truk milik Toko Sumber Murni Larantuka, penuh percaya diri dan berani, meski harus melawan abu pasir vulkanis sepanjang jalan dan gemuruh erupsi yang terus terjadi.

Mobil Truk bermuatan penuh itu harus berani jalan pelan dan butuh nyali besar untuk bersabar ditengah ancaman erupsi.

Pasalnya, saat melintasi sepanjang jalur dari Dulipali, Klatanlo, Hokeng Jaya hingga Pululera, erupsi sedang terjadi dan abu vulkanis berwarna kelabu coklat pekat tetap berada di atas puncak ke arah Utara, Barat Daya dan Barat.

Kepala Desa Nilekenohing Andreas Danga kepada Wartawan mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada Tuhan, serta Keluarga Besar Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya atas bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan kemanusiaan ini bisa sampai di Nelekenohing yang jauh dan harus menempuh medan jalan yang rusak.

Kami disini menampung 536 jiwa dari 6 desa yang datang mengungsi sejak hari Senin 4 November 2024, dinihari.

Bantuan ini akan segera Kami bagikan kepada para korban letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki secara adil dan merata,”ujarnya, terbuka dihadapan Tim Relawan.

Serah terima barang bantuan ini dilakukan setelah dibongkar dari dalam Truk.

“Memang ini seberapa saja bantuan. Tapi, semoga meringankan beban para korban erupsi,”tutur Thomas Arif Wijaya, tersenyum.

Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya juga membagikan Roti buat anak-anak korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Nelekenohing.

“Sedih melihat anak-anak yang begitu riang saat dibagikan Roti.

Padahal, Mereka tidak tahu kalau berada di tempat pengungsian karena letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki,”ujar Koko Arif Wijaya, lagi.

Rencananya, Tim Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya mendatangi lagi korban erupsi di Nelekenohing dan di hutan-hutan sepanjang jalan ke Nelekenohing.

Ketua BPD Desa Nelekenohing Robertus Danga dan Kaur Pemerintahan Maria Danga kepada Wartawan di Kantor Desa Nelekenohing saat penyerahan bantuan itu menambahkan, sebanyak 536 jiwa yang berada di desanya.

Semuanya dibagikan secara adil dan merata bantuan yang masuk, untuk dimasak makan sendiri di rumah yang ditempatinya.

“Kami tidak ada dapur umum, sehingga dibagikan mentah lalu Mereka masak sendiri dirumah yang ditempati.

Disini juga butuh bantuan Tikar atau Kasur untuk tidur, juga kebutuhan Balita dan anak-anak,”ujar Robertus Danga dan Maria Danga.

Salah satu korban erupsi asal Pululera mengaku merasa aman di Nelekenohing.

“Disini aman Pak. Bantuan juga dibagikan adil dan merata.

Dibagi mentah nanti Kami atur masak makan dan minum sendiri.

Kami juga butuh tikar, kasur, perlengkapan Balita dan anak-anak,”ujarnya meski enggan menyebut namanya, saat dihampiri Wartawan.

Usai menyerahkan bantuan, mobil bergerak keluar dari Nelekenohing sekitar pukul 18.00 WITA, saat gemuruh Gunung Api Lewotobi Laki-Laki terus terjadi.

Meski was-was dan sedikit gugup namun Truk tetap bergerak maju perlahan, hingga akhirnya lolos keluar dari Pululera, setelah sempat berhenti memberikan bantuan bagi warga di tenda-tenda pengungsian di tengah hutan yang dikoordinir Andreas Suban Seda, warga Pululera.

Tim Relawan beranggotakan Jurnalis Roberth Ola Bebe, Fotografer Nando, Supir Arif Wijaya dan Igen selamat keluar dari Pululera, setelah sempat dihantui rasa cemas karena saat Truk bergerak turun dari Pululera sekitar pukul 19.00 WITA, tampak guguran lahar panas letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki pun sedang mengalir turun ke arah Klatanlo dan Dulipali. (OLA)

error: Konten dilindungi!