
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Tercatat, terus terjadi erupsi beruntun Gunung Api Lewotobi Laki-Laki pasca langkah berani Pemda Flores Timur memulangkan sebagian penyintas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, dari Desa Hewa, Waiula, Odjandetun, Boru dan Pululera.
Butuh siaga Pemda Flotim dan berbagai pihak guna memastikan kondisi nyaman para warga penyintas yang dipulangkan tersebut.
Dari sumber data Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera disebutkan, erupsi beruntun Gunung Api Lewotobi Laki-Laki berstatus level IV Awas, Selasa 10 Desember 2024 pukul 20.48 WITA, dengan tinggi kolom abu kelabu setinggi 500 meter diatas puncak condong ke arah Utara Timur Laut.
Dan, pada pukul 22.53 WITA dengan tinggi kolom abu putih kelabu 1000 meter diatas puncak, arah Utara, Timur Laut, disertai gemuruh.
Kemudian, pada Rabu 11 Desember 2024 pukul 09.42 WITA, tinggi kolom tak teramati dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm, durasi 3 menit 15 detik.
Aktivitas vulkanis ini telah memantik perhatian serius dan tetap siaga bagi kondisi warga penyintas agar tetap aman dan selamat dari bahaya.
“Iyah, Kita semua berharap agar para warga penyintas Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang telah dipulangkan Pemda Flotim, yakni Desa Waiula, Odjandetun, Hewa dan Boru, tetap diberikan perhatian serius dan siaga selalu.
Apalagi, hujan juga intensitasnya mulai tinggi, membuat rumah warga yang rusak tentunya menyulitkan mereka untuk bisa tinggal dengan aman saat ini.
Kemudian, akses jalan ke desa-desa terdampak juga masih dalam keadaan rusak parah,”ujar warga penyintas Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Frederick saat ngobrol bersama Wartawan, di Lewotobi.
Selain itu, hujan yang terus mengguyur sejak Minggu 8 Desember 2024 hingga Selasa 10 Desember 2024 kian menambah kekhawatiran akan datangnya bencana susulan.
Kendatipun, Selasa 10 Desember 2024 Siang hingga Sore terpantau sejumlah Truk membawa pasokan logistik melintasi jalur selatan Ile Bura ke arah Desa Waiula.
“Ini kondisi cuaca ekstrim sesuai ramalan BMKG, masih terjadi hujan dan angin kencang hingga Jumat 13 Desember 2024.
Namun Kita semua berharap tidak ada lagi bencana,”tambah Rens Kewuta, warga Desa Nurabelen.
Sementara warga Desa Waiula, Anton saat ditemui Wartawan, Rabu (11/12/2024) sore di Dusun Tabana berharap Pemda Flotim segera mobilisasi alat berat untuk membersihkan material di sepanjang badan jalan dari Boru ke Nawokote.
Terutama di dua titik jalan yang putus total ditimbun batu besar yang dibawa banjir dari Gunung Lewotobi, yakni: sebelum masuk Kampung Duang dan setelah Duang.
Dari pantuan langsung Wartawan, terlihat banyak kerusakan parah, diantaranya Rumah, Sekolah, Gereja, dan fasilitas publik lainnya.
Pohon juga banyak yang tumbang, longsoran batu yang dibawa banjir memenuhi badan jalan dan menyulitkan jalur transportasi kendaraan.
Pemda Flotim juga diharapkan terus membangun koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan Pemprop NTT dan Pemerintah Pusat, serta Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Nasional di Bandung.
Demikian pula, di jalur selatan Nobo-Wutun Ile Bura, khususnya Buranilan ke Riangbura, butuh perbaikan cepat untuk keselamatan penumpang dan kendaraan yang melintas setiap saat.
“Pemda Flotim mesti siaga bencana, menyiapkan alat berat pada jalur-jalur jalan yang saat ini dilintasi setiap saat untuk memastikan aman dilalui kendaraan, terutama pada jalur yang rawan longsoran dan kondisi jalannya rusak parah,”tambah Samson Nama, salah satu warga penyintas.
Sebagaimana diketahui, longsoran yang terjadi di jalur Utara Lato, dan sempat membuat lalu lintas kendaraan macet, perlu diantisipasi kedepan oleh Pemda Flotim, dengan siaga alat berat.
Apalagi, memasuki musim hujan puncak pada bulan Maret April 2025 nanti. (OLA)












