Puluhan Ibu- Ibu KPK NTT Dapat Pelatihan Gratis: Ini Kata Ketua LKP Tata Boga Swakarya

Peserta Pelatihan gratis membuat Nugget Ikan Tuna, Abon, Tata Rias dan Asesoris di LPK Tata Boga Swarya Kupang, NTT, Kamis (4/4/2025). (Dok:TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Puluhan Ibu-Ibu yang tergabung dalam Komunitas Perempuan Kreatif (KPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pelatihan gratis dari Lembaga Kursus Dan Pelatihan Tata Boga Swakarya, Kamis (3/4/2025).

Kegiatan  pelatihan gratis ini diikuti KPK Provinsi dan KPK Kota Kupang, dirangkaikan dengan sosialisasi tentang Koperasi Pintu Air.

Hadir Instruktur pada Pelatihan ini yakni ibu Ratna Mella, Ibu Merry Radja, Ibu Erna Hungga, Ibu Grace Mesah dan Ibu Anthoneta Balukh.Turut hadir Ketua KPK Kota Kupang, Nonny M. Makunimau bersama perwakilan setiap divisi.

Ketua KPK Provinsi NTT Ratna Mella mengatakan, Komunitas Perempuan Kreatif Kota Kupang kita baru mau bentuk, namun sebelum dibentuk kita sudah memulai beberapa kegiatan antaralain: pelatihan membuat nugget ikan tuna, abon dan pindang ikan tuna.

“Dan kegiatan hari ini kita mengulangi lagi untuk yang belum pernah mengikuti pelatihan yaitu nugget ikan tuna, abon ikan tuna, tata rias wajah dan rambut sanggul moderen dan asesoris,” ungkap Instruktur Pelatihan Nugget Ikan Tuna didampingi Evi Loloin.

Hadir Instruktur pada Pelatihan ini, Merry Radja, Erna Hungga, Grace Mesah, Anthoneta Balukh,

Ia meyakini ibu-ibu dari Komunitas Perempuan Kreatif ini memiliki potensi yang perlu digali dan dikembangkan.

Pimpinan Lembaga Kursus Tata Boga Swakarya ini  berharap setelah mendapatkan pelatihan ini, sekitar 30 dari total 60 anggota KPK NTT yang dipimpin Ratna Mella ini bisa mendapatkan skill yang dapat memberikan penghidupan yang layak dari hasil salon kecantikan atau tata rias pengantin, pelatihan Nugget Ikan Tuna, Abon Ikan Tuna, Asesoris.

Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang, Aloysius Kamil menyampaikan apresiasi kepada KPK Kota Kupang sangat responsif terhadap program unggulan KPK di Kota Kupang yang menjadikan para ibu-ibu ini semakin meningkatnya semangat dan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha atau berwirausaha.

“Kepercayaan ibu-ibu ini semakin meningkat setelah dilatih skill yang bisa dimanfaatkan dalam mengembangkan kemampuannya di segala aspek. Sehingga mereka sebagai perempuan dan ada yang sebagai kepala keluarga bisa lebih berdaya guna dan memberikan kesejahteraan kepada keluarganya,” ucap Alosius Kamil.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KPK Kota Kupang yang responsif terhadap Kopdit Pintu Air terlihat banyaknya yang bertanya dan yang memberi testimoni dari yang sudah bergabung jadi anggota.

“Dengan Mata si Lumat Si Buta Dapat Melihat. Dengan Kaki si Buta, Si Lumpuh Bisa Berjalan artinya Kau Susah Aku Bantu. Aku Susah Kau Bantu, motto Kopdit Pintu Air” jelas Alosius Kamil yang didampingi Manager Pintu Air Cabang Kupang, Margaretha Dua Mite mengatakan, KSP Kopdit Pintu Air menerapkan pola 3 R yakni Reshcedulin, Restrukturisasi dan Reconditioning agar anggota tetap membayar angsuran sesuai kemampuannya.

“Jadi selain pendekatan persuasif ke anggota, kita tetap terapkan pola 3 R. Ya win win solution,” kata Margaretha diamini peserta KPK yang hadir.

Pola ini, katanya, memberikan ruang kepada anggota untuk tetap membayar pinjaman sesuai kemampuan, diperpanjang masa angsuran, potong bunga pinjaman dengan perpanjang waktu angsuran serta memperbolehkan anggota untuk menyetor hanya bunga plus kewajiban tanpa harus membayar pokoknya.

Salah seorang peserta yang hadir, Mathildis Din memberi apresiasi atas kinerja pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air yang bisa meyakinkan ratusan ribu orang untuk menjadi anggota.

“Saya melihat KSP Kopdit Pintu Air berkembang baik, memiliki visi ‘Mensejahterakan seluruh anggota KSP Pintu Air’  sehingga mampu mengajak banyak orang untuk “bergotong royong”, saling membantu dalam wadah pemberdayaan ekonomi anggota.

Thildis mengaku dirinya sudah bergabung dengan Kopdit Pintu Air sejak tahun 2013 dan merasakan manfaat bersama koperasi itu.

Pada kesempatan itu Thildis mengajak peserta untuk masuk anggota KSP Kopdit Pintu Air karena menurutnya banyak manfaat ketika sudah masuk jadi anggota.

“Setiap anggota yang mendapatkan 1 orang anggota baru, diberikan insentif Rp50.000. Dan bagi anggota baru dalam keluarga diberikan isentif Rp20.000,” ujar Thildis.

“Kalau kita jadi anggota koperasi, apabila mengalami sakit akan tercover biaya rumah sakit dan apabila meninggal dunia, ahli waris akan menerima uang pertanggungan sesuai umur atau lama dia masuk jadi anggota. Jadi masuk jadi anggota karena banyak manfaat yang kita peroleh nanti,” tambah Thildis.

Lanjut Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang, Aloysius Kamil menambahkan, KSP Kopdit Pintu Air melayani seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Koperasi manfaat bagi pelaku usaha. Memberikan akses untuk mendapat modal usaha. UMKM yang bergabung ke koperasi dapat memperoleh manfaat berupa etos kerja, seperti kemandirian, disiplin, kerjasama dan lain-lain  saat mengembangkan usaha. Usaha yang belum besar, etos ini sebaiknya ditumbuhkan sejak dini. Bergabung dengan koperasi dapat menumbuhkan etos kerja sehingga perlahan-lahan dapat menjadi budaya perusahaan.

Sementara itu, Pembina, Chintia Pella mengatakan, kehadiran KPK untuk mengembangkan potensi perempuan di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai program yang fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan edukasi.

Menurut Chintia, masih banyak perempuan di NTT yang memiliki keterampilan dan bakat luar biasa tetapi belum mendapatkan akses yang cukup terhadap pelatihan, bimbingan, serta pelung usaha. Sebagai upaya konkret, komunitas ini mengadakan berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan, seminar kewirausahaan, dan pendampingan bisnis bagi perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi.

“Selain itu, komunitas ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memastikan para perempuan mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dalam mengembangkan potensi mereka,” ungkap Chintia Pella.

“Melalui inisiatif ini, perempuan yang diharapkan di NTT tidak hanya mampu meningkatakan taraf hidup mereka sendiri tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (TD)

error: Konten dilindungi!