KUPANG, RANAKANEWS.com – Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi pertanian yang siap kerja dan berdaya saing tinggi melalui implementasi Teaching Factory (TEFA). Salah satu inovasi unggulan yang saat ini dikembangkan adalah TEFA Green House, sebuah fasilitas pembelajaran berbasis produksi yang mengintegrasikan teknologi pertanian modern dengan pendekatan praktis.
Di antara kegiatan utama dalam TEFA Green House ini adalah budidaya tanaman melon, yang telah dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan proses penyiraman dan pengendalian sistem irigasi tetes dilakukan secara otomatis dan efisien melalui aplikasi Tuya Smart. Dengan sistem ini, parameter penting dalam budidaya seperti kelembapan dan suhu dapat dipantau serta dikendalikan secara real-time menggunakan perangkat digital.
Koordinator TEFA Green House, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa. “Melalui TEFA ini, mahasiswa dibimbing untuk mengelola sistem pertanian berbasis teknologi secara mandiri. Mereka belajar bagaimana memantau, menganalisis, dan menyesuaikan kondisi lingkungan tumbuh secara presisi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program pendidikan vokasi, TEFA Green House berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa. Di sini, mahasiswa tidak hanya memahami teori dari bangku kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi — mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga panen dan pemasaran hasil. Hal ini memperkuat keterampilan teknis dan manajerial mereka untuk menjadi tenaga profesional maupun wirausaha muda di bidang agribisnis.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc yang dihubungi lewat telpon selulernya mengatakan bahwa, tujuan dari pengembangan TEFA Green House mencakup berbagai aspek penting, antara lain:
Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pertanian modern, khususnya penguasaan teknologi pertanian presisi seperti IoT.
Menerapkan model pembelajaran berbasis produksi, di mana proses belajar terintegrasi dengan praktik langsung di lapangan.
Membentuk lulusan yang siap kerja dan berjiwa wirausaha, dengan keterampilan teknis dan mentalitas kewirausahaan.
Mendorong inovasi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam penerapan teknologi dan pengembangan agribisnis.
Mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan, melalui produksi hortikultura yang efisien dan ramah lingkungan.
Menjadi sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), karena hasil produksi seperti melon dan sayuran memiliki nilai ekonomi yang bisa dijual ke masyarakat atau mitra industri.
Keberadaan TEFA Green House tidak hanya menjadi sarana pembelajaran unggul, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penguatan keuangan institusi melalui PNBP. Dana yang dihasilkan dari aktivitas ini digunakan kembali untuk meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan sarana prasarana, serta memperluas dampak positif pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar.
Dengan langkah strategis ini, Politani Kupang menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi pertanian yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan pertanian modern di era digital. (*/RN)












