Jelang Semana Santa, Ledakan Besar Gunung Lewotobi Kembali Terjadi, Warga Terus Siaga

 

Pasca ledakan besar Gunung Lewotobi Laki-Laki disusul erupsi abu vulkanik, Rabu 16 April 2025 pagi: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Menjelang perayaan Semana Santa Larantuka, Gunung Lewotobi Laki-laki yang dikenal ‘super’ aktif di Kabupaten Flores Timur, kembali meletus dengan ledakan besar, Rabu (16/4/2025) pukul 05.30 WITA, yang terdengar sangat jelas, dan membuat warga sontak terjaga, lari berhamburan keluar rumah, seperti yang terjadi di Desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura.

Salah satu desa yang berjarak lebih dari 15 Km dari Gunung Lewotobi Laki-Laki, terletak di Selatan, berhadapan dengan laut Sawu.

Beberapa Warga yang terhentak seketika saat mendengar ledakan dashyat dari Gunung Lewotobi, meski agak panik bergegas keluar rumah dengan tenang menuju ke jalan raya melihat ke arah Gunung Lewotobi.

“Dan, benar terlihat jelas setelah ledakan besar terjadi, langsung disusul semburan abu vulkanik berwarna Kelabu bergerak cepat naik ke angkasa.

Meski demikian, abu vulkanik Lewotobi terlihat tetap dan tak segera menyebar, karena suasana tenang dan tak ada angin yang berhembus membawa material vulkanik itu pergi.

Lebih dari 5 menit abu vulkanik Lewotobi tertahan di langit, dan terhalang awan putih, sebelum akhirnya terbawa angin sepoi-sepoi ke arah barat laut,”ujar Paul Aran, Kepala Dusun A Desa Lewotobi Ile Bura, yang juga ikut kaget dan langsung lari keluar rumah pasca dentuman besar di pagi hari tersebut.

Ia juga berharap, ledakan besar ini tak terjadi lagi supaya perayaan pekan suci, termasuk Semana Santa Larantuka bisa berjalan dengan aman lancar.

Puluhan warga Desa Lewotobi terlihat berada di jalan raya, sembari terus memantau ke arah Gunung Lewotobi.

Tak ada yang panik berlebihan dan tetap tenang siaga mendengar informasi lebih lanjut.

Selang beberapa saat, abu vulkanik kembali keluar dari puncak Gunung Lewotobi.

Kali ini tak ada dentuman susulan. Hanya abu vulkanik berwarna Kelabu pekat condong ke arah barat dan barat laut.

Informasi yang diperoleh Media dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Pululera Kecamatan Wulanggitang menyebutkan, letusan besar ini terekam di Seismogram dengan Amplitudo maksimal 47,3 Milimeter, durasi lebih dari 5 menit, berwarna Kelabu pekat condong ke arah Barat dan Barat Laut.

Letusan pada pukul 05.30 WITA, Rabu 16 April 2025 ini juga mengingatkan warga di sekitar Gunung Lewotobi agar tak lakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi.

Warga juga diingatkan tetap bermasker menjaga bahaya abu vulkanik bagi sistem pernapasan.

Selain itu, warga juga tidak boleh percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Hingga berita ini ditayang belum ada erupsi susulan Gunung Api Lewotobi Laki-laki.

Meskipun, cuaca di puncak Gunung Lewotobi terlihat sedikit tertutup kabut.

Sementara warga di Desa Lewotobi dan sekitarnya tetap beraktivitas seperti biasa.

Angkutan Pedesaan seperti Karya Raya, dan Putra Tunggal jurusan Larantuka, serta Angkutan Pedesaan Putra Tunggal jurusan Maumere tetap taksi seperti biasanya.

Hanya saja, warga tetap dihimbau bermasker saat keluar rumah.

Apalagi, saat ini memasuki musim pancaroba sehingga debu vulkanis rentan tertiup dan mengganggu pernapasan.

Bahkan, membuat batuk dan pilek, hingga radang tenggorokan.

750  Peziarah Sudah Tiba Dari 8000 an Yang Telah Daftar

Pihak Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka diwakili Romo Ansel Liwun,Pr dalam Konperensi  Pers di Larantuka, Selasa (15/4/2025) Sore dan juga dari informasi yang dihimpun Wartawan dijelaskan, saat ini sudah 750 peziarah yang telah tiba di Larantuka, dari 8000 an peziarah yang telah mendaftar dari Link yang disiapkan panitia.

Sementara Rabu (16/4/2025) pagi ada rombongan peziarah dari Kupang yang tiba dengan Fery PT.ASDP.

Selain itu, peziarah Warga Negara Asing (WNA) juga terpantau telah tiba di Kota Larantuka.

Peziarah juga mulai berziarah ke Wure, Rabu (16/4/2025) pagi.

“Kami pagi ini ada ziarah ke Wureh,”ujar Ignasius, salah satu peziarah kepada Wartawan sekaligus mericek kondisi pasca ledakan besar Gunung Lewotobi Laki-Laki. (OLA)

error: Konten dilindungi!