Pemberdayaan Orang Tua Melalui Demo Pembuatan Menu Tinggi Kalori

KUPANG, RANAKANEWS.com – Sebagai upaya menekan angka kasus Tuberkolosis (TB) paru pada anak sekaligus memperbaiki asupan gizi keluarga, Puskesmas Oesapa menggelar kegiatan “Pemberdayaan Orang Tua melalui Demo Pembuatan Menu Tinggi Kalori dan Protein bagi Anak TB Paru di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang pada Jumat (11/8/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan yang menyasar para orang tua balita, khususnya yang anaknya menderita TB paru maupun mengalami masalah gizi.

“Program ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam memilih serta mengolah makanan yang tepat bagi anak penderita TB paru. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat membangun kebiasaan pola makan sehat yang menunjang proses penyembuhan,” jelas Yohanes Don Bosko Demu, SKM.,MPH., Dosen Poltekes Kemenkes Kupang.

Lebih lanjut, tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku orang tua dan meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah menu tinggi kalori dan protein bagi  anak TB Paru.

Menurut Ketua Pengapdian Masyarakat ini, untuk mengatasi permasalahan Penyakit TB Paru pada balita membutuhkan perhatian yang ekstra dari orang tua dan keluarga dalam memberikan asupan yang bergizi kepada anak balita.

“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat kami memberikan salah satu contoh menu makanan yang tinggi kalori dan protein. Sebagai salah satu menu untuk memberikan nutrisi kepada anak balita sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh pada balita yang terkena TB Paru.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan contoh langsung kepada orang tua supaya dapat mengolah bahan makanan lokal untuk di jadikan menu tinggi kalori dan protein kepada anak balita. Dengan harapan dapat membantu memperbaiki kondisi penyakit TB paru pada anak balita,” ujarnya.

Acara diawali dengan penyuluhan mengenai TB paru pada balita oleh pengelola program TB Puskesmas Oesapa. Materi mencakup pengenalan penyakit, cara penularan, pengobatan, dan peran gizi dalam pemulihan. Orang tua dibekali panduan memilih jajanan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai gizi tinggi.

Usai penyuluhan, peserta diperkenalkan pada berbagai menu tinggi kalori dan protein pembuatan menu tinggi kalori dan protein. Petugas memperkenalkan bahan pangan yang mudah diperoleh di pasar lokal, lalu mempraktikkan langkah pengolahannya.

Hidangan yang telah disiapkan kemudian dicicipi bersama oleh seluruh peserta. Meski kegiatan ini disambut antusias, sejumlah pertanyaan mengemuka. Dengan tingginya angka TB paru pada balita di wilayah Oesapa, apakah kegiatan satu hari ini cukup untuk mengubah perilaku konsumsi di rumah tangga? Apakah menu yang diperkenalkan benar-benar sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga peserta? Selain itu, belum jelas bagaimana mekanisme pemantauan setelah pelatihan ini, termasuk target penurunan kasus TB paru balita yang ingin dicapai.

Puskesmas Oesapa diharapkan dapat memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesehatan anak di wilayah tersebut. (*)

error: Konten dilindungi!