KUPANG, RANAKANEWS.com – Sejumlah warga Kota Kupang mengeluhkan kualitas dan distribusi air yang tidak lancar. Mereka menyebut, air yang keluar dari kran rumah warga bukan saja mengalirnya sedikit bahkan tidak keluar sama sekali.
“Karena air tidak mengalir sama sekali sehingga saya sekarang menggunakan air tangky,” ungkap MD salah satu warga RT 032/RW 013, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.
Menanggapi keluhan warga tersebut Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil.,M.M menegaskan, masalah air bersih di Kota Kupang akan menjadi prioritas.
“Masalah air bersih ini akan kami perjuangkan bersama pemerintah Kota Kupang. Awal kepemimpinan saya ini, kami membuka kembali komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BLUD SPAM NTT. Juga dengan PDAM Kabupaten Kupang, Perbankan, serta pemerintah pusat. Dan kedepan akan bekerja sama dengan pemilik sumur bor yang ada di Kota Kupang untuk menyuplai air bersih,” ungkap Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa kepada ranakanews.com di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025).
Mantan Anggota DPRD Kota Kupang periode 2019- 2024 ini optimis, dengan kerja-kerja kolaboratif maka harapan pemerintah agar PDAM mengoptimalkan potensi yang ada memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat dalam kurun waktu lima tahun terwujud.
“Sebagai Direktur yang baru dilantik tentu tidak bisa berjalan sendiri, saya punya tim bersama teman-teman Perumda air Minum Kota Kupang kita akan melakukan ekselerasi dan percepatan, kolaborasi, kerja tim. Kita akan bentuk super tim, tim yang bagus supaya empat pekerjaan rumah (PR) yang Pak Wali Kota titipkan bisa kita laksanakan,” ungkap Isidorus Lilijawa.
Ia menyebutkan, Empat hal penting tersebut adalah pertama, Mengoptimalkan sumber-sumber air yang ada, baik mencari yang baru maupun mengoptimalkan yang ada.
Kedua, Melakukan Pipanisasi atau sambungan dari rumah ke rumah.
Ketiga, Membangun komunikasi lebih baik lagi dalam pengelolaan aset bersama pemerintah Kabupaten Kupang, yakni kolaborasi pemanfaatan sumber-sumber air milik PDAM Tirta Lontar. Dan yang Keempat, Melakukan penataan sumber daya manusia (SDM) pegawai Perumda Air Minum Kota Kupang sehingga terjadi efisiensi.
Ia juga berkomitmen membenahi managemen sumber daya Manusia (SDM) di lingkup PDAM Kota Kupang, agar tenaga-tenaga yang ada benar-benar optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini Perumda tengah melakukan penataan struktur kepegawaian untuk memastikan setiap pegawai bekerja sesuai kapasitas dan fungsi masing-masing. Dari total 91 pegawai, terdiri atas 81 orang ASN dan 10 orang tenaga harian lepas (THL). Selain pembenahan intenal, juga menjalin kerja sama dengan BPKP guna memperkuat sistem tata kelola dan akuntabilitas keuangan. Komunikasi juga dengan beberapa lembaga internasional yang sebelumnya terlibat dalam penyusunan rencana pengamanan air (Water Safety Plan),” ujar pria yang murah senyum dan bersahaja itu.
Menurutnya salah satu PR besar yang dihadapi adalah kondisi jaringan pipa yang telah berusia lebih dari 20 tahun. Pipa-pipa tua tersebut menyebabkan tingkat kebocoran yang tinggi atau yang dikenal dengan istilah Non-Revenue Water (NRW).
“Produksi kita sebenarnya sudah maksimal dari sisi sumber air, tapi banyak air yang hilang saat proses transmisi. Ini yang sedang kita benahi,” jelasnya. Selain memperbaiki jaringan, Isidorus juga berkomitmen menambah sambungan rumah di kawasan yang belum terlayani.
Lanjut Isidorus Lilijawa, berkaitan dengan SPAM Kali Dendeng itu memang ada sambungan rumah yang berdasarkan MoU dengan Dirjen Cipta Karya, ada tanggungjawab pemerintah Kota Kupang yang belum diselesaikan. “Jadi kita akan berkomunikasi dengan Wali Kota Kupang agar bisa menambah sambungan rumah termasuk dengan pompa yang perlu diganti,” ujarnya.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang juga berkomitmen memperluas pelayanan air minum kepada masyarakat dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang dimiliki, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Kupang, mengelola sumber air PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang.
Ia juga menjelaskan bahwa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang kini kembali menghadirkan terobosan untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.
Melalui program promo sambungan baru, PDAM secara resmi menurunkan biaya pemasangan dari Rp2.500.000 menjadi hanya Rp1.500.000, sebuah langkah yang disebut sebagai bentuk komitmen “PDAM Ramah Rakyat”.
“Program ini merupakan langkah strategis agar keluarga kurang mampu bisa mengakses air minum. Kami harap dengan promo ini, kebutuhan dasar warga bisa lebih mudah terpenuhi,” ungkap Isidorus.
Tak hanya menawarkan harga promo, PDAM juga memberikan kemudahan pembayaran bagi masyarakat. Dengan uang muka hanya Rp800.000, sisa biaya pemasangan sebesar Rp700.000 bisa dicicil hingga 7 kali. Program ini berlaku hingga Desember 2025, sebagai bagian dari peringatan dua momentum penting:Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2025) dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi NTT (20 Desember 2025)
“Program ini secara khusus ditujukan untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah, yang selama ini terkendala biaya saat ingin melakukan sambungan air meteran baru. “Air bersih adalah hak dasar. Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa tak ada lagi warga Kota Kupang yang kesulitan mendapatkan akses air hanya karena persoalan biaya,” jelas Isidorus Lilijawa yang juga aktif di Radio Tirilolok itu.
“Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi ketergantungan pada sumber air tidak layak konsumsi, serta memperluas jaringan layanan PDAM ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau. Warga yang ingin mengikuti program ini dapat langsung mengunjungi kantor PDAM Kota Kupang atau menghubungi layanan pelanggan resmi,” tambah Isidorus Lilijawa.
PDAM juga berencana membuka loket informasi keliling di sejumlah titik kelurahan untuk memudahkan proses pendaftaran. Dengan diluncurkannya program sambungan baru ramah rakyat, PDAM Kota Kupang menunjukkan keseriusannya dalam memperluas pelayanan air bersih secara berkeadilan dan terjangkau.
“Kami ingin air bersih hadir di setiap rumah warga. Inilah bentuk nyata PDAM hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga mitra pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa. (TD)












