
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Kondisi jalan trans Nobo-Wutun di titik 100 meter sebelum Plat Deker Nurabelen dekat gudang pabrik tepung ikan, kini terancam endapan lumpur tebal yang dibawa banjir lahar dingin Gunung Lewotobi, dan berpotensi melumpuhkan arus transportasi hingga sulit dilalui kendaraan, karena tersumbat di salah satu Plat Deker berjarak kurang lebih 100 meter dari TPI Nurabelen.
Pasalnya, jalur aliran banjir yang sebelumnya cukup dalam dan hanya menjadi timbunan pasir yang dibawa banjir skala kecil, kini mulai penuh dan hampir mencapai badan jalan setelah hujan beberapa hari kemarin.
Sementara itu, jarak aman antara genangan lumpur tebal dan badan jalan pun, praktis tinggal sedikit. Sekitar lebih dari 1 meter saja.
Bahkan, tebalnya lumpur sudah lebih tinggi dari badan jalan.
Dikhawatirkan jika terjadi hujan lagi dan membawa material banjir lumpur lahar dingin maka ruas jalan ini bisa tertimbun total hingga ke laut.
Apalagi, jarak antara badan jalan dan air laut saat kondisi pasang naik pun sangat dekat, yakni tak kurang dari 10 meter.
Sebagaimana pantauan Wartawan, saat melintasi jalur ini Jumat (17/10/2025) pagi, terlihat jelas genangan lumpur tebal yang masih basah sudah sangat dekat dengan badan jalan akibat terhalang mulut gorong-gorong Plat Deker.
Sementara sebagian material lumpur basah sudah tembus di sebelah badan jalan menuju ke arah laut, yang lolos masuk melalui Gorong-Gorong Plat Deker.
Apalagi posisi Plat Deker dan badan jalan di titik ini sudah lebih rendah dari timbunan lumpur berpasir tersebut, dimana areal genangan pun kian meluas.
Warga yang melintas, baik dengan sepeda motor maupun mobil diingatkan agar selalu waspada dan hati-hati saat sedang turun hujan.
“Iyah, ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga yang melintas, apalagi saat sedang turun hujan.
Sebaiknya tidak boleh melintas jika sedang hujan, apalagi saat sudah malam hari, karena bisa saja terjebak banjir lumpur lahar dingin,”ujar beberapa warga yang sedang ikut melintas di jalur ini dengan sepeda motor, Jumat (17/10/2025) pagi, dan berhenti melihat kondisi genangan lumpur tebal banjir lahar dingin Gunung Lewotobi yang masih basah tersebut.
Diharapkan, dalam beberapa hari kedepan kondisi lumpur lekas kering dan bisa diambil materialnya untuk mengantisipasi genangan banjir lumpur yang lebih besar dan menutup badan jalan, jika terjadi hujan lagi.
Pejabat Pelaksana Tugas Camat Ile Bura, Silvester Lein,S.Sos yang dikonfirmasi Wartawan, Jumat (17/10) malam meminta agar pemerintah desa Nurabelen dan juga warga terdekat bisa gotong royong membersihkan timbunan material lumpur tersebut, agar tidak meluap ke badan jalan dan menganggu arus transportasi saat hujan.
“Ini memang kondisi alam dan perlu disikapi bersama supaya ada langkah antisipatif yang baik terhadap berbagai kemungkinan terburuk.
Kalau berkenaan, Pemdes Nurabelen, Tokoh Masyarakat dan Warga yang punya areal itu bisa atur untuk dikeruk dan diambil materialnya dengan Truk supaya jangan ada genangan timbunan lumpur tebal seperti itu,”ujarnya.
Sil Lein belum bisa memastikan kesiapan alat berat untuk membantu bongkar timbunan lumpur basah itu untuk digunakan sebagai tanggul penahan sementara, karena masih harus berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kabupaten Flotim, termasuk dinas teknis terkait.
“Peran Pemdes, tokoh masyarakat dan warga Desa Nurabelen bisa lebih cepat bergerak. Jangan menunggu semuanya dari Pemda Flotim.
Bencana ini tanggung jawab semua pihak,”katanya meminta pengertian baik semua elemen masyarakat.
Ia juga menghimbau warga agar selalu memantau perkembangan cuaca maupun kondisi Gunung Lewotobi yang masih terus erupsi dan statusnya sudah naik ke level IV Awas, supaya lebih berhati-hati saat melintasi jalur pantai selatan Nobo-Nurebelen Kecamatan Ile Bura.
“Sebaiknya jangan melintas saat malam hari, apalagi saat sedang hujan karena sangat rawan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi,”tutupnya. (OLA)












