Wakil Walikota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc saat membuka kegiatan bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru, Jumat (1/5/2026). (Foto: TG).
KUPANG, RANAKANEWS.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, resmi membuka kegiatan bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Majelis Jemaat GMIT Kota Baru dan Rumah Sakit Mamami sebagai bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans beserta jajaran, perwakilan RS Mamami, Ketua Yayasan Mamami Kupang Reinheart Damanik, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, panitia pelaksana, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Serena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan peran gereja tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial dan penguatan solidaritas masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Majelis Jemaat GMIT Kota Baru dan Rumah Sakit Mamami atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Serena juga menyoroti pentingnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
“Ketika masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang baik, maka kualitas hidup meningkat dan harapan masa depan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans mengatakan kegiatan bakti sosial diawali dengan senam jantung sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia NTT.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran dan pengukuhan Klub Jantung Sehat Indonesia GMIT Kota Baru sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di kalangan jemaat dan masyarakat.
Ia menegaskan, gereja harus hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar, termasuk kesehatan.
“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak selalu mudah dijangkau, sehingga kolaborasi ini menjadi bentuk tanggung jawab iman sekaligus sosial gereja,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat kepedulian sosial di Kota Kupang. (CD/RN)












