Ratusan delegasi Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas dengan prosesi adat Manggarai.(Foto: Even Mardivanto)
RUTENG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyambut ratusan delegasi Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas dengan prosesi adat Manggarai di Natas Labar, Ruteng, Minggu (19/7/2026).
Penyambutan yang dipimpin langsung Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, menjadi penanda dimulainya rangkaian kongres nasional PMKRI yang untuk pertama kalinya digelar di Ruteng. Kegiatan ini berlangsung hingga 25 Juli 2026 dan diikuti ratusan delegasi dari 88 cabang PMKRI se-Indonesia.
Prosesi adat berlangsung khidmat dengan penyambutan khas Manggarai yang dilengkapi penampilan Tarian Tiba Meka oleh Sanggar Wela Songke. Para penari mengenakan kain tenun songke yang menjadi simbol kekayaan budaya Manggarai sekaligus ungkapan penghormatan kepada para tamu.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Manggarai, tokoh adat, serta pengurus PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus selaku tuan rumah penyelenggara.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Manggarai dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan forum tertinggi PMKRI. Menurutnya, seluruh peserta bukan sekadar tamu organisasi, tetapi juga keluarga besar masyarakat Manggarai.
“Kami menerima kedatangan teman-teman semua bukan hanya sebagai tamu PMKRI, tetapi sebagai tamu dan saudara-saudari dari seluruh masyarakat Manggarai,” ujar Bupati Hery.
Ia juga mengakui masih adanya keterbatasan fasilitas sebagai daerah pegunungan. Namun, Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kongres berjalan lancar.
“Kalau dilaksanakan di kota kecil berarti keterbatasannya banyak. Kami harap keterbatasan kami bisa diterima dan tidak mengurangi pelaksanaan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI St. Thomas Aquinas,” katanya.
Hery berharap para peserta tidak hanya mengikuti agenda persidangan, tetapi juga menikmati keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Manggarai sehingga membawa pulang kesan positif tentang daerah tersebut.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus, Margaretha Kartika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang telah hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap kongres menghasilkan keputusan strategis bagi perjalanan organisasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan Gereja.
“Kami berharap kehadiran para delegasi dari berbagai cabang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia, dan terkhususnya untuk Gereja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika Marianti Kandaimu, mengatakan penyelenggaraan kongres di Nusa Tenggara Timur memberi kesempatan kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melihat secara langsung realitas pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, PMKRI memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan yang mendorong pemerataan pembangunan dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila.
“Organisasi ini lahir sebelum Indonesia merdeka. Kehadiran kita di sini adalah untuk memberikan gagasan, ide, dan masukan kepada pemerintah agar dari Sabang sampai Merauke bisa benar-benar merasakan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial,” tegas Susana.
Ia menambahkan, wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar sehingga membutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah.
Susana juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai dan masyarakat setempat atas sambutan adat yang dinilainya mencerminkan keramahan dan penghormatan tinggi terhadap para tamu.
Penyelenggaraan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI di Ruteng diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi masa depan organisasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai kepada mahasiswa Katolik dari seluruh Indonesia.(WG)










