ALOR, RANAKANEWS.com – Mengakhiri kunjungan kerja hari pertama di Kabupaten Alor, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma berkesempatan menghadiri dan memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026 bertempat di Gereja Seydon Klasis Alor Barat Laut, Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Senin (12/10/2026) malam.
Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT tahun 2026 berlangsung dari tanggal 12 hingga 17 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Dare To Be a Leader”, dan sub tema “Bertumbuh, Berbuah dan Berdampak.”
Wakil Gubernur, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026. Sebagai sesepuh sekaligus warga GMIT, Wagub Johni juga mengapresiasi semangat pemuda GMIT yang mampu menyelenggarakan kegiatan spektakuler di tengah keterbatasan yang ada.
“Pemuda GMIT adalah generasi yang memiliki energi besar dan pemikiran brilian. Tugas kita adalah bagaimana bertumbuh, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam organisasi, dan berbuah dengan menghasilkan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Wagub Johni juga mengingatkan bahwa tantangan global, termasuk konflik di Timur Tengah, ancaman El Nino, menuntut pemuda GMIT untuk semakin kreatif, serta mampu bekerja sama. Ia menekankan pentingnya pemuda GMIT harus bertumbuh, berbuah dan berdampak dengan mengambil peran dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja di tengah tantangan banyaknya pencari kerja disaat sekarang ini.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bekerja bersama-sama dan menggerakan seluruh potensi yang ada. Pemuda GMIT harus bisa tampil, berinovasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Wagub Johni Asadoma mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang pengalaman dan kesan positif dari kegiatan tersebut. Ia juga mendorong peserta mendukung pelaku UMKM lokal dengan membeli produk-produk yang dipamerkan selama Pekan Raya Pemuda.
“Kalau Pak Wakil Bupati berpesan agar kembali membawa kesan-kesan yang baik, kalau saya, belilah semua produk UMKM yang ada untuk dibawa pulang,” ujarnya disambut antusias peserta.
Ia berharap Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026 menjadi momentum bagi pemuda GMIT untuk memperkuat persatuan, mengembangkan kepemimpinan, serta menghadirkan dampak nyata bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th dalam pesan Suara Gembala, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema dan forum Pekan Raya Pemuda menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk berdiskusi membangun jiwa kepemimpinan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama merumuskan langkah pelayanan yang berdampak bagi gereja dan masyarakat sesuai dengan tema yang diangkat.
Pdt. Samuel juga menegaskan bahwa Pekan Raya Pemuda bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi kesempatan untuk memperluas pergaulan, sharing pengalaman pelayanan serta mengenal pemuda dari berbagai klasis, dan terutama memperkuat identitas bersama sebagai satu keluarga besar GMIT.
“Kita boleh berasal dari klasis masing-masing, tetapi ketika datang di tempat ini, kita adalah pemuda GMIT,” tegasnya.
Diakhir sambutannya, Pdt. Samuel mengajak para peserta untuk tidak hanya berkumpul dengan teman-teman dari klasis masing-masing, namun harus dimanfaatkan untuk membangun relasi baru, mengenal sesama pemuda dari berbagai wilayah pelayanan, serta memperluas wawasan dan pengalaman dalam pelayanan.
Sementara itu Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengajak pemuda GMIT menjadikan Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026 sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan, membangun karakter, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan.
Ia berharap Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT menjadi ruang bagi generasi muda untuk saling mengenal, memperkuat persaudaraan, berbagi pengalaman dan mengambil kesan kesan baik serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan daerah.
Untuk diketahui, Pekan Raya Pemuda II Sinode GMIT Tahun 2026 diikuti oleh 243 peserta yang berasal dari 28 klasis se-Sinode GMIT.
Rangkaian pelaksanaan kegiatan tersebut, antara lain penguatan iman pemuda, berbagi pengalaman (sharing) pelayanan, konsolidasi iman, serta kegiatan lainnya yang bertujuan mempererat persaudaraan, meningkatkan kapasitas, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan pemuda GMIT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi NTT Astria Blandina Gaidaka, Rektor Universitas Tribuana, jajaran Pemerintah Kabupaten Alor, Camat Alor Barat Laut, para pendeta, serta para peserta pemuda dari klasis se-Sinode GMIT. (LB)










