Adriana B.Kalla (Kanan) saat dilantik oleh Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas di Aula Utama El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kamis (5/11/2026) sore. Foto: AH)
KUPANG, RANAKANEWS.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi NTT untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan industri musik, memperkuat identitas budaya, serta membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI Provinsi NTT Periode 2025–2030, yang berlangsung di Aula Utama El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kamis (5/11/2026) sore.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Kupang Cristian Widodo, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAPPRI Tony Wenas, Sekretaris Jenderal DPP PAPPRI Dwiki Dharmawan bersama istri Ita Purnamasari, Ketua DPD PAPPRI NTT Adriana Bunna Kalla beserta jajaran pengurus, para artis, penyanyi, pencipta lagu, pemusik, pelaku industri kreatif, tokoh masyarakat, serta tokoh seni dan budaya.
Mengawali sambutannya, Gubernur Melki atas nama Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan selamat dan proficiat kepada seluruh pengurus yang dilantik dan dikukuhkan.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan kehidupan seni dan musik di NTT.
Gubernur juga mengapresiasi kehadiran PAPPRI sebagai wadah bagi para insan seni untuk berkarya, mengembangkan kreativitas, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, NTT memiliki kekayaan seni, budaya, dan tradisi yang luar biasa. Dari Manggarai hingga Alor, dari Lembata hingga Sumba, Rote, Sabu, dan Timor, terdapat kekayaan lagu daerah, musik tradisional, tarian, serta berbagai ekspresi seni yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Flobamorata.
“Musik bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan, membangun persaudaraan, memperkenalkan identitas budaya, dan menyatukan masyarakat. Melalui karya musik, kita dapat memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat NTT kepada Indonesia bahkan dunia,” ungkap Gubernur.
Ia menegaskan, para artis, penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik bukan hanya pelaku seni, tetapi juga penjaga identitas budaya sekaligus bagian penting dari penggerak ekonomi kreatif daerah.
Karena itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh musisi dan pelaku seni di NTT, sekaligus mengajak generasi muda yang memiliki bakat dan talenta untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan kualitas diri, serta menghasilkan karya yang mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan DPD PAPPRI NTT membentuk Dewan Pengurus Cabang (DPC) di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Menurutnya, PAPPRI NTT menjadi satu-satunya DPD PAPPRI di Indonesia yang telah memiliki kepengurusan DPC secara lengkap di seluruh kabupaten/kota. Capaian ini merupakan modal organisasi yang sangat penting sekaligus kekuatan besar untuk memperluas pembinaan dan pengembangan potensi seni musik hingga ke seluruh wilayah NTT.
Untuk itu, Gubernur menekankan lima hal penting yang perlu menjadi perhatian pengurus selama masa kepengurusan 2025–2030.
Pertama, memperkuat konsolidasi dan solidaritas seluruh insan musik di NTT, termasuk merangkul komunitas seni dan generasi muda di kabupaten/kota.
Kedua, meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelaku seni melalui pelatihan, festival, lokakarya, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.
Ketiga, memperjuangkan penghargaan dan perlindungan terhadap karya cipta serta hak kekayaan intelektual para seniman.
Keempat, memperluas ruang promosi dan pemasaran karya musik lokal melalui media digital, festival budaya, kegiatan pariwisata, serta berbagai ruang pertunjukan.
Kelima, memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memandang seni dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi kreatif. Potensi tersebut harus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sektor-sektor lain, terutama pariwisata.
Pemerintah ingin agar setiap destinasi wisata di NTT tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya melalui pertunjukan musik, festival, dan karya seni lokal.
Dengan demikian, seni dan musik tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya dan hiburan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman lokal untuk berkembang.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak PAPPRI NTT untuk mengambil bagian dan mendukung pelaksanaan Tour de NTT 2026, yang dikemas melalui kegiatan jalan sehat dan lari di seluruh kabupaten/kota se-NTT dengan pelaksanaan yang menjangkau pulau-pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dukungan insan seni dan musik diharapkan dapat semakin menyemarakkan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mempromosikan potensi daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, menegaskan pentingnya perjuangan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap para pekerja seni musik di Indonesia.
Ia mendorong PAPPRI di seluruh daerah untuk bersama-sama dengan pengurus pusat memperjuangkan hak royalti bagi para pencipta lagu serta memastikan para pekerja di bidang musik memperoleh jaminan sosial.
Tony juga menyoroti pentingnya regulasi mengenai standar upah minimum bagi pekerja musik, khususnya mereka yang bekerja di hotel, restoran, dan kafe.
Menurutnya, masih banyak musisi yang menerima bayaran sangat minim, bahkan ada yang tetap tampil hanya demi mendapatkan makanan gratis. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan dan harus menjadi perhatian bersama.
“Kita harus memperjuangkan agar para musisi mendapatkan penghargaan yang layak atas profesi dan karya mereka. Pekerja musik juga harus mendapatkan jaminan sosial dan penghasilan yang pantas,” tegasnya.
Tony turut memberikan apresiasi tinggi kepada DPD PAPPRI NTT yang berhasil membentuk DPC di seluruh kabupaten/kota. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi organisasi yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi PAPPRI di daerah lain.
Dengan struktur organisasi yang menjangkau seluruh wilayah, pembinaan terhadap seniman dan musisi muda di NTT diharapkan dapat berjalan lebih maksimal.
Ia juga mengapresiasi lahirnya sejumlah musisi muda berbakat asal NTT yang telah dikenal di tingkat nasional, seperti Marion Jola, Mario Klau, Juan Reza, Silet Open Up, dan sejumlah musisi lainnya.
Tony berharap PAPPRI NTT terus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda agar mampu menghasilkan karya-karya berkualitas serta berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua DPD PAPPRI Provinsi NTT, Adriana Bunna Kalla, menyampaikan bahwa dirinya kembali dipercaya memimpin PAPPRI NTT periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda), sehingga dukungan dari berbagai pihak tentu menjadi kekuatan bagi PAPPRI NTT dalam kiprahnya.
Ia mengakui perjalanan organisasi tersebut tidak selalu mudah karena PAPPRI merupakan organisasi profesi yang membutuhkan komitmen, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak.
Adriana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan PAPPRI NTT, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan karya para seniman daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman yang telah bergabung dan berkomitmen membangun PAPPRI sebagai rumah besar bagi seluruh insan seni di NTT.
Menurutnya, PAPPRI harus menjadi ruang bersama bagi semua generasi, baik seniman muda maupun mereka yang telah lama berkarya.
“PAPPRI harus menjadi rumah besar bagi kita semua, baik untuk generasi yang baru, anak-anak kita, maupun generasi lansia. Karena seni tidak mengenal usia,” ungkap Adriana.
Ia berharap melalui kepengurusan yang baru, kolaborasi antarseniman semakin kuat sehingga PAPPRI NTT dapat menjadi wadah yang inklusif, solid, dan mampu memperjuangkan kepentingan seluruh insan musik di Nusa Tenggara Timur.
Pelantikan dan pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme para pelaku seni, serta menjadikan musik dan budaya sebagai kekuatan baru dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kreatif di NTT. (ALR)












