Abu Tebal Gunung Lewotobi Makin Ngeri, Warga Butuh Bantuan Selamatkan Atap Rumah

Atap Rumah Warga Korban Terdampak Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Nurabelen Kecamatan Ile Bura, milik Samson Nama Ola yang mulai karat berwarna merah, terancam bocor semua jika tidak segera diselamatkan: Foto (SMO/OLA/Ranakanews.com)
Atap Rumah Warga Korban Terdampak Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Nurabelen Kecamatan Ile Bura, milik Samson Nama Ola yang mulai karat berwarna merah, terancam bocor semua jika tidak segera diselamatkan: Foto (SMO/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Dampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terus meningkat hingga pekan kedua, makin membawa kerugian bagi warga Ile Bura dan Wulanggitang Kabupaten Flotim, terutama ancaman kerusakan atap rumah yang mulai terlihat berkarat dan berwarna merah dihantam abu tebal vulkanik.

Karena itu, bantuan berupa seng, paku, air dan cat untuk selamatkan atap rumah warga korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki saat ini sangat dibutuhkan.

Sementara bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, pun baru sebatas logistik air, masker, obat-obatan dan makan ringan.

Belum ada tenda Posko Siaga darurat bencana yang dibangun di zona nyaman hingga hari ini untuk menjadi lokasi pengungsian warga korban.

Padahal, warga yang terkena dampak langsung abu vulkanis mulai terserang pilek, gatal-gatal dan ISPA.

Lalu, kesulitan beraktivitas diluar rumah karena erupsi yang terus meningkat.

Tercatat dari rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang, Selasa (25/6/2024) telah terjadi dua kali erupsi yakni pada pagi hari dengan tinggi kolom abu berwarna Kelabu mencapai 1000 meter, dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Daya, terekam di Seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dengan durasi kurang lebih 12 menit, 55 detik.

Kemudian, selang 27 menit sekitar pukul 10.30 WITA, terjadi erupsi lagi dengan durasi 3 menit, 14 detik, dengan tinggi kolom abu mencapai 1000 meter, berwarna Kelabu, condong ke arah Barat Daya, terekam di Seismogram dengan maksimum 47,3 mm.

“Benar Pak, terjadi erupsi lagi dan makin mengerikan debu vulkanisnya. Kami di Nurabelen juga terkena abu vulkanis tebal pagi hingga siang,”ujar Samson Nama Ola, warga Nurabelen Kecamatan Ile Bura, saat dikonfirmasi Wartawan.

Pihaknya, juga mengaku belum ada informasi mengenai keberadaan Posko Siaga darurat bencana, sehingga bertahan dirumah saja.

Menurutnya, saat ini yang menjadi kerugian warga selain batuk pilek akibat abu vulkanis, tapi kerusakan makin parah yakni atap rumah.

“Seng-seng sudah mulai berwarna merah karena karatan terkena abu vulkanis sejak erupsi bulan Desember 2023 hingga Februari 2024, yang belum ada penanganan bantuan dari Pemerintah.

Sehingga Kami sangat berharap selain tanggap darurat berupa makan minum, tidur dan lainnya, tapi atap rumah sangat dibutuhkan.

Apalagi, erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki kali ini makin mengerikan,”ujarnya serius.

Dibagian lainnya, Pemda Flotim kembali memperpanjang masa siaga darurat bencana hingga 25 September 2024, setelah diberlakukan selama dua pekan sejak 10 Juni 2024 hingga 24 Juni 2024, sesuai Surat Keputusan Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid bernomor BPBD.300.2.2.5/016.BID.KL/VI/2024, 10 Juni 2024.

Sebagaimana rilis yang dilansir Media FloresPost.net, Radarnkri.Id, Pemda Flotim dalam rapat koordinasi bersama stakeholder terkait yang dipimpin Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si, Selasa (25/6/2024) memperpanjang masa siaga darurat bencana hingga 3 bulan kedepan, yakni 25 September 2024.

Posko penanganan bencana pun akan dibangun mulai Rabu, 26 Juni 2024. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version