
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –Aktivitas dan situasi di desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Ile Bura seperti Desa Nurabelen, Riangrita, Lewotobi, Lewoawang hingga Riangbura, relatif masih aman dari letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Akses jalan dari simpang Nobo ke Nurabelen hingga Lewotobi sampai Riangbura, juga masih bisa dilalui, kendati sudah lebih dari sepekan wilayah Wulanggitang dan Ile Bura dilanda letusan dashyat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Kendati demikian, untuk desa Riangrita, Lewotobi, Lewoawang dan Riangbura yang masuk kawasan aman bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, mulai merasakan kekurangan ketersediaan pangan/beras di desa.
Lantaran sulitnya akses warga beraktivitas ke kebun dan pasar karena setiap hari dilanda letusan dashyat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dari pagi, siang hingga malam.
Bahkan, letusan pada Selasa 12 November 2024 malam hingga Rabu 13 November 2024 dinihari, dengan semburan api lahar di puncak Gunung dan pecah ke segala arah, yang viral di Media Sosial, turun ke arah Nobo Nurebelen, berpotensi merusak perkampungan, ikut membuat warga makin panik, meski faktanya tidak benar.
“Selamat Pagi, dari berbagai informasi yang beredar dan membuat warga Nurabelen ikut panik, Saya perlu jelaskan sampai dengan saat ini Desa Nurabelen masih dalam keadaan aman Bang.
Akses jalan keluar masuk dari ke Nobo juga aman,”tulis Rens Kewuta, Sekretaris Desa Nurabelen, yang juga ikut mengungsi di Posko SDK Lewolaga, sejak Rabu (6/11/2024).
Dikatakannya, meskipun banyak warga Nurabelen yang sudah mengungsi, tapi kondisi desa dengan rumah dan fasilitas umum, hewan ternak masih relatif aman.
“Warga yang ada di Posko SDK Lewolaga pun masih pergi beri makan ternak dan lihat rumahnya di Nurabelen.
Lalu, balik lagi ke Posko SDK Lewolaga,”ujar Rens Kewuta, lagi.
Hal yang sama diungkapkan salah satu warga Nurabelen, Samson Nama Ola saat dihubungi Wartawan per telepon, Rabu (13/11/2024) pagi.
Menurutnya, Desa Nurabelen masih relatif aman. Belum ada kerusakan parah sebagaimana kabar yang beredar.
Demikian pula, dengan ancaman lahar panas letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Selasa (12/11/2024) malam yang menghancurkan Desa Nurabelen, serta menutup akses jalan, pun tidak benar.
“Memang, ada guguran lahar panas ke arah Desa Nurabelen, dan Nobo sejak beberapa hari ini, namun belum merusak perkampungan dan menutup akses jalan,”katanya.
Sementara beberapa warga Desa Lewotobi Ile Bura yang dihubungi, Selasa (12/11/2024) malam hingga Rabu (13/11/2024) pagi juga mengkonfirmasi jikalau Desa Lewotobi juga masih relatif aman.
“Memang, Kami juga terus memantau perkembangan informasi terkait aktivitas letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Belum ada perintah untuk evakuasi. Semuanya masih baik-baik.
Pihak Pemerintah Kecamatan Ile Bura juga terus berkoordinasi dan memantau kondisi di Desa Lewotobi,”ujar Kepala Dusun A Desa Lewotobi, Wilibrodus Suban Aran kepada Wartawan belum lama ini.
Stok Pangan Warga Mulai Menipis, Butuh Pasokan
Dilain pihak, Pemerintah Desa Lewotobi Ile Bura, melalui surat resmi tertanggal Senin 11 November 2024, yang ditandatangani Sekretaris Desa Nikolaus Nara, atas nama Kepala Desa Tarsisius Buto Muda, yang sedang bertugas keluar di Jakarta, yang ditujukan kepada Penjabat Bupati Flotim Sulastri H. Rasyid,S.Pi.,M.Si menjelaskan, meskipun Lewotobi tidak masuk dalam kawasan rawan bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, tapi ada 1.036 warga Desa Lewotobi Ile Bura saat ini masih bertahan, yang mulai merasakan dampak tidak langsung letusan, dengan sulitnya beraktivitas ke kebun, juga ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena akses terganggu.
Hal ini mengakibatkan ketersediaan pangan di desa Lewotobi semakin berkurang, dan mungkin hanya bisa bertahan dalam dua sampai tiga hari kedepan.
“Olehnya, mohon bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim untuk memberikan bantuan pengadaan pangan/beras bagi Desa Lewotobi,”terang Nico Nara.
Menurutnya, ada warga yang sudah melakukan evakuasi mandiri, tapi sebagian besar warga memilih tidak mau mengungsi karena merasa aman tinggal di kampung.
“Selain itu, alasannya juga karena sampai saat ini Pemda Flotim belum melakukan perintah evakuasi karena mulai dari Desa Riangrita, sampai Riangbura berada dalam kawasan aman bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Dan, faktanya di Desa Lewotobi sampai hari ini tidak ada debu sama sekali, Pak.
Gemuruh Gunung Api Lewotobi Laki-Laki saja jarang terdengar,”tutup Nico Nara, sembari berharap Pemerintah Kabupaten Flores Timur bisa berkoordinasi ke Pemprov NTT dan juga Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka yang berkunjung ke Posko Bencana Nasional Letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki untuk membantu pangan/beras bagi Desa Lewotobi, dan juga 3 Desa lainnya yakni Desa Riangrita, Lewoawang dan Riangbura di Kecamatan Ile Bura, yang kondisinya praktis sama yakni kawasan aman bencana, tapi mulai alami kekurangan pangan di desa, karena sulitnya akses ke pasar dan kebun.
Pantauan Wartawan, beberapa warga Desa Lewotobi sudah mengungsi ke wilayah yang aman, termasuk ke Larantuka dan Adonara, sejak letusan dashyat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 WITA. (OLA)