KUPANG, RANAKANEWS.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar pada Sabtu, 01 Februari 2025 di Aula Hotel Sahid T-More Kupang.
Adapun Ketua DPD KPPI Provinsi NTT terpilih, yakni Ana Waha Kolin,SH juga memberikan semangat dan motivasi kepada teman-teman pengurus baru yang telah dilantik untuk tetap bersatu dan merapatkan barisan dalam mengembankan amanah.
“Teman-teman pengurus yang baru dilantik sekarang, amanah ini tidaklah ringan dan gampang. Tetapi jika bersatu dan merapatkan barisan tak ada yang berat dan susah. Yakinlah, semua niat dan tindakan kita baik untuk KPPI, cepat atau lambat kita semua pasti merasakan balasan baik pula,” ungkap Ana Waha Kolin.
Terkait dengan terpilih kembali yang jelas kita akan melakukan eksekusi program kerja yang ada di Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) itu sendiri.
“Kan di ADRT itu ada beberapa divisi, yakni Divisi Penelitian dan Pengembangan (Divisi Litbang), Divisi Organisasi, Divisi Hukum dan Ham, Divisi Kehumasan, Divisi Sosial dan Ekonomi. Bagaimana kita menerjemahkannya nanti kita rapat perdana dulu dengan seluruh pengurus baru kita eksekusi kerja-kerja selanjutnya seperti apa,” tambah Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT itu.
Harapan ke depan semoga semua perempuan yang ada di partai politiik bisa bergabung di KPPI.
“Karena di KPPI itu kan kita akan melakukan yang namanya latihan teknik tingkat dasar, teknik berdebat, teknik berargumentasi, teknik berpidato, ini kan bekal-bekal untuk menjadi seorang politisi yang baik dan handal sehingga dia mau jadi caleg atau pilkada posisi tawar sudah kuat karena dia bergerak dari bawah dan dia betul-betul dibentengi dengan beberapa hal terkait dengan kalau panggilan dia di DPRD Provinsi maupun Pilkada,” tutup anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD NTT itu.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni menyampaikan, selamat kepada Ibu Ana Waha Kolin, SH, dan semua teman-teman yang sudah berjalan selama periode yang lalu dan hari ini selamat juga untuk telah bisa menjalankan Musda untuk kepemimpinan yang kedepan lagi.
“Kita berharap bahwa Kaukus Politik Perempuan ini bisa terus memberikan kontribusi positif terhadap jalannya harapan dan keinginan perempuan baik dari setiap Partai Politik (Parpol) untuk ada di dalam ruang-ruang publik khususnya di ruang politik tentu kerja ini tidak mudah karena ada banyak hal apalagi namanya kaukus politik perempuan ini kan datang dari berbagai politik sedangkan masing –masing partai politik punya aturan mainnya sendiri dan perjuangan untuk perempuan bisa ada di titik itu juga masing –masing dalam ruangan ini dan mengelola ini tentu tidak mudah tetapi bukan berati tidak bisa.
Tetap berharap bahwa semua perempuan bergandengan tangan, satu hati, satu semangat untuk terus ada di dalam ruang politik. Sekali lagi kami berharap tentu perjuangan perempuan untuk ada di politik bukan hanya di kaukus perempuan yah tetapi Kaukus perempuan yang menjadi salah satu yang memberi kontribusi besar terhadap perjalanan politik di Indonesia, di NTT dan di berbagai tempat,” ujar Ketua DPRD NTT, memotivasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth D.Laiskodat,S.Si.,Apt.,M.M menyampaikan bahwa untuk KPPI khususnsya KPPI NTT kita berharap makin banyak wanita yang terwakili di legislatif supaya bisa membawa inspirasi minimal 30 persen.
“Kita bersyukur, di Provinsi, DPRD perempuan dari 13 ke 15 orang jadi sekarang kita posisi baru 23 persen. Karena sepanjang kegiatan perempuan apakah yayasan, NGO, LSM pasti kalau yang mengerjakan perempuan, mengambil kebijakan perempuan, pasti terfokus ke perempuan akan mengkikutinya efek dominonya anak-anak terlindungi selain perempuan terlindungi.
Dan kita berharap perempuan yang ada di NTT itu berdaya, sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan. Nah kita DP3AP2KB Provinsi NTT kan menangani kekerasan perempuan dan perlindungan anak. Media belakangan ini juga yang ditangani PKA Provinsi NTT merupakan eselon III dari DP3AP2KB mencatat bahwa tahun lalu 320 kasus yang ditangani, sekarang 368 itu artinya masyarakat percaya kepada kita (Pemerintah, red) didukung oleh perempuan apakah Yayasan, LSM sehingga kita berharap dari waktu-waktu termasuk pendanaan untuk pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu tercukupi karena apa? karena kasus kekerasan lebih tinggi baik perempuan, baik anak. Kalau perempuan kepala keluarga, kalau dia mengalami kekerasan, bahkan sampai kematian, anaknya kemana? karena memang selalu dekat dengan anak, dengan keluarga perempuan,” tutur Ruth Laiskodat.
Kepala DP3AP2KB NTT menyarankan agar KPPI harus berkolaborasi karena menurutnya semakin banyak yang berkolaborasi, makin baik.
“Kalau kita KPPI ini kan mengarahkan ke politik. Harusnya duduk di legislatif itu yang kita kejar karena setelah itu kebijakan-kebijakan kan pro kepada perempuan,” tutup Ruth D.Laiskodat.
Ketua Bidang Organisasi DPP KPPI, Dr. Hja. Athea Sarastiani menyampaikan bahwa tujuan Musda ke-3 ini untuk memilih ketua yang baru.
Menurut Athea, KPPI suatu tempat proses belajar bagi perempuan sebelum mereka memasuki ranah politik yang lebih jauh yaitu menjadi keanggotaan parlemen.
“Jadi bagi perempuan yang mempunyai hasrat untuk melakukan peningkatan kapasitas diri, dan untuk di bidang politik ya KPPI lah rumahnya,” tutur Athea.
Lebih lanjut, Athea mengharapkan KPPI ini terus berjaya ya agar tempat belajar bagi kaum perempuan ini dapat berlangsung sampai masa-masa berikutnya dan ini kan sesuatu yang harus kita warisi kepada generasi-generasi penerus.
“Saya rasa kalau NTT harus banyak perempuan yang lebih bergelora lagi untuk masuk ke dalam KPPI ini supaya kita sama-sama berpikir dalam plaform yang sama dan kita sama-sama bergerak dalam pergerakan yang sama Insya Allah kalau perempuannya bersatu pasti NTT lebih maju,” ungkap anggota koordinator Wilayah.
Kegiatan yang dihadiri Penjabat Gubernur NTT, Dr.Andriko Noto Susanto, S.P.,M.P, sekaligus membuka kegiatan.
Turut hadir, Ketua Bidang OKK DPP KPPI, Dr.Hja.Athea Sarastiani didampingi Sekretaris Estining Gunitarukmi,S.IP.,M.IP, Kepala DP3AP2KB Ruth D.Laiskodat, S.Si.,Apt.,M.M, Ketua KPU NTT yang diwakili, Ketua Bawaslu yang diwakili, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ketua-Ketua Partai Politik se-Provinsi NTT, Ketua dan jajaran KPPI NTT, Ketua Organisasi Perempuan se-NTT, Perwakilan Anggota DPRD Provinsi NTT, Pengurus DPD KPPI Kabupaten/ Kota, Panitia Pelaksana, Insan Pers. (MD)
