Aneh, Akta Kredit 02/2012 Sudah Dibuat 27 Februari 2012, Bank NTT Larantuka Baru Terbakar Desember 2013

Aneh, Akta Kredit 02/2012 Sudah Dibuat 27 Februari 2012, Bank NTT Larantuka Baru Terbakar Desember 2013

Debitur Bank NTT Larantuka Thomas Arif Wijaya saat datang ke Bank NTT Cabang Larantuka meminta print out rekening koran miliknya bernomor 04.01.12000-2.7 beberapa waktu lalu: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Dokumen surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02 tahun 2012, tertanggal 27 Februari 2012 yang dibuat mantan Direktur Bank NTT Cabang Larantuka, Kris Langkamau, dengan alasan Kantor Bank NTT Larantuka terbakar, dan sebagai duplikat atas nama Debitur Thomas Arif Wijaya, sangatlah kontroversial, aneh dan diduga kuat palsu serta berpotensi kejahatan hukum.

Pasalnya, kejadian terbakarnya Kantor Bank NTT Cabang Larantuka baru terjadi bulan Desember 2013.

Dan, sangatlah tidak benar dijadikan sebagai alasan dibuatnya surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012 oleh pihak Bank NTT Cabang Larantuka, dalam hal ini mantan Kepala Cabang Kris Langkamau.

“Bagaimana mungkin bisa dibenarkan, Surat Perjanjian Kredit Modal Kerja 02/2012 sudah dibuat tanggal 27 Februari 2012.

Sedangkan, kantor Bank NTT Cabang Larantuka baru terbakar bulan Desember 2013. Sebuah rentang waktu yang cukup panjang.

Kan, lucu sekali dan sangat aneh. Masah, tanggal 27 Februari 2012 itu tidak ada kejadian terbakarnya Kantor Bank NTT Cabang Larantuka, tapi mantan Kepala Bank NTT Cabang Larantuka Kris Langkamau bisa membuat alasan dibuatnya surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012 karena Kantor Bank NTT Cabang Larantuka terbakar,”demikian hasil investigasi dan informasi terbaru yang dirangkum Media dari sumber terpercaya Debitur Thomas Arif Wijaya dan Pendamping Hukum Matias Lidang Sabon, SH.,MM, Selasa 22 April 2025.

Menurut Thomas Arif dan Matias Lidang, dari tanggal bulan tahun pembuatan surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012, tertanggal 27 Februari 2012, dan alasan dibuat surat perjanjian kredit ini yakni terbakarnya Kantor Bank NTT Cabang Larantuka, sudah dapat disimpulkan kalau surat perjanjian kredit ini tidak benar.

“Kan aneh dan sangat tidak benar.

Masah, surat perjanjian kredit nomor 02/2012 dibuat tanggal 27 Februari 2012 lebih dulu terjadi, dari waktu kejadian Kantor Bank NTT Cabang Larantuka terbakar, yakni: Desember 2013.

Artinya, alasan gedung Bank NTT Cabang Larantuka terbakar itu hanya mengada-ada, karena saat dibuat surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02 tahun 2012, tertanggal 27 Februari 2012 kan gedung Bank NTT Cabang Larantuka belum terbakar,”terang Matias Lidang, diamini Thomas Arif Wijaya.

Karena pihaknya, juga meminta pihak Komisi Yudisial Republik Indonesia, Komis Nasional Ombudsman Republik Indonesia dan Komisi III DPR RI menelusuri keberadaan surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012 tertanggal 27 Februari 2012 tersebut.

“Ini jelas diduga kuat hasil rekayasa kejahatan tipu daya untuk menjerat Debitur Thomas Arif Wijaya, yang laporan polisinya di SP3kan mantan Kapolres Flotim AKBP. I Nyoman Putra Sandita, dengan alasan kurang cukup bukti.

Padahal, Debitur Thomas Arif Wijaya memiliki dua alat bukti yang kuat yakni: Surat Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor 04.01.12000.27 tertanggal 27 Februari 2012 dan Print out rekening koran nomor 04.01.12000.27 yang diberikan Bank NTT Larantuka.

Sedangkan, dokumen surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012, tak pernah diperlihatkan Bank NTT Cabang Larantuka kepada Debitur TAW hingga saat ini,”tukas Matias Lidang Sabon, lagi.

Thomas Arif Wijaya mengakui, dirinya kaget dan baru tahu ada fotocopy dokumen surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012, diberikan oleh Staf Panitera PN Larantuka, tapi hanya selembar tanpa cap logo Bank NTT.

“Sekali lagi, sebagai debitur korban kejahatan hukum, Saya mohon bantuan Komisi III DPR RI, Komisi Yudisial Republik Indonesia dan Komisi Nasional Ombudsman Republik Indonesia untuk menelusuri kebenaran munculnya dokumen surat perjanjian kredit modal kerja nomor 02/2012, tertanggal 27 Februari 2012 tersebut,”tutup TAW dan Matias Lidang Sabon. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version