
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Terjangan larva panas vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terus meluncur dari puncak kawah hingga Senin (15/01/2024) sore, yang terpantau dari jalan raya Trans Nobo-Nurabelen sedang turun menabrak lubang alam di Kaki Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, lalu membentuk pusaran abu panas membumbung naik ke langit, terus ditiup angin ke arah Selatan Barat Laut, ternyata belum berdampak serius jatuhnya awan panas mulai dari Kampung Nurabelen hingga Desa Lewotobi.
Demikian pula, sebagaimana banyak informasi yang berhembus bahwa Nurabelen bakal diguyur awan panas, sehingga warganya harus segera dievakuasi ke Konga, dari Desa Riangrita, pun belum terbukti manjur.
Pasalnya, langit dan bumi Nurabelen hingga Lewotobi, sekitar pukul 19.00 WITA, terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, yang membikin suhu udara pun terasa dingin.
Sebagaimana pantauan langsung Ranakanews.com, Senin (15/01/2024) sore, guguran abu panas vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di areal kaki Gunung, tampak mengeluarkan gumpalan abu debu panas vulkanik yang membumbung tinggi dari lubang alam, berjarak lebih dari 3 Km ke arah badan jalan raya.
Abu panas tebal berwarna coklat kelabu memang terus mengepul dari lubang alam tersebut.
“Jikalau terlihat langsung begitu mengerikan dan menakutkan, tapi syukurlah awan panas itu belum meluncur mengguyur Desa Nurabelen hingga Senin, (15/01/2024) sore.
Demikian pula, di Desa Riangrita belum ada guguran awan panas yang mengancam keselamatan jiwa seluruh warga, sampai malam ini,”tutur Leonardus Kedang, tokoh adat Riangkaha, saat ngobrol bersama Ranakanews.com di Kantor Desa Riangrita, Senin (15/01/2024) malam.
Menurutnya, fakta menunjukkan belum ada guguran awan panas yang menghantam perkampungan dan melukai warga, bahkan menghilangkan nyawa orang. Semuanya bahkan masih baik-baik saja.
Saya tadi pulang dari Maumere, dan tidak alami guguran awan panas yang sangat mematikan tersebut,”pungkas Leo Kedang, lagi.
Ia bahkan meminta agar semua pihak yang tidak berkompeten, jangan terlalu membuat prediksi yang berlebihan, bahwa lahar panas atau dingin akan segera turun membuat putus badan jalan raya dari Nobo-Nurabelen dan mengakibatkan seluruh wilayah Kecamatan Ile Bura dari Nobo-Nurabelen hingga Riangbura akan terisolasi.
“Tolong informasi liar seperti ini jangan terlalu dikembangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, lalu membuat kepanikan dan menebar ketakutan publik bagi warga Kecamatan Ile Bura.
Seolah-olah dalam satu dua hari kedepan, ada bencana besar melanda wilayah Ile Bura dari Nobo sampai Riangbura, sehingga warga Nurabelen yang sudah Kami atur dengan baik selama beberapa hari di Desa Riangrita pun harus ke Konga, dalam situasi yang sangat darurat.
Akhirnya, Kami yang hidup tenang selama masa erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki terjadi, dari Nurabelen, Riangrita, Lewotobi, Lewoawang hingga Riangbura, ikut-ikutan panik tanpa dasar yang jelas dan kuat,”tambahnya, serius.
Menurutnya, evakuasi penuh dramatis oleh Pemda Flotim bersama Aparat TNI-POLRI terhadap warga Nurabelen, dari Desa Riangrita ke Posko Pengungsian Desa Konga, Senin (15/01/2024) siang, lantaran dikhawatirkan putusnya jalan raya dan guyuran awan panas, telah membuat warga Nurabelen yang telah merasa nyaman selama berada di Desa Riangrita beberapa hari, begitu terlihat sangat panik dan kembali trauma, seolah-olah bencana besar dari Gunung Api Lewotobi Laki-Laki akan segera tiba dalam satu dua hari kedepan.
“Ini yang patut diperhatikan dengan baik, bahwa ada pihak yang lebih berwenang menyampaikan hal terkait keadaan gunung dan bumi.
Jangan semua orang mau bikin diri seperti ahli peramal bahwa besok, lusa akan terjadi banjir lahar atau awan panas di wilayah Nobo-Nurabelen sampai Riangkaha dan wilayah Ile Bura lainnya, dan membuat jalan raya putus total,”tambahnya, dengan nada sedikit kesal.
Dilain pihak, dari hasil rekaman langsung di lapangan, hingga Senin (15/01/2024) sore jelang malam, jalur jalan raya dari Nobo-Nurabelen hingga Lewotobi masih bisa dilalui dengan nyaman.
Ramalan dan beredarnya informasi dari banyak pihak bahwa abu panas di lereng Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, akan cepat meluncur mengancam keselamatan jiwa warga, belum menunjukan adanya kejadian luar biasa, misalnya ada satu warga yang kulit jarinya terbakar karena diguyur awan panas.
Atau lahar panas telah meluncur lebih dari 2 Km, dan tinggal beberapa jalan kedepan akan mencapai badan jalan raya.
Justru sebaliknya, terjadi hujan lebat disertai angin cukup kencang, membuat suhu udara sedikit berubah jadi sejuk dan dingin, hingga Senin, (15/01/2024) pukul 23.45 WITA. (OLA)