KUPANG, RANAKANEWS.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pengawasan melekat pada Bakal Pasangan Calon Gubernur NTT Simon Petrus Kamlasi- Adrianus Garu (SIAGA) yang secara resmi menyerahkan dokumen pendaftaran mereka kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT pada Selasa (27/8/2024).
Pasangan calon ini adalah yang kedua mendaftar pada hari tersebut. Proses pendaftaran dimulai ketika pasangan calon memasuki gedung aula KPU Provinsi NTT pada pukul 12.40 Wita dan memasuki ruang aula pada pukul 12.48 Wita, didampingi oleh gabungan partai politik, termasuk Nasdem, PKB, dan PKS.
Seluruh proses pendaftaran diawasi secara ketat oleh Ketua dan Anggota Bawaslu NTT, yakni Nonato Da Purificacao Sarmento, Melpi Minalria Marpaung, Magdalena Yuanita Wake, serta Kepala Sekretariat Bawaslu NTT, Ignasius Jani. Tim Bawaslu NTT memastikan bahwa setiap tahapan pendaftaran berjalan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Nonato Da Purificacao Sarmento, Ketua Bawaslu NTT, dalam sambutannya menyatakan, “Bawaslu berkomitmen untuk mengawasi seluruh proses pendaftaran berdasarkan mekanisme dan prosedur yang berlaku.
“Kami mengedepankan prinsip pencegahan dalam setiap kegiatan, sesuai dengan tagline kami: Cegah, Awasi, Tindak (CAT). Kami berharap partisipasi aktif dari partai politik dan calon untuk memastikan bahwa seluruh ketentuan normatif dipatuhi. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan menindaklanjutinya sesuai aturan,” kata Nonato Da Purificacao Sarmento.
Penyerahan dukungan dilakukan pada pukul 13.04 Wita dan langsung diperiksa oleh admin SILONKADA KPU Provinsi NTT.
Mengingat gangguan pada aplikasi SILONKADA, berkas diterima secara manual oleh admin KPU dan akan diproses secara aplikasi setelah tanda terima dikeluarkan, dengan pengawasan dari Amrunur Muh Darwan, Magdalena Yuanita Wake, dan Melpi Minalria Marpaung sebagai anggota Bawaslu NTT.
Yuanita Wake menjelaskan bahwa Dokumen yang diserahkan telah diterima dan diperiksa secara manual. Hasil pemeriksaan KPU menunjukkan bahwa dokumen dinyatakan ada dan lengkap dengan catatan bahwa akan ada pemeriksaan lanjutan di KPU untuk memverifikasi kesesuaian dokumen manual dengan digital setelah aplikasi SILONKADA berfungsi dengan baik.
“Kami akan terus memantau dan mengawasi proses ini,” ujarnya.
Dokumen yang diserahkan mencakup visi misi, plakat, dan cendera mata. Acara penyerahan dokumen selesai pada pukul 14.01 Wita dan resmi ditutup pada pukul 14.04 Wita.
“Acara ini mencerminkan komitmen dan kesiapan penyelenggara pemilihan serta pihak terkait dalam menjalankan proses demokrasi yang transparan dan akuntabel untuk pemilihan mendatang,” pungkasnya. (*/RN)