Belum Kerja Atap RSUD Larantuka, Ruang Radiologi & Farmasi Kena Banjir Hingga Lumpuh Layanan

Ruang Radiologi yang sedang diburu atapnya oleh kontraktor pasca digenangi air hujan sejak Rabu,15 November 2023.

LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Belum diatapnya pengerjaan proyek gedung Radiologi dan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Hendrikus Fernandez Larantuka, bernilai Rp848.848.000 berdampak buruk terhadap rembesan air hujan menggenangi ruang dan melumpuhkan aktivitas rekam medik, karena tidak bisa berfungsinya Alat Kesehatan akibat matinya arus listrik. Kondisi ini membikin kecewa Direktur RSUD Larantuka, dr.Paul Lameng.

Gedung Rekam Medik RSUD Larantuka yang sedang dikerjakan dan belum diatap.

Ia meminta Kontraktor Pelaksana CV.Kasih Ibu agar segera merampungkan pekerjaan atap dalam satu dua hari kedepan, guna menghindari dampak yang lebih buruk, yakni bisa kerusakan alat kesehatan yang ada dan berpotensi menimbulkan korban jiwa saat alat kesehatan dihidupkan, karena bisa terkena korsleting arus listrik.

“Iyah, akibat pekerjaan yang tidak perhitungkan musim hujan ini membuat Saya kecewa. Kenapa tidak bongkar atap ini secara bertahap? Ini bongkar semua dari awal, padahal saya sudah ingatkan musim hujan sudah tiba.

Tolong kerja yang profesional agar alat kesehatan yang lain, jangan sampai rusak saat terkena hujan lebat,”ujar dr.Paul Lameng saat berbicara kepada Media di RSUD Larantuka, Rabu, 15 November 2023.

dr.Paul juga telah memerintahkan petugas untuk mematikan aliran listrik ke Bagian Radiologi dan Farmasi karena dikhawatirkan ada gesekan arus listrik saat dihidupkan.

“Kalau mau dihidupkan pasti kami minta bagian teknisi untuk melihat alat kesehatan rekam medik tersebut, apakah aman atau tidak. Memang, kita sangat khawatirkan akibat pengerjaan atap belum sempurna, lalu rembesan air hujan yang masuk banyak dan menggenangi, maka berpotensi membahayakan, dan bisa makan korban jiwa tersengat arus listik, sehingga saya perintahkan dimatikan,” timpalnya, dengan nada kecewa.

Pihaknya, sambung dr.Paul, telah meminta tenaga kerja untuk mencari ketemu kontraktornya agar lekas diatap. Tapi, karena kontraktornya masih di Lembata, sehingga dijanjikan Kamis, 16 November 2023 bisa segera diselesaikan,” ungkap dr.Paul, lagi.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun Wartawan di lokasi kegiatan, disebutkan proyek peningkatan gedung rumah sakit senilai Rp848.848.000, yang ditangani CV.Kasih Ibu, dengan tanggal kontrak 22 September 2023, dengan waktu pelaksanaan 90 hari, terhitung lamban. Lantaran sering alami keterlambatan bahan. Seperti Kayu untuk kuda-kuda atap, dan lainnya harus didatangkan dari Lembata.

Kemudian, Kontraktornya juga acap kali tidak ditempat, tapi berada di Lembata. Padahal, tenaga kerja sangat siap di lapangan. Belum lagi, upah tukang pun selalu telat dibayar, sehingga membuat beberapa anak buah tukang mogok kerja. Suka atau tidak suka, akibat ulah kontraktornya yang kerja tidak profesional, telah menimbulkan hambatan kerja rekam medik di Ruang Radiologi dan Farmasi. Apalagi, intensitas hujan mulai meningkat setiap hari.

Jika tak segera dituntaskan atap, maka bisa membuat efek kerusakan alat kesehatan rekam medik kian parah, dan ancam keselamatan kerja petugas. (OLA/RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version