BI NTT Dampingi Calon Peserta PIDI–DIGDAYA Hackathon 2026, Dorong Inovasi Digital Daerah

Pendampingan kepada calon peserta program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026. (Foto: Humas BI NTT).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) terus mendorong penguatan inovasi digital di daerah dengan memberikan pendampingan kepada calon peserta program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026.

Kegiatan yang digelar di Hotel Sotis, Kupang, pada 26 Maret 2026 ini merupakan bagian dari kolaborasi Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri, dan mitra strategis lainnya.

Pendampingan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah seperti BPAD Provinsi NTT, Bapenda Kota Kupang, dan BKAD Kota Kupang, hingga akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri kreatif.

Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPwBI NTT, Teguh Ersada Natail Sitepu, dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya kemampuan peserta dalam merumuskan model bisnis inovasi digital yang aplikatif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi Business Model Canvas dari akademisi Universitas Katolik Parahyangan Bandung untuk memperkuat pemahaman dalam menyusun model bisnis yang komprehensif.

Selain itu, peserta mengikuti pendampingan intensif guna mengembangkan ide inovasi digital dan menuangkannya ke dalam proposal. Sejumlah ide yang muncul antara lain terkait inovasi pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan transaksi non-tunai berbasis QRIS, serta pengembangan UMKM.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah melalui penguatan kapasitas, fasilitasi inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

KPwBI NTT juga akan terus melakukan pendampingan hingga batas akhir pengumpulan proposal yang telah diperpanjang sampai 5 April 2026.

Program ini diharapkan mampu melahirkan inovasi digital yang mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah. (*/TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version