BI Perkuat Komitmen dan Sinergi Bersama Mitra untuk Perekonomian NTT yang Lebih Tangguh dan Mandiri

Para peraih Sasando Award di PTBI 20-25 di Jakarta, Kamis (28/11/2025). (Foto: Humas Perwakilan BI NTT).

JAKARTA, RANAKANEWS.com – Matahari baru saja naik di Timor Tengah Selatan ketika Yosef, seorang petani jagung, mulai menyalakan traktor bantuan dari Bank Indonesia NTT. Suara mesin itu menjadi simbol perubahan.

“Dulu kami hanya mengandalkan tenaga sendiri. Panen sering tidak menentu. Sekarang lebih cepat, hasil lebih banyak, dan kami bisa menjual dengan harga lebih baik,” katanya sambil tersenyum.

Cerita Yosef hanyalah satu dari ribuan kisah yang mewarnai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Di Kupang (28/11/2025) di aula pertemuan dipenuhi pejabat daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas lokal.

Mereka datang bukan hanya untuk mendengar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi untuk menyaksikan bagaimana sinergi lintas sektor benar-benar mengubah kehidupan masyarakat NTT.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, memaparkan bahwa ekonomi NTT tumbuh di atas 5% pada 2025. Pertanian, perdagangan, dan ekspor menjadi motor utama. Namun ia menekankan:

“Di balik data, ada wajah manusia. Petani, pelaku UMKM, dan komunitas lokal yang merasakan langsung dampaknya. Itulah makna sejati dari sinergi,” tekannya.

Di Flores, Ana, pemilik Labajo Flores Coffee, menerima Sasando Award sebagai UMKM binaan terinspiratif. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengatakan, “Penghargaan ini bukan hanya untuk usaha kami, tetapi untuk seluruh petani kopi di Flores. Kami ingin kopi NTT dikenal dunia, bukan hanya sebagai minuman, tetapi sebagai simbol kerja keras dan kebanggaan daerah,” ujarnya.

Wisata Alor dan Harapan Generasi Muda
Di Alor, dukungan BI untuk sarana pariwisata membuka peluang baru. Maria, seorang pelaku ekonomi kreatif, mengaku kini lebih percaya diri.

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya melihat laut, tetapi juga merasakan budaya kami. Dukungan ini membuat kami yakin bahwa pariwisata bisa menjadi masa depan Alor,” ujarnya.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan pentingnya kemandirian:

“Kita harus percaya kepada kekuatan kita, saling mengisi, saling membantu, dan memberikan solusi yang cepat kepada rakyat, dengan tekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri.” katanya

Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan tetap optimis, dengan pertumbuhan 4,7–5,5% pada 2025 dan lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. Sinergi fiskal, moneter, dan pengendalian inflasi menjadi fondasi.

Sepuluh mitra strategis menerima Sasando Award, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT yang aktif mengendalikan inflasi, hingga PT ASDP Indonesia Ferry Kupang yang mendukung layanan kas.
Penghargaan ini menjadi simbol bahwa pertumbuhan ekonomi NTT adalah hasil kerja bersama lintas sektor.

Menuju NTT Mandiri
Transformasi ekonomi NTT diarahkan pada tiga pilar utama:
– Pertanian produktif: memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi defisit neraca pangan.
– Industri bernilai tambah: memperkuat pengolahan hasil bumi dan pariwisata berkelanjutan.
– Digitalisasi sistem pembayaran: memperluas akses keuangan hingga ke koperasi desa.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT, Drs. Kanisius H.M. Mau, menegaskan:
“Konsistensi, komitmen, dan sinergi lintas sektor adalah kunci membangun NTT menjadi lebih tangguh dan mandiri,” tegasnya. (*)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version