KUPANG, RANAKANEWS.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) melalui Bidang Program Pengapdian Masyarakat (P2M) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan “Soft Skill” bagi Guru Tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang, NTT, Tahun 2024.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari Kamis- Jumat (20-21/6/2024) berlangsung di Hotel Harper Kupang tersebut dibuka oleh Koordinator Bidang (Koorbid) P2M BNNP NTT, Lia Novika Ulya, S.KM, dan diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peserta yang terdiri dari para guru Bimbingan Konseling (BK) di 10 (sepuluh) sekolah tingkat SMA/SMK yang menjadi “pilot project” kegiatan.
Hadir pemateri dalam kegiatan ini antara lain: Koorbid P2M BNNP NTT, Lia Novika Ulya, S.KM dengan materi P4GN, Penyuluh Narkoba BNNP NTT, Yosna J. Juwita, S.Psi dengan materi Adiksi dan Rehabilitasi, Ahli Madya Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Kantor Perwakilan BKKBN Prov. NTT, Ummu Zakiah,S.ST, M.Keb dengan materi Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba, dan Ketua Forum GenRe NTT, Prischa M. D. P. Ratu Kore, S. I. Kom dengan materi Pengenalan Awal Modul “Soft Skill”.
Dalam sambutan Plt. Kepala BNNP NTT, Dominikus Tupen Sabon, S.Pt yang dibacakan oleh Koorbid P2M BNNP NTT, Lia Novika Ulya, S.KM menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada dalam status Darurat Narkoba.
Ia menyebutkan, Pada tahun 2023, tercatat angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,73% atau sebanyak 3,3 juta jiwa.
Sedangkan di provinsi NTT, angka prevalensi penyalahguna mencapai 0,1% atau sejumlah 4.875 orang. Disamping itu, terjadi peningkatan angka penyalahguna pada kalangan pelajar/remaja yang perlu menjadi perhatian kita bersama.
“Untuk itu, diperlukan sinergitas dan komitmen bersama dalam upaya P4GN,” harapnya.
Menurutnya, Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan ialah melalui Pelatihan Pengembangan “Soft Skill” yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru BK selaku fasilitator pelaksana program “soft skill” di sekolah masing-masing.
“Melalui peningkatan kapasitas tersebut diharapkan para guru BK tersebut dapat menjadi perpanjangan tangan BNN di lingkungan sekolah sekaligus menjadi Relawan Anti Narkoba,” tandasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berjalan dengan baik.
#IndonesiaDrugFree
#IndonesiaBersinar. (TD)
