Kawasan destinasi wisata Wae Rebo ( foto: Ist.)
RUTENG, RANAKANEWS.com – Bupati Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Heribertus Nabit, memimpin rapat koordinasi penataan kawasan Wae Rebo bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Senin (12/10/2026).
Rapat yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut membahas penataan kawasan, dukungan pembangunan infrastruktur, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, tokoh muda, dan perwakilan masyarakat adat Wae Rebo.
Dalam pembahasan tersebut, penataan kawasan menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait integrasi pengembangan wilayah, kebutuhan infrastruktur pendukung, dan peningkatan konektivitas antarwilayah.
Penataan kawasan diharapkan dapat menghubungkan potensi wisata di wilayah pesisir dan pegunungan, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Manggarai sebagai salah satu destinasi pariwisata yang melengkapi Labuan Bajo sebagai pintu masuk utama pariwisata Flores.
Selain penataan kawasan, dukungan pembangunan jalan dan jembatan turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, mempermudah mobilitas masyarakat, serta menunjang aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Keterlibatan tokoh muda dan perwakilan masyarakat adat Wae Rebo juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pelibatan berbagai unsur ini diharapkan memastikan bahwa rencana penataan kawasan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat, pelestarian adat dan budaya, serta keberlanjutan lingkungan.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan masyarakat berharap penataan kawasan Wae Rebo dapat berjalan secara terencana dan terintegrasi, dengan memperkuat infrastruktur pendukung, menjaga kelestarian budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.(WG)










