Daerah  

Bupati Paulus S.K.Limu Dorong Petani Percepat Olah Lahan

WAIBAKUL, RANAKANEWS.com– Demi menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat terus terpenuhi.

Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S. K. Limu mendorong petani agar Indeks Pertanaman terus ditingkatkan sehingga peningkatan produktivitas semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Dikatakan Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah Ir. Daniel Landa ketika melakukan panen raya Jagung pada 2 Desa yaitu Desa Waimanu dan Desa Ole Dewa, Sabtu (26/02/2022).

“Habis panen harus siap lagi untuk olah lahan, kalau perlu olah lahan dimulai dari bulan Agustus dan jangan hanya 1 ha saja, tetapi harus 2 atau 3 ha dan bahkan lebih lagi, kami akan bantu traktor, benih, pupuk dan pendamping agar bapak ibu kelompok tani terus semangat untuk bekerja keras,” sebut Bupati.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan sektor yang penting bagi masyarakat Sumba Tengah.

“Ini dikarenakan sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut,” ujar Bupati.

Disamping itu juga, lanjut Bupati, sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia bahan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat, penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat, serta sektor ini juga telah berkontribusi nyata bagi masyarakat untuk keluar dari angka kemiskinan.

Menyadari betapa pentingnya peranan sektor pertanian ini, Bupati pun mengharapkan agar semangat dan motivasi serta inovasi dari masyarakat terhadap pertanian harus menjadi prioritas.

“Suksesnya food estate di Sumba Tengah tidak saja bertumpu pada target peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman, namun dibuktikan dengan semangat dalam diri untuk terus bekerja keras mengolah lahan-lahan produktif untuk ditanami aneka komoditi lainnya, ini yang harus diperhatikan,” ucap Bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan, food estate akan terus berlanjut di tahun 2023 hingga tahun 2024.

“Ini dikarenakan program food estate dikerjakan secara serius untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap program food estate di Kabupaten Sumba Tengah yang dinilai program food estate dikerjakan dengan sungguh-sungguh dari waktu ke waktu untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, dan karena itu food estate akan berlanjut di tahun 2023 hingga tahun 2024,” sebut Bupati.

Bupati  menambahkan, pada Sabtu (26/2/2022) panen jagung yang dilakukan di Desa Ole Dewa, Kecamatan Mamboro pada kelompok tani Dewa Dara diperoleh hasil ubinan 10 ton per ha diatas lahan seluas 2 ha, dan di Desa Waimanu, Kecamatan Katiku Tana Selatan pada kelompok tani Suka Maju diatas lahan seluas 5 ha diperoleh hasil ubinan jagung 9,6 ton per ha.

Metode ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan.

“Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras yang dilakukan para petani kita dan ini sangat luar biasa, karena itu Saya minta kita terus kerja keras agar hasilnya terus meningkat dari waktu ke waktu, dengan demikikan kesejahteraan akan kita peroleh dam nikmati bersama dan kemiskinan bisa kita tekan turun,” pungkas Bupati.

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version