Butuh Normalisasi Kali Jalan-Jembatan Trans Nurabelen Ile Bura & Waimuring-Duang Wulanggitang

Kali di Desa Nurabelen dekat pemukiman warga yang butuh Normalisasi kedepannya, termasuk Jembatan untuk antisipasi banjir yang rawan meluap ke pemukiman warga: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Ancaman serius banjir lahar dingin Gunung Api Lewotobi Laki-laki dan Perempuan yang kini dirasakan langsung warga Ile Bura dan Wulanggitang harus direspon serius Pemda Flotim dengan melakukan normalisasi Kali, Jalan dan Jembatan di sejumlah titik rawan banjir.

“Iyah, ini harus ada penanganan yang lebih komprehensif oleh Pemda Flotim, karena ancaman banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan sudah makin nyata pasca letusan Kamis 20 Maret 2025.

Buktinya, Kali di samping Lapangan bola kaki Nurabelen dan sebelah SDK Nurabelen ke arah Desa Riangrita, banjir membawa banyak material batu meluap ke badan jalan.

Karena itu, Pemda Flotim perlu menormalisasi Kali serta peningkatan badan Jalan-Jembatan di sepanjang Nurabelen hingga Nobo untuk mengantisipasi bahaya banjir lahar dingin yang kini menjadi ancaman serius, pasca letusan Gunung Lewotobi yang membuat kawasan puncak hingga lereng gundul,”ujar Samson Nama Ola, warga Desa Nurabelen, saat bersama memantau kondisi Jalan, Jembatan dan Kali di jalur Nobo-Nurabelen Kecamatan Ile Bura yang diterjang banjir lumpur, pasir, batu dan kayu, Minggu (23/3/2025) sore.

Pasalnya, sebut Samson, dengan kondisi faktual banjir lahar dingin, apalagi puncak hingga lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan yang sudah gundul berpotensi memberi ancaman serius bahaya bagi warga dan kendaraan yang melintas.

Selain itu, sudah waktunya juga Pemda Flotim membuka jalur transportasi laut Ile Bura -Larantuka-Solor-Adonara-Lembata,”katanya, lagi.

Hal senada juga diungkapkan beberapa warga Desa Lewotobi Kecamatan Ile Bura, saat Bergotong Royong, Sabtu (22/3/2025).

“Memang, harus ada penanganan yang lebih serius oleh Pemda Flotim saat ini dan kedepan, terutama pada Kali, Jalan dan Jembatan di sepanjang Desa Nurabelen hingga Nobo, karena berada di jalur merah dari Gunung Lewotobi.

Karena itu, selain Pemda Flotim, perlu juga diminta bantuan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur melalui Gubernur-Wakil Gubernur, Bapak Melkiades Emanuel Lakalena-Irjen Pol (Purn). Jhoni Asadoma untuk membantu penanganan normalisasi Kali, serta peningkatan Jalan-Jembatan di jalur Trans Nobo-Nurabelen hingga Waimuring-Duang Kecamatan Wulanggitang,”ujar Paul Aran, warga Desa Lewotobi di sela-sela kegiatan bakti sosial pembersihan badan jalan dari abu vulkanik.

Ia juga berharap, Pemda Flotim bisa berkomunikasi dengan Pemprov NTT untuk penanganan infrastruktur di sepanjang jalur ring Lewotobi, terutama jalur rawan banjir seperti Nurabelen Kecamatan Ile Bura dan Waimuring-Duang Kecamatan Wulanggitang.

Pelaksana tugas Camat Ile Bura, Silvester Lein,S.Sos kepada Wartawan mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan terkait potensi ancaman banjir lahar dingin Gunung Lewotobi ke wilayah Nurabelen-Nobo.

Disamping itu juga menghimbau warga agar terus mewaspadai potensi banjir saat melintas di kawasan Nurabelen-Nobo.

“Sebaiknya melintas pada siang hari dan tidak boleh pada malam hari karena rawan banjir.

Sementara itu, terkait normalisasi Kali di samping Bengkel Otomotif Samson Nama Ola dan Lapangan Bola Nurabelen, masih terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Memang, Kami terus berkoordinasi dengan Pemda Flotim, sambil mengikuti situasi di lapangan,”pungkasnya, Rabu (26/3/2025) malam.

Waimuring-Duang Butuh Normalisasi

Sementara itu, terkait kondisi Kali Waimuring dan Duang Kecamatan Wulanggitang yang juga telah dibersihkan material lumpur, batu, pasir dan kayu oleh alat berat, disarankan agar perlu juga ada perencanaan pekerjaan yang jauh lebih komprehensif oleh Pemda Flotim.

“Iyah, Kami minta agar Kali Waimuring dan Duang di Desa Nawakote dan Waiula ini perlu dinormalisasi agar bisa lebih aman dilintasi kendaraan dan manusia.

Pasalnya, kondisi Kali Waimuring dan Duang saat ini telah berubah menjadi jalur banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Perempuan.

Ini yang harus dipikirkan Pemda Flotim, apalagi terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi,”tegas Anton Dopi Liwu, warga Desa Waiula yang selama ini bersama warga bergotong royong bakti bersihkan jalan setiap kali turun hujan membawa banjir lahar menimbun badan jalan di Waimuring dan Duang.

Menurutnya, Pemda dan DPRD Flotim harus berani membuat perencanaan besar dan kompherensif untuk penanganan infrastruktur terdampak erupsi Gunung Lewotobi di sepanjang ruas jalan Ring Lewotobi, dari Boru hingga Nobo dan sebaliknya.

Juga ke wilayah Pululera-Nilekenohing, dan Waiula-Hewa-Odjandetun-Pruda-Hikong sebagai jalur alternatif kedepannya.

Pantauan Wartawan hingga Kamis (27/3/2025) sore, sejumlah titik badan jalan yang ditimbun material lumpur pasir, juga Kali di sepanjang Desa Nurabelen telah dibersihkan dengan alat berat.

Bahkan, alat berat masih disiagakan Pemda Flotim di Desa Nurabelen, untuk antisipasi dampak hujan yang menimbun badan jalan lagi.

Sementara arus lalu lintas kendaraan dan manusia masih relatif lancar.(OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version