Oleh: Silvester Seno
Yayasan Cita Masyarakat Madani (Cita Madani) adalah LSM Lokal yang bekerja untuk pengembangan masyarakat fokus anak di NTT dengan motto: “Together for Children Well-being” (Bersama untuk kesejahteraan anak-anak).
Saat ini bekerja berbasis Desa/Kelurahan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Sumba Barat Daya. Cita Madani bermitra dengan ChildFund International di Indonesia, sebuah International NGO, organisasi nirlaba, non-sektarian, dan non-politis, yang memiliki visi anak dapat hidup di lingkungan yang mendukung pemenuhan hak anak dan tumbuh kembang anak secara optimal untuk mencapai potensi hidup mereka. Saat ini mengembangkan 5 program fokus kesehatan, pembelajaran, penguatan ekonomi, perlindungan dan aksi iklim.
Sub area program dari Program livelihood adalah Kesiapan Kerja Orang Muda untuk masuk ke dalam dunia kerja dan dunia usaha.
Di era globalisasi ini, kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga soft skill semakin meningkat.
Soft skill seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan pemecahan masalah menjadi elemen penting yang menentukan kesuksesan di tempat kerja. Namun, di banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pembelajaran soft skill seringkali belum terintegrasi dengan baik dalam kurikulum, sehingga lulusan belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Menanggapi tantangan ini, ChildFund International Indonesia sejak akhir tahun 2021 telah menginisiasi program integrasi soft skill dalam kurikulum SMK, dimulai dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan lulusan SMK dengan menggabungkan keterampilan teknis dan non-teknis dalam pembelajaran sehari-hari.
Hasil yang positif dari program ini menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran soft skill memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.
Training of Trainer (TOT) Soft Skill Tahap Dasar ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama (Yayasan Cita Madani, ChildFund, Dinas P & K Provinsi NTT Dan ke 42 SMK Di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi NTT, setelah melakukan 2 tahapan sebelumnya yaitu Workshop Integrasi Soft Skill ke dalam pembelajaran SMK yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum dari 40 SMK pada tanggal 06 Desember 2024 dilanjutkan dengan Penandatanganan PKS Integrasi Soft Skill ke dalam pembelajaran Vokasi SMK antara Yayasan Cita Masyarakat Madani dengan Dinas P&K Provinsi NTT, Yayasan Cita Masyarakat Madani dengan KADIN NTT dan Yayasan Cita Masyarakat Madani dengan ke 42 SMK yang saat ini menjadi sekolah target yang berkomitmen untuk mengintegrasikan Soft Skill ke dalam pembelajaran.
Kegiatan yang dipadukan dengan Rapat Kerja Tim Kerja Vokasi Daerah Provinsi NTT semakin menguatkan komitmen para pihak di NTT untuk mendorong soft skill menjadi bagian penting dalam mendukung hard skill, siswa di SMK khususnya.
Di era saat ini, keterampilan teknis saja tidak cukup untuk mencetak generasi muda yang sukses. Soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, empati, dan keterampilan interpersonal lainnya, menjadi faktor penentu dalam menciptakan individu yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial yang dinamis.
Para guru Bimbingan Konseling dan Guru Produktif SMK memiliki peran yang sangat strategis dalam membimbing dan mengembangkan potensi siswa agar dapat beradaptasi dan berkompetisi dengan baik.
Oleh karena itu, ToT soft skills ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat mendukung para pendidik dalam menjalankan tugasnya, serta dalam membentuk karakter siswa yang kuat, mandiri, dan siap memasuki dunia profesional.
Salah satu rencana tindak lanjut adalah melaksanakan kegiatan ToT Soft Skill Tahap Dasar bagi sekolah-sekolah SMK yang berkomitmen untuk mengimplementasikan Soft Skill ke pembelajaran/kurikulum di sekolahnya.
ToT soft skill tahap dasar sangat penting untuk memberikan pemahaman mengenai relevansi dan manfaat soft skill dalam konteks pendidikan di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).
Integrasi soft skill ke dalam pembelajaran di SMK memiliki sejumlah alasan yang mendasari pentingnya penerapan keterampilan ini dalam pembelajaran dan pelatihan siswa SMK.
Berikut beberapa alasan mengapa hal ini sangat penting: Menunjang Kesiapan Kerja Siswa Meningkatkan Kemampuan Adaptasi Membangun Karakter dan Kepribadian Siswa Memenuhi Kebutuhan Industri, Meningkatkan Daya Saing Lulusan SMK, Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Secara keseluruhan, integrasi soft skill dalam pembelajaran di SMK sangat penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kualitas pribadi yang dapat mendukung keberhasilan dalam dunia profesional.
Pelatihan soft skill tingkat dasar menjadi langkah awal yang penting untuk mencapainya.
Ada beberapa modul yang akan digunakan: Modul Dasar: Kecakapan Hidup Modul Menengah: Kesiapan Kerja Modul Tingkat Lanjut – Bekerja: Persiapan Masuk Dunia Kerja Modul Tingkat Lanjut – Wirausaha: Persiapan Masuk Dunia Usaha Untuk itu Kolaborasi antara Yayasan Cita Masyarakat Madani, ChildFund International di Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi NTT.
Dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengintegrasikan soft skill ke dalam pembelajaran SMK memiliki sejumlah alasan penting diantaranya: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia: Soft skills seperti komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan keterampilan interpersonal semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa SMK tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal yang mendukung keberhasilan di lingkungan profesional.
Menjawab Tantangan Dunia Kerja: Banyak perusahaan di Indonesia dan dunia yang menginginkan tenaga kerja yang memiliki kombinasi keterampilan teknis dan soft skills.
Dengan kolaborasi ini, siswa SMK akan lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis.
Meningkatkan Daya Saing Lulusan SMK: Lulusan SMK yang memiliki keterampilan teknis yang baik namun minim soft skills sering kali kesulitan dalam beradaptasi di tempat kerja.
Dengan integrasi soft skills, lulusan SMK dari NTT akan memiliki keunggulan lebih dalam hal adaptasi dan interaksi sosial di dunia profesional.
Mendukung Program Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan: Kolaborasi ini dapat membantu menciptakan program pendidikan yang lebih inklusif, di mana siswa dari berbagai latar belakang memiliki akses yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan non-teknis yang esensial.
Ini juga mendukung keberlanjutan pendidikan dengan mempersiapkan siswa untuk menghadapi perubahan di pasar kerja. Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Dalam konteks NTT, yang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi, kolaborasi ini dapat berperan besar dalam meningkatkan kemampuan generasi muda untuk mengakses peluang kerja yang lebih baik.
Dengan keterampilan yang lebih lengkap, lulusan SMK NTT memiliki potensi untuk lebih mudah diterima di industri atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Peningkatan Keterlibatan Pemangku Kepentingan: Kolaborasi ini memungkinkan adanya peran serta berbagai pihak, dari yayasan, lembaga internasional, pemerintah daerah, hingga institusi pendidikan.
Dengan bersama-sama berkolaborasi, hasil yang dicapai akan lebih maksimal dan dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat.
Meningkatkan Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Industri: Kolaborasi ini membantu memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan di SMK tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan non-teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Hal ini juga dapat membantu mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Secara keseluruhan, integrasi soft skills ke dalam pembelajaran SMK melalui kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi siswa secara menyeluruh, mempersiapkan mereka untuk berkontribusi secara efektif dalam dunia kerja, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi NTT.
- Kami menitipkan pesan kepada bapak/ibu guru tentu tentang komitmen setelah pelatihan. Komitmen bapak/ibu untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan soft skill yang baru akan memberi dampak besar pada perkembangan siswa. Teruslah berlatih dan menerapkan komunikasi efektif, kerja tim, dan pemecahan masalah dalam setiap interaksi di kelas.”
- Sebagai guru, bapak/ibu adalah panutan bagi siswa. Komitmen bapak/ibu untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, empati, dan keterampilan interpersonal akan membentuk karakter siswa dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia kerja.”
- Dengan keterampilan soft skill yang ditingkatkan, bapak/ibu dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, kolaboratif, dan mendukung kreativitas.
Komitmen untuk membangun suasana kelas yang positif akan membantu Harapan kami Bapak ibu dapat : Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru dalam bidang soft skill yang penting untuk mendukung tugas mereka sebagai pendidik.
Soft skill seperti komunikasi efektif, kecerdasan emosional, pemecahan masalah, dan kemampuan kolaborasi sangat diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
Menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini dalam interaksi mereka dengan siswa. Khususnya untuk guru BK, diharapkan dapat lebih baik dalam memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa, mengelola masalah sosial dan emosional, serta membantu siswa dalam pengembangan diri.
Meningkatkan cara mengajar yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan industri, serta mengajarkan keterampilan yang mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan mendukung, baik secara akademis maupun sosial.
Keterampilan soft skill yang diperoleh akan mendukung mereka dalam membina hubungan yang lebih baik dengan siswa, sehingga menciptakan suasana sekolah yang lebih positif.
Meningkatkan kolaborasi dengan sesama guru, baik di tingkat sekolah maupun dalam konteks yang lebih luas di lingkungan pendidikan provinsi, untuk bersama-sama mengembangkan kualitas pendidikan di daerah NTT. Dapat lebih siap dalam mengembangkan potensi kepemimpinan mereka, baik di dalam sekolah maupun dalam lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Soft skill ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk terus berkembang dalam karir mereka.
Dan Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas tidak hanya pada guru dan siswa, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat sekitar.
Guru yang memiliki keterampilan lebih baik dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan generasi pendidik yang lebih kompeten, responsif terhadap kebutuhan siswa, dan mampu beradaptasi dengan perubahan dalam dunia pendidikan.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Bapak Kepala Dinas P & K Provinsi NTT yang sangat memberikan dukungan dalam rencana integrasi soft skill di dalam pembelajaran di sekolah-sekolah SMK dan juga SMA di NTT yang dimulai dari 3 kabupaten/kota wilayah kerja Cita Madani.
Terimakasih untuk ChildFund yang telah mempercayakan Cita Madani mengembangkan program ini terutama integrasi soft skill ke dalam pembelajaran di SMK dengan mensupport modul yang siapa digunakan setelah pelatihan ini.
Kepala SMKN I Tengaran Kabupaten Semarang yang telah mempercayakan Ibu Purwanti dan Bapak Suyitno, menjadi naras umber dan fasilitator TOT Soft Skill Tahap Dasar selama 4 hari ini.
Bapak/Ibu akan berproses bersama bapak/ibu guru hebat dari 40 an SMK di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS Bapak/ibu Kepala Sekolah SMK dari 40 an SMK yang telah mempercayakan masing-masing 2 perwakilan guru baik guru BK dan guru produktif lainnya untuk mengikuti sesi TOT selama 4 hari ini.
Terimakasih untuk teman-teman guru semua, yang mungkin saja sudah dalam jadwal LIBUR NATAL dan TAHUN BARU tapi harus ada dalam kelas ini selama 4 hari, semoga semakin memberikan motivasi dan semangat untuk semakin mencintai anak-anak kita melalui berbagai inovasi untuk mempersiapkan anak-anak kita bisa berkompetisi di dunia kerja.
Terimakasih untuk semua Yayasan Cita Masyarakat Madani, ChildFund International Indonesia, serta Dinas Pendidikan Provinsi NTT yang telah bekerja sama dalam menyelenggarakan pelatihan ini.
Sinergi antara lembaga-lembaga tersebut menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan para pendidik di daerah ini.
Kepada seluruh peserta pelatihan, saya berharap agar Anda semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian dan semangat.
Gunakan kesempatan ini untuk belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan keterampilan yang dapat Anda terapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Semoga pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu yang berguna, tetapi juga menginspirasi kita semua untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan lebih berdedikasi.
Salam VOKASI: Vokasi kuat, menguatkan Indonesia. Dan TOGETHER FOR CHILDREN WELLBEING.
Penulis: Direktur Yayasan Cita Masyarakat Madani NTT








