DAMPAK COVID-19 BAGI DUNIA PENDIDIKAN
OPINI-Indonesia sedang melawan penyakit menular yaitu covid-19 (Corona Virus Disease) 2019. Covid -19 memberikan dampak kurang baik bagi dunia pendidikan ini berbagai negara terutama pendidikan di indonesia. Sehingga Mendikbud Nadiem Makariem dan DPR meminta bahwa Ujian Nasional (UN) ditiadakan karena pandemik corona.
Menurut ketua komisi X DPR RI Syaiful Huda (23/3) dilansir dari Kompas.com mengatakan bahwa kemdikbud sedang mengkaji pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional sebagai penganti UN.
Opsi tersebut diambil jika satuan pendidikan mampu menyelenggarakan USBN dalam jarigan berani (olnline). Jika USBN via daring tidak bisa dilakukan, maka muncul opsi lain yaitu kelulusan dilakukan dengan menciptakan ide-ide selama belajar disekolah, Nilai dasar tingkat SD/MI, tingkat SMP/MT, tingkat SMA/MA selama 3 tahun belajar.
Kebijakan ini diambil karen dampak covid-19 yang semakin meluas diwilayah indonesia, sehingga semakin kuat jika UN tetap dilaksanakan memberikan dampak covid-19 yang sangat luas akibat dari adanya perkumpulan secara fisik siswa yang akan melaksanakan UN di gedung- gedung sekolah.
Kebijakan lain yang diambil pemerintah adalah peserta didik belajar di rumah sehingga tetap di rumah (stay at home) baik dari jenjang PAUD/TK sampai dengan perguruan tinggi namun tidak berarti di libur karena bulan Maret hingga Juni masih dalam proses pembelajaran. Siswa belajar dari rumah yang awalnya berlaku hanya selama 14 hari namun melihat kondisi covid-19 yang semakin masif telah menyerang wilayah indonesia, membuat pemerintah daerah membuat kebijakan dengan memperpanjangkan masa belajar di rumah untuk siswa TK, SD, SMP, SMA, hingga sampai perguruan tinggi Hingga awal April bahkan sampai pertengahan April.
Dalam masa belajar di rumah, guru dan siswa memiliki tugas, antara lain guru menyusun materi pembelajaran sesuai perencanaan dan jadwal pembelajar, memberikan tugas sebagai bahan belajar siswa di rumah, guru berkordinasi dengan orang tua untuk menyatukan belajar siswa di rumah dan melaporkan perkembangan kesehatan siswa akan melaporkan tersebut ke dinas pendidikan.
Pengaruh revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan memberikan dampak positif dalam situasi dan kondisi seperti ini. Teknologi informasi dan komunikasi berbasis berani (online) menjadi solusi. Sekaligus menjadi tantangan guru profesional pada pembelajaran abad 21.
Namun kenyataan di lapangan masih banyak guru yang belum menggunakan teknologi dalam memberikan materi pembelajaran sampai dengan penugasan akhir. Apalagi selama ini masih banyak guru yang menggunakan cara tradisional dalam pembelajaran tatap muka, sehingga kurang memiliki media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi menjadi tantangan bagi guru era digital untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, Mendikbud telah merencanakan Konsep Guru Penggerak. Guru penggerak harus memulai dari kebiasaan- kebiasaan kecil sehingga tidak harus menunggu bimbingan teknis karena guru harus memiliki inovasi dan segala kondisi pembelajaran.
Saat ini, penggunaan perangkat elektronik baik televisi, radio, smartphon, komputer/ laptop, sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Pemerintahan melalui kemdikbud meningkat kembali televisi pendidikan (Tv Edukasi), pembelajaran kelas maya melalui rumah belajar (www.belajar. kemdikbud.go.id). telkomsel berkerja sama dengan salah satu platfrom berani yaitu ruang guru memberikan fasilitas gratis 30 GB untuk belajar diruang guru selama 1 bulan. Platfrom berani Zenius Education menggratiskan 80.000 video pembelajaran. Banyak aplikasi yang digunakan dalam membuat pembelajaran kelas online seperti google, classroom, zoom cloud, edmodo dan aplikasi lainya yang dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran jarak jauh sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Guru terbiasa mengoperasikan smartphone tidak akan membutuhkan waktu banyak dalam mempelajari aplikasi pembelajaran karen telah terbiasa berinteraksi dengan smartphone dan aplikasi-aplikasi tersebut biasanya dilengkapi dengan tutorial sehingga mudah untuk mempelajari dan banyak situs yang menyediakan tutorial tersebut. Jika pun tidak, pihak sekolah dapat menyelenggarakan video conferece (vidcom) pelatihan berani bagi guru yang belum memahami aplikasi tersebut dan dibantu oleh guru yang telah terbiasa menggunakan teknologi sehingga menjaga jarak fisik tetap dilaksanakan.
Guru tidak harus mengembangkan media pembelajaran sendiri karena aplikasi pembelajaran yang memudahkan guru dalam menambah banyak materi pembelajaran. Tidak ada alasan bagi guru dan siswa yang merasa berkerja/belajar di rumah menjadi hambatan dan bermalas-malasan karena belum dapat dipastikan kapan covid-19 akan berakhir, bisa jadi pembelajaran di rumah akan terus berlangsung hingga Berberapa bulan seperti yang terjadi di wuhan, itali, negara-negara Eropa lainnya. Oleh karena itu, para guru harus meningkat Kompentensinya melalui pembelajaran yang berani, membuat pembelajaran yang berani menyenangkan, serta mampu mengasah dirinya untuk berpikir kritis siswa (berpikir siswa) yang pada akhirnya pelaksanaan ujian kenaikan kelas (UKK) nantinya dapat dilaksanakan karena guru tidak lagi gaptek (gagap teknologi), era guru digital melek teknologi. Siswa dapat mengerjakan tugas yang berani karena generasi milenial telah terbiasa menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-harinya.
Oleh: Rosalia Feni,
Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng,
Prodi PGSD