Darurat Normalisasi Kali di Kebun Bapak Tamang, Selamatkan Rumah Warga Nurabelen

Antisipasi banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Perempuan, tanggap darurat normalisasi Kali Nurabelen, terutama di 2 tikungan tajam dekat Kebun Bapak Raimundus Tamang mesti segera dilakukan. Dikhawatirkan jika Eksavator tak lakukan normalisasi Kali, termasuk bersihkan pohon di tengah Kali yang halangi banjir, luapan air bisa terjang rumah warga lagi. Seperti kejadian Selasa 24 Februari 2026 siang yang menimpa 5 rumah warga.

Kondisi Kali Nurabelen yang sudah penuh dan meluap terjang rumah warga Nurabelen, Samson Nama Ola dan beberapa rumah lainnya, saat dipantau Wartawan dan Samson Nama Ola, Rabu (25/2/2026) sore: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Kondisi Kali Nurabelen yang sudah penuh dan meluap terjang rumah warga Nurabelen, Samson Nama Ola dan beberapa rumah lainnya, saat dipantau Wartawan dan Samson Nama Ola, Rabu (25/2/2026) sore: Foto (OLA/Ranakanews.com)

 

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Antisipasi banjir susulan, dan selamatkan rumah warga dan lahar pertanian warga, Dua (2) titik rawan luapan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi di Kali Nurabelen, tepatnya mulai di kebun milik Bapak Raimundus Tamang (63) yang sempat terjang 5 rumah warga, Selasa 24 Februari 2026, siang mesti segera dinormalisasi oleh Eksavator yang saat ini ditempatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim hingga bulan April 2026, dalam operasi tanggap darurat Banjir Lahar Gunung Lewotobi.

Demikian permintaan sekaligus harapan yang disampaikan Pemdes Nurabelen melalui Sekretaris Desa Nurabelen Rens Kewuta, warga Nurabelen, Bapak Raimundus Tamang, Samson Nama Ola, dan Ibu Fin Hayon, yang juga korban terjangan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi, Selasa 24 Februari 2026, siang yang merendam rumahnya, hingga berdampak beberapa perabot seperti Kulkas, Frizer dan barang lainnya rusak.

Pasalnya, banjir lahar Gunung Lewotobi yang meluap kali ini, mengalir deras akibat hujan di kawasan puncak Gunung, bawa turun air dalam volume yang lebih besar.

Banjir lalu meluap ke kebun dan rumah warga, karena airnya pecah di kebun Bapak Raimundus Tamang, mengalir dalam kebun, ikut jalur Kali kecil hingga menerjang rumah warga.

“Banjir sampai meluap besar itu, lantaran aliran air terhalang satu pohon besar di tengah Kali dan pas tikungan tajam jalur banjir.

Saya lari dari rumah ke kebun, ternyata air sudah meluap ke pondok, karena alirannya terhalang pohon besar yang tumbuh di tengah Kali dan pas tikungan tajam lagi,”ujar Raimundus Tamang, petani Nurabelen yang kebunnya terkena luapan banjir lahar, saat ditemui Wartawan di pondoknya, Rabu (25/2/2026) sore.

2 Tikungan Tajam dan Pohon Besar di Tengah Kali Halang Banjir Sampai Meluap

Ia bahkan khawatir jika 2 posisi tikungan tajam luapan banjir tak dinormalisasi dan pohon yang tumbuh di tengah Kali tak lekas dibersihkan, banjir bisa meluap lagi saat hujan tinggi di Gunung,

“Saya baru lihat ini, air meluap besar sekali dan selama ini tidak pernah.

Apalagi, Kali ini hulunya langsung dari puncak kawah Gunung Lewotobi Perempuan.

Karena itu, Saya juga setuju kalau alat berat cepat masuk untuk bongkar batu di dalam Kali untuk timbun di kiri kanan supaya banjir jangan meluap.

Kemudian, pohon besar dalam Kali juga dibersihkan dan posisi tikungan bisa dinormalisasi supaya aliran air tak terhalang dan meluap.

Tapi, tolong pohon yang tumbuh di kiri kanan Kali jangan ditumbangkan,”ungkap Raimundus Tamang.

Petani yang punya jagung dan padi tumbuh subur, yang ikut diterjang banjir, juga menceritakan, Dirinya sempat panik saat banjir besar datang.

“Tapi, untunglah banjir datang saat Siang hari dan hanya terjadi hujan di Gunung, sehingga tidak terlalu parah.

Memang, Saya buka kebun ini juga sempat was-was dengan banjir.

Karena Kali ini langsung dari puncak Gunung Lewotobi Perempuan.

Jadi, setiap kali hujan di di Gunung, pasti banjirnya turun sampai disini,”ujar Bapak Tamang, yang juga mengaku kerap berburu sampai di kawasan puncak Gunung Lewotobi Perempuan, saat belum erupsi.

Dia berharap, Pemerintah segera bawa alat berat, yang kini parkir di depan rumah Bapa Samson Nama Ola, bisa mulai kerja normalisasi Kali Nurabelen, sebelum hujan tinggi di Gunung Lewotobi Perempuan datang lagi.

Hal yang sama juga disampaikan Sekdes Nurabelen Rens Kewuta dihadapan Kepala Satlak BPBD Flotim Drs.Fredy Moat Aeng dan Sekretaris BPBD Flotim Ariston Kolot Laot,S.IP saat meninjau kondisi Kali Nurabelen dan rumah korban terdampak banjir Samson Nama Ola, Rabu 25 Februari 2026, sore.

“Kami minta kalau bisa Eksavator normalisasi Kali sampai di kebun warga, sekitar 200 meter dari Jalan Raya, agar bisa antisipasi luapan banjir susulan.

Karena posisi luapan banjir itu alirannya persis dengan 5 rumah warga Nurabelen,”terang Rens Kewuta.

Sementara itu, sebagaimana pantauan Wartawan langsung di lokasi luapan banjir hingga di kebun milik Raimundus Tamang, bersama warga terdampak banjir, Samson Nama Ola, memang terlihat jelas luapan banjir itu akibat endapan pasir batu mulai penuh rata dengan bibir Kali, sehingga membuat air bebas mengalir keluar dalam volume besar.

Demikian pula, satu titik ke arah Hulu, sebelah atas kebun milik Raimundus Tamang sekitar 30 meter, banjir terhalang pohon besar yang tumbuh di tengah Kali, dan pas tikungan tajam, sehingga volume banjir sebagian besar terbelah meluap ke sisi kiri, dan mengalir ke kebun Raimundus Tamang, lalu terus ke permukiman warga.

Karena itu, Eksavator yang kini parkir di jalan raya, diharapkan bisa segera diarahkan BPBD Flotim untuk mulai masuk Kali lakukan normalisasi ke Hulu sampai di kebun Raimundus Tamang.(OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version