Dinas Kesehatan Manggarai Lepas Almarhumah Hildegardis Salmon dalam Upacara Pemakaman Kedinasan

Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kesehatan menggelar upacara pemakaman secara kedinasan bagi almarhumah Hildegardis Salmon, A.Md.Kep.,(Foto: Chita)

RUTENG, RANAKANEWS.com — Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kesehatan menggelar upacara pemakaman secara kedinasan bagi almarhumah Hildegardis Salmon, A.Md.Kep., tenaga kesehatan yang terakhir bertugas di UPTD Puskesmas Lao, Kabupaten Manggarai, Minggu (18/10/2026).

Upacara berlangsung di rumah duka, Jalan Glodial, Ruteng. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir pemerintah atas dedikasi dan pengabdian almarhumah selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di bidang kesehatan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Anselmus Janggur, S.Kep., Ns., menyampaikan penghargaan atas pengabdian almarhumah selama bertugas melayani masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan lingkungan pelayanan kesehatan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Menurutnya, nilai pengabdian seorang tenaga kesehatan tidak semata-mata diukur dari jabatan maupun masa kerja, tetapi juga dari ketulusan, kepedulian, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan almarhumah akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan manfaatnya. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan diajak menjadikan peristiwa duka ini sebagai pengingat untuk terus menjalankan tugas dengan tulus serta menjaga martabat profesi sebagai pelayan kemanusiaan.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa mendalam serta berharap keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Riwayat pengabdian

Almarhumah Hildegardis Salmon, A.Md.Kep., telah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara di bidang kesehatan dan pernah bertugas di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam perjalanan kariernya, almarhumah pernah bertugas di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, kemudian di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, sebelum melanjutkan pengabdiannya di UPTD Puskesmas Lao.

Berdasarkan riwayat pekerjaan yang disampaikan, almarhumah juga mengalami sejumlah kenaikan pangkat dan golongan sebagai bagian dari perjalanan kariernya. Pada April 2022, ia tercatat menduduki pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d, dengan jabatan Perawat Penyelia.

Almarhumah meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026), pukul 06.00 WITA, di kediaman orang tuanya di Jalan Glodial, Pau, Kelurahan Pau  Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dalam usia 41 tahun.

Penyerahan jenasah kepada keluarga

Dalam rangkaian upacara pemakaman kedinasan, dilakukan penyerahan kembali jenazah almarhumah dari pemerintah kepada pihak keluarga. Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus menyerahkan jenazah untuk dimakamkan oleh keluarga.

Prosesi ini menjadi simbol penghargaan pemerintah atas pengabdian almarhumah sebagai aparatur sipil negara di bidang kesehatan.

Setelah upacara pemakaman kedinasan selesai, rangkaian penghormatan dilanjutkan dengan misa pemakaman yang dipimpin oleh Romo Ardi Obot, didampingi Romo Dino.

Dalam misa tersebut, keluarga dan umat yang hadir diajak menerima kenyataan kehilangan dengan iman, saling menguatkan, serta menyerahkan almarhumah ke dalam kasih dan kerahiman Tuhan.

Pesan rohani yang disampaikan dalam misa menekankan bahwa kematian merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia yang tidak dapat dihindari. Namun, bagi orang yang percaya kepada Kristus, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan harapan akan kehidupan kekal.

Keluarga, terutama suami dan anak-anak yang ditinggalkan, diajak untuk tetap tabah menghadapi masa duka. Dukungan keluarga besar, sahabat, rekan kerja, serta doa bersama diharapkan menjadi sumber kekuatan dalam menjalani hari-hari mendatang.

Misa pemakaman juga menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk mengenang perjalanan hidup almarhumah, mensyukuri kebaikan yang telah dibagikannya, serta mendoakan agar ia memperoleh tempat dalam kemuliaan Tuhan.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Manggarai

Upacara misa pemakaman tersebut turut dihadiri Bupati Manggarai Heribertus Nabit dan Wakil Bupati Manggarai Fabi Abu, pejabat Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai, pimpinan dan jajaran Dinas Kesehatan, para imam, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhumah, rekan-rekan tenaga kesehatan, serta umat beriman.

Kehadiran pimpinan daerah dan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bentuk solidaritas serta penghormatan terakhir bagi almarhumah dan keluarga yang sedang berduka.

Sambutan keluarga

Dalam sambutan mewakili keluarga, Willy Grasias menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai Heribertus Nabit, Wakil Bupati Fabi Abu, Pemerintah Kabupaten Manggarai, khususnya Dinas Kesehatan, serta seluruh keluarga, sahabat, rekan kerja, dan pelayat yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga yang berduka.

Ia mengungkapkan bahwa kepergian Hildegardis Salmon meninggalkan duka mendalam. Namun, keluarga berusaha menerima kehilangan tersebut dengan berserah kepada kehendak Tuhan.

Atas nama keluarga, Willy juga memohon maaf apabila semasa hidupnya almarhumah pernah melakukan kesalahan atau mengucapkan kata-kata yang kurang berkenan.

“Kami menyerahkan almarhumah ke dalam kasih dan kerahiman Tuhan. Semoga Tuhan menerima jiwanya dalam kebahagiaan abadi dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Beristirahatlah dalam damai, ibu Hilde. Semoga kasih Tuhan menyambutmu di rumah keabadian,” ungkap Willy.

Kepergian Hildegardis Salmon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan sejawat. Namun, dedikasi serta pengabdian yang telah ditunjukkannya selama menjadi tenaga kesehatan diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi para pelayan kesehatan dalam melanjutkan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui upacara pemakaman kedinasan dan misa pemakaman tersebut, penghormatan terakhir tidak hanya menjadi ungkapan kehilangan, tetapi juga bentuk penghargaan atas perjalanan pengabdian almarhumah serta peneguhan iman bagi keluarga yang ditinggalkan.(WG)

error: Konten dilindungi!