KUPANG, RANAKANEWS.com – Dinas Pertanian Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Bidang Kesehatan Hewan Veteriner bekerjasama dengan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Provinsi NTT memberikan pelayanan vaksinasi rabies bagi Hewan Penular Rabies (HPR) dengan sitem “Jemput Bola” atau mendatangi langsung rumah-rumah warga pada Selasa- Rabu (21-22 Mei 2024).
“Vaksinasinya telah terjadwal sehingga pelayanan terarah,” kata drh. Prima Habaora disela-sela melayani vaksinasi rabies pada hewan (Anjing) di Kelurahan Naikolan, pada Rabu (22/5/2024) pagi.
Ia melanjutkan, Target vaksinasi gratis Kota Kupang sejauh ini tidak menentu karena jumlah populasi Anjing di kota Kupang tidak begitu terdata dengan baik karena banyak juga yang tidak memberikan data ke RT/RW.
RT/RW juga ada yang tidak memasukan data ke kelurahan. “Namun sejauh ini dari tahun lalu sampai dengan hingga saat ini sudah dua ribuan ekor yang sudah divaksin di Kota Kupang. Kalau jumlah target sendiri, kami tidak puya target tapi selama stok vaksin itu masih ada maka kami akan tetap laksanakan vaksinasi,” ungkap drh. Prima.
“Tujuan vaksinasi rabies itu seperti kita tahu rabies di beberapa daerah sudah ada kasusnya. Hewan pembawa rabies ini kan ada tiga yakni Anjing, Kucing, dan Kera, jadi kita harapkan adanya vaksinasi gratis ini, memberikan kesadaran masyarakat bahwa kita harus waspada terhadap rabies,” paparnya.
Kalau untuk programnya sendiri tenaga lapangannya dari Dinas Pertanian Kota Kupang khususnya Bidang Veteriner sedangkan untuk penyediaan vaksinnya itu dari Dinas BPBD Provinsi bekerjasama Dinas Peternakan Provinsi NTT.
“Harapan saya satu-satunya adalah masyarakat mau untuk bersinergi bersama kami supaya Kota Kupang kedepannya betul-betul tetap aman, dan bersih dari virus karena di lapangan banyak masyarakat yang masih takut bahwa katanya vaksin ini nanti Anjingnya mati dan lain-lain padahal vaksin ini sejauh ini 2 ribuan ini tidak menyebabkan sesuatu yang fatal juga. Saya juga mengimbau mungkin sebaiknya agar hewan penular rabies seperti Anjing, Kucing, Monyet dikandangkan,” tutup drh.Prima.
Sementara Ketua RT 14/RW 05 Kelurahan Naikolan, Elisama Ka’at mengaku senang dan bersyukur atas apa yang dilakukan oleh pihak kesehatan sehingga hewan (Anjing) di lingkungan kami cukup sehat.
“Saya selaku Ketua RT disini saya rasa senang karena dari pihak kesehatan masih bisa turun ke masyarakat untuk beri vaksin binatang atau hewan (Anjing). Jadi kami bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas Pertanian dalam hal ini bidang kesehatan hewan Veteriner.
Ia menyebutkan, di wilayahnya ada sekitar 12 ekor. Tapi yang divaksin sekitar 10 ekor. Hari ini ada RT 14, 17, dan RT 18.
“Harapan kami kedepan tetap dari pihak kesehatan melakukan vaksinasi. Tidak saja Anjing namun Babi dan Unggas juga,” pintanya.
Yohanes Terah (58), warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa merupakan pemilik Anjing yang telah mendapatkan layanan vaksinasi rabies dari Dinas Pertanian Kota Kupang.
“Anjing saya satu ekor yang divaksin sedangkan anak-anaknya yang masih kecil belum bisa divaksin karena masih menyusui. Jadi kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Dinas Pertanian dalam hal ini bagian kesehatan untuk datang vaksin rabies terutama Anjing. Sekiranya bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang tejadi penyebaran rabies.
Dan harapan kedepan tentunya program ini berlanjut terutama masyarakat kecil yang memelihara ternak terutama Anjing seperti ini bisa mendapat tindak lanjut dari kegiatan vaksinasi.
Tau informasi dari mana? Informasi yang kami dapat ini awalnya dari Bapak RT. Kebetulan kami disini kami punya sarana komunikasi yang dibuat dalam bentuk WA, segala informasi yang dari pemerintah diturunkan datang ke kelurahan disampaikan oleh Bapak RT via WA,” tuturnya.
Rowi Gadja Lay Sekretaris Lurah Naikolan, menyampaikan yang pertama kami bersyukur dengan adanya program vaksinasi rabies untuk ternak Anjing di Kelurahan Naikolan ini oleh Dinas Pertanian Kota Kupang, khususnya bidang veteriner.
“Ini sangat membantu masyarakat sini karena kita tahu bahwa biaya vaksin pribadi diluar pasti biaya cukup mahal yakni Rp250 ribu dengan adanya program gratis seperti dari BPBD bersama Dinas Pertanian itu sangat membantu masyarakat di kelurahan Naikolan.
Harapannya semoga vaksinasi ini berlanjut. Kalau bisa dijadwalkan tambahan untuk hewan yang belum vaksinasi,” tututp Roi sapaan akrabnya. (TD)












