Dukung Pemda Flotim Beli 2 Unit Excavator Siaga Dampak Banjir Gunung Lewotobi 

Rencana cepat Pemda Flotim dalam kesiagaan bencana, dengan membeli 2 (dua) unit Excavator senilai Rp5 Milyar dari pos bantuan APBN penanganan bencana sebesar Rp20 M yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto, mendapat dukungan luas warga terdampak erupsi dan banjir lahar Gunung Lewotobi. Sebab, hadirnya Excavator mendukung penanganan tanggap darurat dampak banjir lahar Gunung Lewotobi di Nurabelen Ile Bura maupun Nawokote Wulanggitang saat musim hujan tiba.

Exavator milik pengusaha di Flotim yang disewakan Pemda Flotim untuk bersihkan jalan Trans Nobo-Nurabelen-Lewotobi saat diterjang banjir lahar Gunung Lewotobi tahun lalu, lantaran Pemda Flotim tak punya Exavator yang bisa disiagakan di lokasi bencana: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Exavator milik pengusaha di Flotim yang disewakan Pemda Flotim untuk bersihkan jalan Trans Nobo-Nurabelen-Lewotobi saat diterjang banjir lahar Gunung Lewotobi tahun lalu, lantaran Pemda Flotim tak punya Exavator yang bisa disiagakan di lokasi bencana: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Buruknya jalan trans Nobo-Nurabelen-Lewotobi Kecamatan Ile Bura, maupun Nawokote-Hewa Wulanggitang hingga saat ini, tanpa intervensi proyek perbaikan oleh Pemda Flotim, butuh dukungan Excavator untuk segera lakukan penanganan, maupun siaga hadapi ancaman nyata banjir lahar Gunung Lewotobi, saat musim hujan tiba nanti.

Karena itu, rencana Pemda Flotim membeli 2 unit Excavator senilai Rp5 Milyar dari Pos APBN bantuan Presiden Republik Indonesia bagi penanganan bencana sebesar Rp20 M, wajib didukung dan menjadi kabar baik bagi warga Ile Bura maupun Wulanggitang.

Apalagi, bisa dipastikan dari kondisi nyata saat ini di puncak Gunung Lewotobi, banyak material pasir dan batu, telah runtuh turun ke lereng, berpotensi membuat banjir lahar bisa bakal lebih parah saat musim hujan nanti.

“Sebagai warga yang menjadi korban banjir lahar Gunung Lewotobi hingga kini, Kami mendukung penuh keputusan Pemda Flotim melalui Bupati Anton Doni Dihen yang telah mengalokir dana sebesar Rp5 Milyar untuk membeli 2 unit Excavator untuk penanganan banjir lahar Gunung Lewotobi.

Bagi Kami, ini sebuah keputusan yang tepat, cepat dan mendesak sesuai kebutuhan masyarakat korban bencana.

Apalagi, selama ini kondisi ruas jalan Nobo-Nurabelen, maupun jalur Nawokote-Kali Waiwuring yang rusak parah, karena banjir lahar dingin Gunung Lewotobi tak bisa tertangani dengan baik, karena ketiadaan alat berat Excavator milik Pemda Flotim,”ujar Samson, warga Nurabelen yang rumahnya kerap jadi korban banjir lahar Gunung Lewotobi, saat berbincang dengan Wartawan, Rabu 2 September 2026 malam.

Ia bahkan membenarkan, Excavator memang sangat dibutuhkan saat ini, mengingat kondisi jalan dan beberapa jembatan pun terancam putus, apalagi jalur banjir pun tertimbun pasir dan batu karena tak dibersihkan Excavator.

Sementara satu buah Excavator yang sempat dipakai di Nurabelen kemarin, itupun sewa pakai milik Pengusaha di Larantuka.

“Olehnya, dengan adanya bantuan dana Rp20 M dari Pemerintah Pusat melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto, untuk penanganan dampak bencana alam, maka sangat tepat langkah yang telah diambil Bupati Anton Doni Dihen mengalokir Rp5 Milyar untuk beli Excavator.

Sebab, kehadiran Exavator untuk kesiagaan ancaman banjir lahar Gunung Lewotobi pada jalur-jalur banjir seperti di Nurabelen dan Nawokote, tentunya sangat membantu memberi rasa aman bagi arus transportasi darat saat musim hujan tiba,”katanya.

Hal senada diungkapkan beberapa warga Lewotobi, yang selalu melintasi jalur Nurabelen-Nobo tersebut.

Sebagaimana pantauan langsung Wartawan saat melintasi jalur ini, terlihat jelas jalan trans Nobo-Nurabelen-Lewotobi saat ini penuh dengan material pasir dan batu, seperti sepanjang plat deker di bagian barat Desa Nurabelen, depan TPI Nurabelen hingga Kampung Waikula.

Meskipun aktivitas galian C warga lokal di sepanjang jalur banjir juga terus dilakukan, walau tidak pada semua tempat.

Paling rawan adalah titik 200 meter lebih di Waikula, Batas Nobo-Nurabelen, Areal TPI Nurabelen dan Plat Deker Barat Nurabelen, yang memang perlu penanganan khusus, karena jalur banjir lahar.

“Titik-titik ini tentunya sangat membahayakan dan terancam lumpuh total, jika nanti banjir lahar Gunung Lewotobi turun lagi.

Karena itu, sangat penting dan butuh kesiapan alat berat seperti Excavator untuk penanganan darurat saat banjir lahar Gunung Lewotobi menerjang lagi.

Sehingga jika Pemda Flotim mau beli dengan dana dari bantuan Presiden Republik Indonesia sebesar Rp20 M itu, Kami sangat mendukungnya,”tandas Fin Hayon.

Diketahui, kondisi memprihatinkan ruas jalan Nobo-Nurabelen Ile Bura yang rusak parah diterjang banjir lahar Gunung Lewotobi, memang tak pernah tertangani lagi sejak Excavator yang disewakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim tak lagi beroperasi sejak beberapa bulan kemarin.

Akhirnya, melalui koordinasi dan kerjasama gesit Camat Ile Bura Yakobus Kowa Kleden dan seluruh Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, ASN dan warga se Ile Bura kerja bakti gotong royong manual tanpa alat berat membersihkan badan jalan, hingga bisa dilintasi hingga kini.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Flotim, tak pernah melakukan intervensi teknis, baik badan jalan maupun plat deker yang kondisinya rusak seperti di TPI Nurabelen dan sekitarnya, yang telah rusak dan jebol digerus banjir lahar.

Kondisi ini membuat akses lalu lintas kendaraan menjadi sangat terganggu saat melintasi jalur ini.

Kendaraan harus ektra hati-hati karena melintasi jalan berpasir, yang rawan kecelakaan.

Dibagian lainnya, warga korban banjir lahar Gunung Lewotobi juga berharap, belanja Excavator segera dilakukan dan sudah bisa ada sebelum musim hujan 2026. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version