Erupsi Tak Jeda, Korban Pasrah, Donasi Tionghoa Larantuka & Hamba Allah Surabaya 8 Titik

Tim Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya, Koko Thomas Arif Wijaya sedang membagikan bantuan kemanusiaan kepada Bapa Herman Hali Lamabelawa dan Ibu Ester, warga Desa Klatanlo Kecamatan Wulanggitang, korban letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu 03 November 2024 pukul 24.00 WITA. Korban saat ini tinggal di Desa Bokang Kecamatan Titehena. Rumah korban hancur rata tanah: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda, serta membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, hingga lebih dari 12 ribu orang dipaksa meninggalkan rumah dan mengungsi.

Dilain pihak, dampak letusan ini telah membuat banyak pihak terpanggil memberikan donasi kemanusiaan.

Meskipun belum ada data pasti, tapi diperkirakan, hingga Selasa (12/11/2024) lebih dari ratusan kelompok organisasi dan perorangan yang menyerahkan donasi kemanusiaan, kepada para korban erupsi yang berada di posko BNPB Republik Indonesia maupun korban erupsi yang mengungsi mandiri.

Bahkan, bencana alam letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki ini telah menyita perhatian serius Pemerintah Republik Indonesia, yang langsung bergerak cepat dengan tibanya Kepala BNPB Republik Indonesia Letjend.TNI Suharyanto,S.Sos.,M.M dan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono, sehari setelah letusan dashyat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, di Larantuka dan langsung berkantor hingga hari ini.

Selain itu, bisa disaksikan di lapangan, setiap hari banyak relawan kemanusiaan berbondong-bondong datang menyerahkan bantuan di posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, yang tersebar di Desa Konga, Lewolaga, Bokang, Eputobi Kecamatan Titehena, dan saat ini sudah ditambah lagi di Desa Ile Gerong dan Kobasoma Kecamatan Titehena, lalu Desa Watotika Ile di Kecamatan Demonpagong.

Tak sampai disitu, para Relawan kemanusiaan ini juga mengunjungi posko-posko mandiri untuk menyerahkan donasi, dan berdialog memberikan kekuatan, meneguhkan hati para korban untuk ikhlas menerima bencana ini.

Serta menghibur anak-anak korban letusan di tenda-tenda pengungsian.

Akan halnya, saat Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya turun bertemu dan membagikan bantuan kepada para korban letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki asal Desa Klatanlo, Herman Hali Lamabelawa sekeluarga dan Ibu Ester sekeluarga di Posko Bokang.

Serta ada dua Kepala Keluarga dari Klatanlo yang mengungsi di rumah keluarga di Dusun Waidang, Desa Tenawahang.

Meski tampak tegar dan tersenyum saat didatangi Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya, namun tak dipungkiri kalau hati dan pikiran mereka masih trauma berat dengan kejadian Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 WITA, yang sangat tragis dan meluluhlantahkan rumah serta harta benda lainnya yang telah mereka dapatkan dengan susah payah bekerja banting tulang selama ini.

Rumah beserta seluruh isi perabot dan barang berharga lainnya, yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, hilang lenyap dan hancur berantakan seketika oleh dashyatnya api lahar Gunung Lewotobi Laki-Laki, malam itu.

“Iyah, untungnya Kami selamat malam itu dan masih hidup sampai hari ini.

Semuanya hancur berantakan. Malam itu sangat mencekam.

Saya hanya bertahan dalam rumah. Pasrah saja pada Tuhan.

Hujan pasir dan batu api jatuh turun hantam atap rumah menghancurkan apa yang ada.

Sementara nyala api ditengah hujan di rumah tetangga melahap seluruh isi rumah dan barang lainnya.

Kita hanya bisa lihat dari dalam rumah, dan tidak bisa berbuat apa-apa,”ujar Herman Hali Lamabelawa mengisahkan peristiwa tragis Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 WITA, yang sangat sulit dilupakan itu.

Dirinya, lanjut Herman Hali, hanya pasrah dan bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk hidup.

“Saya baru bisa keluar rumah setelah suasana agak teduh. Tapi, terjadi kerusakan yang luar biasa.

Rumah Ade Ester punya di sebelahnya rata tanah dilahap api. Dua buah sepeda motor dan seluruh perabotnya ludes.

Kami memutuskan untuk bergerak cepat keluar sebelum bencana lebih besar datang lagi,”ceritanya, saat ngobrol bersama Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya.

Demikian pula dengan kisah Ibu Ester, Guru SMPN 1 Wulanggitang, yang rumah tinggalnya di Desa Klatanlo, bersebelahan dengan Herman Hali Lamabelawa, hancur rata tanah.

“Saya punya rumah rata tanah dengan seluruh perabotnya. Motor 2 buah juga hancur dimakan api lahar malam itu.

Kami selamat dengan pakaian di badan,”ujar Ester, sedikit memberi senyum sembari menambahkan, mau bagaimana lagi.

“Semuanya telah terjadi. Tapi, Kami harus tegar. Sekarang Kami pasrah saja pada Pemerintah.

Mau Kami tinggal dimana terserah. Rumah sudah hancur semua. Relokasi pun Kami siap,”tukas Ester diamini Suaminya Ama Ara.

Kondisi memprihatinkan juga dialami salah satu keluarga korban erupsi di Desa Klatanlo, Bapa Fabianus Kowa Hokeng, yang kondisi matanya buta dan tidak bisa melihat lagi, namun selamat dari bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu 03 November 2024, pukul 24.00 WITA.

Keluarga Bapa Fabi Hokeng ini harus pergi mengungsi ke rumah keluarga di Dusun Waidang, Desa Tenawahang Kecamatan Titehena.

Saat Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya tiba memberikan donasi, keluarga ini merasa sangat terhibur, karena ada keluarga yang datang mengunjungi.

“Terima kasih Pak Roberth dan Teman-teman Relawan yang sudah datang mengunjungi dan membantu Kami.

Kami tidak bisa buat apa-apa. Bencana itu sangat mengerikan. Membuat Kami harus keluar tinggal disini,”ujar Bapa Fabi Hokeng, meski tak bisa melihat lagi.

Bapa Fabianus Kowa Hokeng, pensiunan Guru ini ditemani Istrinya, Anak dan Cucunya, harus mengungsi di rumah Menantunya Emi Kumanireng di Dusun Waidan.

Sejumlah barang kebutuhan yang dibawa Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya antara lainnya: Beras, Air Mineral, Gula, Pasir, Terigu, Mie, Telur, Masako, Sabun Mandi, Garam, Telur, Roti dan beberapa barang lainnya.

Selain menyerahkan bantuan di Dusun Waidang dan Desa Bokang, Relawan Tionghoa Larantuka dan Hamba Allah Surabaya juga membagikan bantuan kemanusiaan di Posko Eputobi, Posko Mandiri Lewolaga, Konga dan juga di Desa Nelekenohing Kecamatan Wulanggitang, pengungsi mandiri di kawasan hutan Plue yang berasal dari Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang.

Lalu, satu titik pengungsi mandiri di Desa Lamika, serta juga membagikan donasi kepada para Jurnalis yang turun melakukan tugas peliputan bencana letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di lapangan.

Diketahui, bencana ini telah menarik perhatian nasional, bahkan dunia internasional.

Paus Fransiskus juga turut mendoakan keselamatan para korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, yang saat ini berada di tenda pengungsian, juga bagi korban yang telah meninggal dunia.

Serta memohon agar bencana ini cepat berakhir dan kondisi kembali pulih.

Sesuai rencana resmi yang telah beredar, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka akan mengunjungi para korban pengungsi letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Kamis (14/11/2024).

Sementara itu, puluhan Truk yang membawa logistik bantuan kemanusiaan, pun telah diberangkatkan dari Jakarta, beberapa hari lalu.

Kemudian, Tim Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, juga telah bertolak ke Ende untuk terus ke Flores Timur membawa bantuan logistik kemanusiaan.

Desa-desa di Adonara, seperti Desa Lamapaha, juga terus mengumpulkan sumbangan di masyarakat untuk berdonasi, menyusul Desa lainnya yang telah memberikan sumbangan seperti Desa Watoone, Desa Lamabelawa yang telah berbagi donasinya belum lama ini. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version