Fakta di Balik Kebocoran Pipa Transmisi Hingga Tersendatnya Supalay Air Bersih Ke Watu Alo – Manggarai

Pipa bocor yang berakibat pada tersendatnya pendistribusian air bersih (Foto: Ist).

RUTENG, RANAKANEWS.com – Pelayanan air bersih milik Perumda Tirta Komodo Kabupaten Manggarai menuju Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i mengalami gangguan akibat beberapa hal yang sangat krusial.

Direktur Perumda Tirta Komodo, Marsel Sudirman melalui Kepala PDAM IKK Wae Ri’i Maximus Vampi, menjelskan, tim saat ini sedang melakukan penelusuran pipa transmisi yang mendistribusikan air ke beberapa wilayah di Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabuapten Manggarai-NTT.

Dari hasil penelusuran, Maximus mengungkapakan, bahwa telah ditemukan kebocoran yang sangat fatal pada pipa air, hal ini disebabkan oleh ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu, tim teknis yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Kepala PDAM Wae Ri’i ini telah menemukan kebocoran pada pipa PVC 4 yang menghubungkan sumber mata air Wae Decer menuju ke beberapa wilayah pelanggan.

“Dua titik pipa mengalami kebocoran akibat dipotong oleh oknum yang tidak diketehui identitasnya. Oleh sebab itu, distribusi air mengalami gangguan pada daerah pelayanan, khususnya wilayah Ting dan Kampung Welong. Dan sekarang petugas unit Watu Alo masih di lokasi untuk melakukan proses perbaikan.Termasuk saya sendiri yang mengawasi pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara, kata dia, terkait perbaikan reservoar di Watu Alo merupakan kewenangan kantor pusat Perumda Tirta Komodo.

Adapun wilayah pelayanan yang mengalami dampak langsung atas kebocoran pipa transmisi itu yakni jalur SMPN Watu Alo dan Kampung Welong. Dan ditargetkan pendistribusian air akan kembali normal pada pukul 19.00 Wita.

“Target kerja selama 5 jam hingga pukul 15.00 Wita. Kendati demikaian akan membutuhkan waktu yang begitu lama terhadap reaksi air menuju bak penampung yang terletak di Watu Alo. Diperkirakan hingga pukul 19.00 Wita” ujar Maximus kepada media ini.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat pelanggan agar selalu bersabar hingga proses perbaikan berakhir. “Mohon maaf atas kejadian ini,” tutupnya. (KH)

error: Konten dilindungi!