Festival Budaya Tingkat Kelurahan Oebufu; Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wali Kota Kupang, Daud Novianus Nafi, S.STP.,M.M (Kesembilan) dari kanan foto bersama saat pembukaan Festival Budaya Kelurahan Oebufu Tahun 2026. (Foto: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang setiap tahunnya jatuh pada 28 Oktober, masyarakat kelurahan Oebufu menggelar kegiatan Festival Budaya Tingkat Kelurahan Oebufu Tahun 2026 dengan mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2026, bertempat di wilayah RT 034, Kelurahan Oebufu.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wali Kota Kupang, Daud Novianus Nafi, S.STP.,M.M.,dalam sambutannya mengajak masyarakat Kelurahan Oebufu untuk terus melestarikan dan menghidupkan budaya leluhur agar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu bagi generasi muda, pada Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, budaya bukan sekadar warisan yang dipamerkan dalam kegiatan seremonial, melainkan identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Daud, festival budaya menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

Ia mencontohkan, kekayaan budaya daerah dapat dilihat melalui berbagai pakaian adat, seperti destar, selimut, dan sarung yang memiliki ciri khas serta makna tersendiri bagi masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk Flores dan Timor.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada penampilan pakaian adat, tarian, atau pertunjukan seni semata.

“Perbedaan budaya bukanlah perpecahan. Justru perbedaan itu harus membuat kita semakin bersatu,” demikian pesan Daud dalam sambutannya.

Budaya Jangan Hanya Jadi Cerita Masa Lalu

Daud menegaskan, budaya akan kehilangan maknanya apabila masyarakat tidak lagi menghidupi nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi terdahulu.

Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya pelestarian yang berkelanjutan, budaya berisiko hanya menjadi cerita yang disampaikan orang tua, kakek, dan nenek kepada anak cucu tanpa lagi dipraktikkan dalam kehidupan nyata.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan festival budaya sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Menurutnya, budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat identitas masyarakat, serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Daud juga menekankan bahwa nilai budaya tidak hanya tercermin dari simbol-simbol adat, tetapi juga dari perilaku sehari-hari, termasuk sikap hormat kepada orang tua, kesopanan, dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Orang Tua Punya Peran Penting

Dalam sambutannya, Daud menyoroti pentingnya peran keluarga dalam memperkenalkan budaya kepada anak-anak sejak dini.

Ia berharap orang tua tidak hanya mengenalkan tradisi melalui cerita, tetapi juga memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda dapat memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai budaya.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan masuknya pengaruh budaya luar, masyarakat perlu semakin kuat menjaga nilai-nilai positif yang diwariskan leluhur tanpa menutup diri terhadap perubahan.

Keterlibatan anak-anak dan kaum muda dalam kegiatan budaya juga dinilai penting agar mereka memiliki kesempatan mengenal, mempelajari, dan menampilkan kekayaan tradisi daerahnya sendiri.

Festival Budaya Perkuat Persatuan

Daud menilai Festival Budaya Kelurahan Oebufu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengenal keberagaman budaya dan membangun sikap saling menghargai di tengah perbedaan.

Ia berharap festival budaya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur dan mempererat persaudaraan.

Daud mengajak seluruh masyarakat Oebufu mengambil bagian dalam pelestarian budaya, menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun dan damai.

Baginya, budaya harus tetap hidup dalam perilaku, karakter, dan kehidupan masyarakat sehari-hari agar warisan leluhur tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Ketua Panitia, Dr.Laurensius Lehar, S.P.,M.P.,dalam sambutannya menjelaskan bahwa kelurahan Oebufu merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Oebobo Kota Kupang, yang terdiri atas  49 RT dan 12  RW. Di dalammya hidup masyarakat dengan beragam suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan budaya.

Menurutnya, Empat puluh sembilan RT dan Dua belas RW bukan sekadar angka dalam administrasi pemerintahan.  Di dalamnya ada ribuan harapan, beragam tradisi, dan semangat persaudaraan yang menyatukan kita sebagai satu keluarga besar Kelurahan Oebufu,

“Keberagaman ini merupakan kekayaan yang patut kita syukuri dan pelihara. Sebab, walaupun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, kita tetap hidup dalam satu semangat kebersamaan dan persaudaraan. Berangkat dari semangat itulah, kegiatan ini diselenggarakan,” ungkap Dr. Laurensius.

Ia menyebutkan, Festival Budaya Tahun 2026 melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, pelajar, kelompok seni budaya, hingga masyarakat umum.

Jumlah peserta yang terdaftar dalam seluruh perlombaan  adalah 56 peserta,yang mengikuti tiga jenis perlombaan, yaitu: Selain perlombaan, kegiatan ini juga dimeriahkan  dengan pentas seni budaya, pameran kerajinan masyarakat, bazar kuliner dan produk UMKM, serta malam hiburan rakyat.

Menurutnya kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan atau hiburan, melainkan wadah untuk melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas generasi muda, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman.

“Kami ingin agar anak-anak dan generasi muda Oebufu tidak hanya bangga mengenakan pakaian adat, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan merawat budayanya. Kami percaya bahwa budaya boleh berbeda, bahasa boleh beragam, tetapi persaudaraan harus tetap satu,” harap Dr.Laurensius.

Sponsor

Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini tambah Dr.Laurensius, sumber pendanaan berasal dari bantuan Pemerintah Kota Kupang,  swadaya RT dan RW se-Kelurahan Oebufu, partisipasi masyarakat, bantuan para donatur dan sponsor, serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam melestarikan budaya serta mempererat persaudaraan masyarakat.

Ucapan Terima kasih

“Bagi kami, besar kecilnya bantuan bukanlah ukuran utama, melainkan ketulusan, kebersamaan, dan kepedulian untuk menyukseskan kegiatan ini. Oleh karena itu, atas nama seluruh panitia, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kecamatan Oebobo, Pemerintah Kelurahan Oebufu, LPM, sluruh Ketua RT dan RW, para pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan berupa dana, tenaga, pikiran, maupun fasilitas.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Indosat, Ramayana Mall,  PT Wahana Motor, Extra Joss  Kupang, serta Bapak Domi Punuf, yang telah memberikan dukungan dan partisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Kiranya kerja sama dan kepedulian yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan, di kelurahan Oebufu pada masa mendatang.

‘Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan generasi muda yang telah bekerja dengan penuh semangat demi terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata,tetapi dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebangaan masyarakat kelurahan Oebufu. Dari Oebufu, kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun Kota Kupang yang lebih maju, harmonis dan berbudaya,” ujar Dosen Politani Negeri Kupang itu. (TD)

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version