FKIP UCB Gelar Lomba Storytelling SMA/SMK Se-Kota Kupang

Tampak seorang siswa, Farel, saat mengekpresikan keindahan alam di Wae Rebo Manggarai Barat, Jumat (13/3/2026). (Foto: TD)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menyelenggarakan kegiatan Lomba Storytelling tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang di aula lantai 5 UCB Kupang, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan lomba tersebut dibuka resmi oleh Dekan FKIP UCB Kupang, Heryon Bernard Mbuik. Turut dihadiri Wakil Dekan 2, Dr.Lanny Koroh, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi NTT, Mathias M.Beeh selaku dewan juri tamu didampingi Kepala Pusat Bahasa Asing UCB, Dr. Agnes Rafael, dan Ketua Program Studi  Perhotelan UCB, Dr.Efron Loe, para guru pendamping, orang tua peserta lomba, serta panitia pelaksana kegiatan.

Dekan FKIP UCB Kupang, Heryon Bernard Mbuik  dalam sambutannya mengatakan, ditengah dunia yang semakin modern dan digital, kita sering kali lupa bahwa kekuatan sebuah peradaban tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Cerita adalah cara manusia menjaga identitasnya. Cerita adalah cara budaya bertahan melampaui zaman.

“Karena itu, storytelling bukan sekadar lomba berbicara. Storytelling adalah seni merawat ingatan, menjaga nilai, dan menghidupkan kembali kearifan budaya yang menjadi jati diri kita sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Melalui cerita, kita memperkenalkan keindahan budaya, tradisi, legenda dan nilai kehidupan kepada dunia. Dan ketika cerita itu disampaikan dengan penuh penghayatan, maka ia tidak hanya didengartetapi dirasakandan diingat,” ujar Dekan Bernard.

Lebih lanjut, FKIP UCB memandang bahwa bahasa dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal masa depan.  Keduanya merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi  NTT.

“Kita tahu bahwa NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai kearifan lokal, dan keindahan alam yang dikenal dunia. Namun semua itu akan semakin bermakna ketika diceritakan dengan baik, disampaikan dengan bangga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen FKIP UCB untuk mendukung pengembangan bahasa dari budaya sebagai bagian dari pembangunan pariwisata NTT,” ungkap Bernard.

Bernard menyebutkan dalam lomba ini nantinya akan dipilih Juara 1 sampai juara 6 yang akan mendapatkan piala, sertifikat, serta uang pembinaan.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Hari ini adalah tentang belajar, berbagi, dan menunjukkan bahwa generasi muda NTT mampu menjadi penjaga cerita dan duta budaya daerahnya.  Sampaikanlah cerita kalian dengan penuh semangat. Berceritalah dengan hati. Karena cerita yang keluar dari hatiakan selalu sampai ke hati. Harapanya semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, penuh inspirasi, dan membawa manfaat bagi pendidikan, budaya, dan pariwisata di NTT.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi NTT, Mathias M.Beeh memberikan apresiasi kepada FKIP UCB Kupang yang menyelenggarakan kegiatan Lomba Storytelling tingkat SMA/SMK Se-Kota Kupang.

Storytelling yang hari ini dilombakan dilevel SMA/SMK, itu adalah sebuah media yang sangat efektif untuk bagaimana memberikan edukasi dan penyebaran informasi lebih kepada masyarakat khususnya para pelajar untuk bagaimana mengetahui secara detail cerita-cerita rakyat ataupun cerita-cerita yang berkaitan dengan kebudayaan kita terutama yang langsung linknya dengan objek dan daya tarik wisata kita di NTT.

“Sehingga ini sangat baik terutama ketika mereka akan ada dalam lingkungan yang lebih luas mudah-mudahan dengan lomba seperti ini akan terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka dan memberikan pengaruh informasi kepada dunia luar sehingga orang-orang luar akan penasaran untuk melihat, mengetahui lebih dekat  objek dan daya tarik wisata kita di NTT. Kita berharap kegiatan ini terus dilakukan.

Dan dari pemerintah, kita juga lagi mendorong bagaimana konsep desa wisata yang ada di 22 kabupaten/kota dan hari ini siswa-siswa yang berlomba dilevel ini adalah aset kedepannya untuk menggerakkan pariwisata berbasis komunitas, berbasis budaya, berbasis masyarakat yang dapat menjadi sebuah aset penting untuk menjadi daya tarik wisatawan (orang- orang) datang berkunjung di NTT,” ujarnya.

Wakil Dekan 2, Dr. Lany Koroh mengatakan, kegiatan ini dalam rangka Hari Bahasa Ibu Nasional yang jatuh pada bulan Februari.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh FKIP yang tediri dari tiga Prodi yaitu Prodi Bahasa Inggris, PGSD, dan Prodi Informatika. “Sebenarnya kegiatan ini awalnya direncanakan di bulan Februari. Namun karena satu dan lain hal sehingga kami geser ke bulan Maret. Kegiatan ini diharapkan menambah wawasan kita masyarakat NTT juga adik-adik di tingkat sekolah dasar, anak-anak muda, sebagai tulang punggung pembangunan bangsa khususnya NTT, kita juga berharap mereka juga mengetahui budaya- budaya kita, alam kita yang begitu kaya, yang bisa menjadi objek-objek wisata di NTT,” ujar Lani.

Menurutnya Desain Storytelling menggunakan Bahasa Inggris, dengan standar sepuluh persen bisa di mix menggunakan Bahasa Indonesia mapun bahasa daerah yang dapat mendukung cerita tersebut. Jadi diharapkan adik-adik juga menguasai bahasa asing tanpa harus melupakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah. Tetap mengangkat topik alam, lingkungan, juga topik budaya-budaya yang ada disekitar kita yang bisa kita jual menjadi tujuan destinasi-destinasi pariwisata yang menarik atau layak dinikmati baik oleh masyarakat NTT maupun wisata-wisata dari luar.

Salah satu siswi SMKN 3 Kupang, Riaas Anugrah Syafira L.Paubun dari kelas XI  mengaku senang dan bangga bisa mengikuti lomba storytelling.

Dalam ajang tersebut, Syafira membawakan cerita berjudul “The Legend Of Princess Dragon” dengan ekspresi yang hidup dan penguasaan bahasa yang baik. Gaya penyampaiannya yang komunikatif serta pelafalan yang fasih membuat penampilannya mendapat apresiasi tinggi dari para juri. Syafira, dinilai mampu menggambarkan isi cerita dengan jelas sekaligus menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa dan budaya Manggarai.

Fransisco G. Ndolu, Siswa SMA Swasta Sta.Familia Sikumana Kupang, dari kelas XI menyampaikan terima kasih kepada FKIP UCB Kupang yang menyelenggarakan kegiatan Lomba Storytelling.

Dalam kompetisi tersebut Farel membawakan cerita berjudul” Empu Maro Legenda”dengan ekspresi yang hidup dan penguasaan bahasa yang baik. Gaya penyampaiannya yang komunikatif serta pelafalan yang fasih membuat penampilannya mendapat apresiasi tinggi dari para juri, dinilai mampu menggambarkan isi cerita dengan jelas sekaligus menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa dan budaya Manggarai. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus dan berharap tidak hanya sampai disini tetapi berkelanjutan. (TD)

 

 

 

 

 

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version