Forkom P2HPA NTT Gelar Lokakarya

Ketua dan Anggota Forkom P2HPA NTT foto bersama disela-sela kegiatan Lokakarya di Sekretariat Forkom P2HPA NTT, Jln.Hati Suci 1, No. 32,Oebobo Kupang, Jumat (22/7/2022) (Foto: Istimewa)

KUPANG, RANAKANEWS.com– Dalam rangka pemantapan pengenalan organisasi dan penguatan kapasitas pengurus, Forum  Komunikasi  Pemerhati dan Perjuangan Hak –Hak  Perempuan dan Anak (Forkom P2HPA) Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan kegiatan Lokakarya yang berlangsung di Sekretariat Forkom P2HPA NTT, Jalan Hati Suci 1, No.32, Oebobo Kupang, Jumat (22/7/2022).

Dalam acara tersebut dihadiri Wakil Ketua (Waket) Forkom P2HPA NTT Merry Bessie, Sekretaris Mely Sandjaya, Wakil sekretaris Dona Hokon, Ketua Forkom P2HPA Kota Kupang, Ketua Forkom P2HPA Kelurahan Naikolan, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTT Jeanette Djunina, Tokoh Agama Pdt. Paula Naramessakh, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTT Maria Hingi.

Peserta menyambut positif kegiatan Lokakarya tersebut  sebagai sarana saling berkomunikasi dan berbagi informasi dalam penggalangan kerjasama tim yang baik lintas sektor hingga terlaksananya kegiatan sesuai  dengan perencanaan.

Lokakarya merupakan salah satu bentuk upaya untuk melakukan penggalangan dan pemantauan berbagai kegiatan melalui pertemuan.

Ketua Forkom P2HP NTT, Dra. Mien Pattimangoe Hadjon dalam kata sambutannya  menjelaskan Forkom P2HPA NTT didirikan pada 3 Maret 2001 dengan visi misi  mencapai kesejahteraan gender di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, kesejahteraan Gender di NTT harus diperjuangkan mengingat kaum perempuan juga memiliki peran penting dalam proses pembangunan bangsa, namun sayangnya kaum perempuan di NTT masih ketinggalan diberbagai bidang diantaranya bidang pendidikan, kesehatan apalagi politik.

Mantan Anggota DPRD  Provinsi  NTT ini mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintahan Provinsi hingga pemerintah desa demi kaum perempuan di NTT dan tercapainya kesetaraan gender.

Salah satu yang disampaikannya pada kesempatan itu antara lain tentang permasalah perdagangan perempuan yang diakibatkan oleh kemiskinan.

“Pemerintah dan aktivis perempuan tidak cukup menyuarakan keadilan bagi para korban, melainkan lebih proaktif mencarikan solusi bagi perekonomian keluarga,” tandasnya.

Salah seorang peserta  yang hadir, Maria Hingi menyampaikan kegiatan Lokakarya  tersebut  diundang juga Kepala Dinas  Pemberdayaan Perempuan dan Anak NTT.

“Kegiatan Lokakarya hari ini, kita menghadirkan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak Provinsi NTT drg. Lien Andriani, M.Kes namun berhalangan datang,” ungkap Mery.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa  kegiatan ini menindaklanjuti dari hasil Musyawarah Tahunan Anggota (Musta) yang lalu, “yaitu 5 (Lima) program kerja tahunan Forkom P2HPA antara lain: Bidang Kesekretariatan, Bidang Advokasi  Hukum dan Ham, Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Gender, Bidang Kesehatan dan Ekonomi, Bidang Sosial dan Politik,” jelas Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa  Tenggara Timur.

“Dari 5 (Lima) program kerja tahunan ini, diharapkan bisa dijalankan dengan baik, dan semua ini demi anggota dan juga untuk masyarakat umum,” pungkas Ketua Bidang Advokasi dan Ham. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version